Ben Kasyafani Ungkap Pola Asuh Terbuka untuk Sienna, Fokus pada Komunikasi Tanpa Tekanan

123Berita – 07 April 2026 | Aktor senior Ben Kasyafani baru-baru ini membuka tabir cara ia mendidik putrinya, Sienna Ameerah Kasyafani, yang kini memasuki masa remaja. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Ben menegaskan bahwa pendekatan utama dalam pola asuhnya adalah menciptakan ruang komunikasi yang bebas tekanan, sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika perkembangan anak remaja.

Ben mengakui bahwa masa remaja merupakan fase yang penuh tantangan, baik bagi anak maupun orang tua. “Saya menyadari bahwa Sienna sedang berada di fase perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Oleh karena itu, saya tidak ingin menjadi sosok yang menambahkan beban tambahan melalui ekspektasi yang berlebihan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Selain komunikasi, Ben juga menyoroti pentingnya memberikan kebebasan dalam mengambil keputusan kecil. Ia menjelaskan bahwa memberi Sienna kesempatan memilih pakaian, hobi, atau kegiatan ekstrakurikuler dapat memperkuat rasa percaya diri dan kemandirian. “Saya tidak memaksakan pilihan saya pada dia, melainkan memberikan arahan bila diperlukan,” jelas Ben.

Dalam praktik sehari-hari, Ben dan istrinya menerapkan beberapa kebiasaan yang mendukung pola asuh yang santai namun tetap terarah. Salah satunya adalah mengadakan sesi makan bersama keluarga tanpa gadget, sehingga percakapan dapat mengalir secara natural. “Makan malam menjadi momen penting bagi kami untuk bertukar cerita, mengulas hari masing‑masing, dan menyampaikan nilai‑nilai positif tanpa harus menggurui,” kata Ben.

Ben juga menekankan bahwa tidak ada ruang bagi perbandingan dengan orang lain dalam rumah tangga mereka. “Setiap anak memiliki kecepatan dan jalur perkembangan masing‑masing. Kami tidak membandingkan Sienna dengan teman sebayanya atau bahkan dengan anak saya yang lain,” tegasnya. Sikap ini, menurutnya, membantu Sienna untuk fokus pada pertumbuhan pribadi tanpa terjebak dalam kompetisi sosial yang berlebihan.

Selain itu, Ben menyinggung pentingnya peran model perilaku orang tua. Ia menyadari bahwa tindakan lebih berbicara daripada kata‑kata, sehingga ia berusaha menjadi contoh yang konsisten dalam hal disiplin, kerja keras, dan sikap positif. “Jika saya ingin Sienna menghargai waktu, saya pun harus menepati jadwal yang saya tetapkan. Jika saya mengharapkan kejujuran, saya harus bersikap jujur dalam interaksi sehari‑hari,” ungkapnya.

Berkenaan dengan tekanan akademik, Ben mengakui bahwa ekspektasi sekolah dapat menjadi beban tambahan. Namun, ia berusaha mengubah perspektif tersebut menjadi motivasi konstruktif. “Kami membantu Sienna menyusun rencana belajar yang realistis, mengajaknya mengevaluasi pencapaian secara periodik, dan selalu menekankan proses belajar daripada sekadar hasil akhir,” jelas Ben.

Selain aspek akademik, Ben juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kegiatan belajar dan hiburan. Ia mendorong Sienna untuk terlibat dalam kegiatan seni, olahraga, atau komunitas yang sesuai dengan minatnya. “Kegiatan kreatif dapat menjadi outlet yang sehat untuk menyalurkan energi, sekaligus membantu mengembangkan kemampuan sosial,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan tentang tantangan khusus yang dihadapi keluarga selebriti, Ben mengungkapkan bahwa publikasi media seringkali menambah tekanan. Oleh karena itu, ia lebih memilih menjaga privasi keluarga dan mengatur interaksi dengan media secara selektif. “Kami tidak ingin kehidupan pribadi kami menjadi konsumsi publik yang berlebihan. Jadi, kami menutup pintu bagi rumor atau spekulasi yang tidak berdasar,” ujarnya.

Di akhir percakapan, Ben menyimpulkan bahwa kunci keberhasilan pola asuhnya terletak pada konsistensi, empati, dan kemampuan beradaptasi. Ia menekankan bahwa tidak ada satu formula tunggal yang dapat diterapkan pada semua anak, namun dengan mendengarkan kebutuhan emosional dan memberikan dukungan yang tepat, orang tua dapat membantu remaja melewati fase kritis dengan lebih percaya diri.

Secara keseluruhan, Ben Kasyafani memberikan contoh nyata bagaimana pendekatan parenting yang menitikberatkan pada komunikasi terbuka, kebebasan berpendapat, dan penghindaran tekanan berlebih dapat menjadi fondasi kuat bagi perkembangan remaja yang sehat. Kebijakan ini tidak hanya memberikan rasa aman bagi Sienna, tetapi juga membangun ikatan keluarga yang lebih erat dan saling menghargai.

Pos terkait