Anak Sule Beri Restu untuk Pernikahan Ketiga Ayah, Namun Dengan Syarat Khusus

Anak Sule Beri Restu untuk Pernikahan Ketiga Ayah, Namun Dengan Syarat Khusus
Anak Sule Beri Restu untuk Pernikahan Ketiga Ayah, Namun Dengan Syarat Khusus

123Berita – 05 April 2026 | Komika ternama Indonesia, Sultan “Sule” Prasetyo, kembali menjadi sorotan publik setelah mengumumkan niatnya untuk melangsungkan pernikahan ketiga. Keputusan tersebut mendapat sambutan hangat dari para penggemar, namun yang paling mengejutkan adalah reaksi dari anak-anaknya yang memberikan lampu hijau dengan satu syarat yang tidak kalah penting. Sebuah dinamika keluarga yang jarang terungkap ke publik kini menjadi buah bibir media hiburan, menambah warna dalam kehidupan pribadi sang komedian yang selama ini dikenal lewat gaya humor ringan dan candaannya di panggung.

Berbeda dengan pernikahan pertamanya bersama Lina Widyastuti pada tahun 1997 yang berakhir pada 1999, serta pernikahan keduanya dengan Irianti pada 2002 yang kemudian berakhir pada 2017, keputusan Sule untuk menikah kembali menimbulkan pertanyaan mengenai motivasi dan kesiapan emosionalnya. Menurut sumber dekat keluarga, anak-anak Sule—yang kini telah beranjak dewasa dan meniti karier masing-masing—menyampaikan persetujuan mereka dengan catatan khusus. Syarat utama yang mereka ajukan adalah agar sang ayah tidak lagi mengabaikan kebutuhan finansial keluarga, terutama dalam hal kepastian tempat tinggal yang layak bagi seluruh anggota keluarga.

Bacaan Lainnya

Dalam sebuah wawancara eksklusif yang diadakan oleh sebuah portal hiburan terkemuka, anak sulung Sule, Alif, mengungkapkan harapannya bahwa ayahnya harus menyelesaikan segala urusan keuangan sebelum melangsungkan pernikahan ketiga. “Kami ingin ayah merasa tenang dan tidak terbebani lagi oleh hutang atau masalah finansial,” ujar Alif, 27 tahun, yang kini bekerja sebagai desainer grafis. Ia menambahkan bahwa kondisi ekonomi saat ini menuntut setiap orang, termasuk figur publik, untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola aset dan pengeluaran pribadi.

Sementara itu, anak bungsu Sule, Nisa, berusia 24 tahun dan menekuni dunia kuliner sebagai chef, menekankan pentingnya kepastian tempat tinggal. “Kami ingin ayah memiliki rumah yang memang khusus untuk keluarganya, sehingga tidak ada lagi kerumitan dalam berbagi ruang dengan pasangan baru,” kata Nisa. Ia menambahkan bahwa meski mereka mengerti hak ayah untuk mencari kebahagiaan, mereka berharap proses tersebut tidak mengorbankan stabilitas dan kenyamanan keluarga inti yang telah terbentuk selama dua dekade.

Reaksi anak-anak Sule ini sekaligus mencerminkan perubahan pola pikir generasi milenial yang kini lebih menuntut transparansi dan keadilan dalam hubungan keluarga. Mereka tidak sekadar menerima keputusan ayah tanpa pertimbangan, melainkan menuntut adanya jaminan bahwa keputusan tersebut tidak akan menimbulkan konsekuensi negatif bagi anggota keluarga lainnya. Sikap ini menjadi contoh nyata bahwa dalam era modern, komunikasi terbuka antar generasi menjadi kunci utama dalam mengatasi potensi konflik.

Di sisi lain, pihak manajemen Sule menyatakan bahwa proses persetujuan ini telah melalui diskusi intensif antara ayah dan anak. “Sule sangat menghargai pendapat anaknya. Ia mengakui bahwa keputusan pernikahan bukan hanya soal dirinya, melainkan melibatkan semua orang yang terdekat,” ujar juru bicara manajemen. Ia menegaskan bahwa syarat yang diajukan anak-anak bukanlah hal yang bersifat menghalangi, melainkan sebagai bentuk kepedulian yang tulus demi kesejahteraan bersama.

Sejumlah pengamat psikologi keluarga menilai bahwa kondisi semacam ini merupakan langkah positif dalam membangun dinamika keluarga yang sehat. Dr. Rina Sari, pakar psikologi keluarga, menuturkan, “Ketika anggota keluarga, termasuk anak-anak dewasa, berani menyuarakan harapan mereka, hal tersebut menumbuhkan rasa saling menghargai dan mengurangi potensi konflik di masa depan. Apalagi dalam konteks selebriti yang hidup di bawah sorotan publik, transparansi semacam ini dapat menjadi contoh baik bagi masyarakat luas.”

Meski belum ada kepastian mengenai siapa calon pasangan baru Sule, spekulasi mengenai mantan kolega atau figur publik lain terus beredar di media sosial. Namun, yang pasti, langkah Sule untuk mengajak anak-anaknya dalam proses pengambilan keputusan menandakan perubahan sikap yang lebih inklusif. Ke depannya, publik dapat menantikan bagaimana proses pernikahan ketiga ini akan berlangsung, serta bagaimana syarat yang diajukan anak-anak akan mempengaruhi dinamika keluarga Sule ke depannya. Pada akhirnya, kisah ini tidak hanya sekadar gosip selebriti, melainkan menjadi cermin nilai-nilai keluarga modern yang menekankan komunikasi, tanggung jawab, dan kebahagiaan bersama.

Pos terkait