Banggar dan Kepala BGN Bahas Implementasi Program MBG di DPR: Dadan Hindayana Ungkap Rencana Aksi

Banggar dan Kepala BGN Bahas Implementasi Program MBG di DPR: Dadan Hindayana Ungkap Rencana Aksi
Banggar dan Kepala BGN Bahas Implementasi Program MBG di DPR: Dadan Hindayana Ungkap Rencana Aksi

123Berita – 06 April 2026 | Jakarta, 6 April 2026 – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menggelar rapat strategis bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, di Kompleks Parlemen Senayan. Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan pelaksanaan Program Makanan Bergizi (MBG) yang menjadi prioritas pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat secara menyeluruh.

Pertemuan yang berlangsung pada Senin pagi ini dihadiri oleh sejumlah anggota DPR yang membidangi sektor kesehatan, keuangan, dan sosial, serta perwakilan kementerian terkait. Dadan Hindayana menyampaikan bahwa program MBG telah memasuki fase implementasi di lebih dari 500 titik layanan kesehatan dan pendidikan, namun masih menghadapi tantangan dalam hal pendanaan, koordinasi lintas sektor, serta pemantauan hasil yang belum optimal.

Bacaan Lainnya

Banggar menekankan pentingnya alokasi anggaran yang tepat sasaran dan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan program. Dalam diskusi, pihak Banggar mengusulkan penyesuaian anggaran pada tahun anggaran 2027 dengan menambah alokasi dana bagi wilayah dengan prevalensi gizi buruk tertinggi, serta memperkuat mekanisme pencairan dana yang transparan dan akuntabel.

Kepala BGN menanggapi usulan tersebut dengan menggarisbawahi kebutuhan data yang akurat sebagai dasar penetapan prioritas. Ia menambahkan bahwa BGN tengah mengembangkan sistem monitoring digital yang terintegrasi dengan basis data Kementerian Kesehatan, Badan Pusat Statistik, dan lembaga non‑pemerintah untuk memetakan kebutuhan gizi secara real‑time.

Agenda rapat mencakup beberapa poin penting, antara lain:

  • Pembahasan capaian awal program MBG sejak peluncuran pada 2024.
  • Identifikasi kendala pendanaan dan mekanisme pencairan di tingkat provinsi dan kabupaten.
  • Strategi peningkatan kapasitas aparatur lapangan dalam penyuluhan gizi.
  • Rencana integrasi data monitoring gizi dengan sistem keuangan negara.
  • Penetapan target penurunan stunting hingga 2028.

Selama sesi tanya‑jawab, sejumlah anggota DPR menyoroti perlunya sinergi antara program MBG dengan inisiatif lain seperti Program Keluarga Harapan dan Bantuan Sosial Tunai. Dadan Hindayana menegaskan bahwa kolaborasi lintas program akan memperkuat efek multiplier, terutama dalam meningkatkan akses keluarga miskin terhadap makanan bergizi melalui subsidi dan voucher pangan.

Selain aspek keuangan, rapat juga membahas tantangan logistik, khususnya distribusi makanan bergizi ke daerah terpencil. Banggar mengusulkan pembentukan tim khusus yang bertugas mengawasi rantai pasok, mulai dari produsen lokal hingga titik akhir distribusi, guna mengurangi kehilangan dan memastikan kualitas produk tetap terjaga.

Dalam penutupannya, Dadan Hindayana menyampaikan komitmen BGN untuk terus berkoordinasi dengan Banggar, Kementerian Kesehatan, dan lembaga terkait lainnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada alokasi dana, tetapi juga pada kepemimpinan yang visioner, pelaksanaan yang disiplin, serta partisipasi aktif masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif, diharapkan target penurunan stunting nasional dapat tercapai dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

Pos terkait