123Berita – 08 April 2026 | Sejumlah astronot yang tergabung dalam misi Artemis II baru‑baru ini meluangkan waktu untuk menonton film fiksi ilmiah berjudul Project Hail Mary sebelum meluncur ke orbit bulan. Kegiatan menonton yang dilakukan dalam suasana karantina ini menjadi sorotan publik karena menyatukan dunia sains luar angkasa dengan industri hiburan Hollywood.
Artemis II merupakan misi berawak pertama dalam program kembali ke bulan yang diprakarsai NASA. Selama sepuluh hari, kru akan mengelilingi satelit alami bumi dengan menggunakan kapsul antariksa Orion, mencatat jarak terjauh yang pernah dicapai manusia sejak pendaratan di bulan pada tahun 1969. Keberhasilan misi ini diharapkan menjadi landasan penting bagi rencana pendaratan manusia kembali ke permukaan bulan pada akhir dekade ini.
Kru Artemis II terdiri dari empat orang astronot berpengalaman: Jeremy Hansen, Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch. Mereka masing‑masing membawa latar belakang unik dalam bidang penerbangan antariksa, teknik, serta penelitian ilmiah, sehingga menjadi tim yang seimbang untuk menghadapi tantangan misi lunar ini.
Jeremy Hansen, pilot utama dalam kru tersebut, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kesempatan menonton Project Hail Mary. “Kami semua merasa sangat beruntung bisa menonton film ini saat menjalani masa karantina,” ujar Hansen, mengutip pernyataan yang dipublikasikan pada Rabu, 8 April 2026. Ia menambahkan bahwa menonton film yang diproduksi oleh sutradara ternama Phil Lord dan Chris Miller memberikan semangat tambahan menjelang peluncuran.
Selain menikmati film, Hansen menyempatkan diri menyampaikan pesan pribadi kepada aktor utama film tersebut, Ryan Gosling, yang memerankan tokoh Ryland Grace, seorang guru sains dan ahli biologi molekuler yang ditugaskan menyelamatkan umat manusia. “Pesan saya untuk Ryan, tampaknya seni memang meniru sains, dan begitu pula sebaliknya,” ujar Hansen. Ia juga memuji kemampuan akting Gosling, menambahkan bahwa penampilan sang aktor “luar biasa” dan berhasil menjiwai peran yang sangat kompleks.
Karakter Ryland Grace dalam Project Hail Mary menjadi sumber inspirasi bagi kru. Hansen menilai bahwa perjuangan tokoh tersebut mencerminkan dedikasi ilmuwan dan astronot dalam menyelamatkan masa depan umat manusia. “Bagi saya, itu adalah gambaran yang sangat inspiratif tentang seseorang yang berjuang habis‑habisan demi keselamatan umat manusia. Sebuah teladan luar biasa bagi kita semua,” tegasnya.
Menanggapi dukungan yang diberikan, Ryan Gosling merekam sebuah video singkat yang berisi doa dan semangat bagi kru Artemis II. Video tersebut kemudian disampaikan melalui saluran resmi NASA, menambah dimensi pribadi antara dunia perfilman dan penjelajahan ruang angkasa.
Misi Artemis II dijadwalkan kembali ke Bumi dan mendarat di lepas pantai San Diego pada Jumat, 10 April 2026, sekitar pukul 17.07 waktu setempat. Keberhasilan misi ini tidak hanya akan menambah data ilmiah tentang lingkungan lunar, tetapi juga mengukuhkan kolaborasi lintas sektoral antara lembaga antariksa, pembuat film, dan publik global.
Secara keseluruhan, momen menonton Project Hail Mary oleh kru Artemis II menegaskan betapa pentingnya narasi fiksi ilmiah dalam menginspirasi generasi ilmuwan dan petualang ruang angkasa. Keterlibatan aktor Hollywood dalam bentuk pesan dukungan menambah dimensi kemanusiaan pada misi yang secara teknis sangat menantang, sekaligus memperkuat pesan bahwa sains dan seni dapat berjalan beriringan dalam upaya menjelajahi batas‑batas baru peradaban manusia.