Aming dan Tora Sudiro Ungkap Rahasia Produksi Efisien di Film ‘Ghost in the Cell’

Aming dan Tora Sudiro Ungkap Rahasia Produksi Efisien di Film 'Ghost in the Cell'
Aming dan Tora Sudiro Ungkap Rahasia Produksi Efisien di Film 'Ghost in the Cell'

123Berita – 08 April 2026 | Para aktor Aming (Raffi Ahmad) dan Tora Sudiro baru-baru ini memberikan keterangan eksklusif mengenai proses produksi film horor fiksi ilmiah berjudul Ghost in the Cell. Film yang disutradarai oleh Joko Anwar ini diproduksi di bawah naungan Healthy Production, sebuah perusahaan produksi yang tengah dikenal karena mengusung pola kerja yang lebih sehat bagi kru dan pemain. Menurut kedua pemeran utama, jadwal syuting yang disusun secara cermat memungkinkan mereka menyelesaikan proses produksi tanpa mengorbankan kesejahteraan fisik maupun mental.

Dalam sebuah wawancara yang berlangsung di lokasi syuting, Aming menyoroti pentingnya manajemen waktu yang ketat. “Kami memulai hari kerja pada pukul delapan pagi, dan sesi utama selesai tidak lebih dari enam jam. Tidak ada pemotongan waktu tidur atau kerja lembur yang berlebihan. Ini berbeda jauh dari kebiasaan industri yang sering kali menuntut kerja berjam‑jam panjang,” ujarnya. Tora Sudiro menambahkan bahwa pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menumbuhkan suasana kerja yang lebih kondusif.

Bacaan Lainnya

Healthy Production, yang didirikan pada tahun 2022, mengusung prinsip “working smart, not hard”. Perusahaan ini mengimplementasikan beberapa kebijakan yang menjadi sorotan dalam produksi Ghost in the Cell, antara lain:

  • Jadwal Syuting Terstruktur: Setiap hari kerja direncanakan dengan detail, termasuk alokasi waktu untuk persiapan, pengambilan gambar, dan istirahat.
  • Pengaturan Istirahat yang Cukup: Kru dan pemain diberikan jeda istirahat minimal 15 menit setiap dua jam kerja, serta waktu makan yang terjamin.
  • Penggunaan Teknologi Efisien: Kamera digital terkini dan pencahayaan LED yang hemat energi dipilih untuk mempercepat proses pengambilan gambar tanpa mengurangi kualitas visual.
  • Tim Medis dan Psikolog: Tim medis siap sedia di lokasi untuk menangani kelelahan atau cedera kecil, sementara psikolog membantu mengatasi stres yang sering muncul pada genre horor.

Joko Anwar, sutradara film ini, mengungkapkan bahwa kebijakan Healthy Production sejalan dengan visinya untuk menghasilkan karya berkualitas tanpa mengorbankan kesehatan tim. “Sebagai sutradar, saya selalu menginginkan hasil maksimal, namun tidak dengan cara mengorbankan kesehatan aktor atau kru. Dengan jadwal yang teratur, kami dapat menjaga konsistensi akting, terutama dalam genre yang menuntut intensitas emosional seperti horor,” jelasnya.

Selain kebijakan internal, produksi Ghost in the Cell juga memanfaatkan lokasi syuting yang terpusat di satu kompleks studio. Hal ini meminimalkan kebutuhan transportasi panjang dan memungkinkan tim untuk bergerak lebih cepat antar set. Aming menuturkan, “Kami tidak perlu bolak‑balik antar kota atau bahkan antar provinsi. Semua kebutuhan produksi tersedia di satu tempat, sehingga efisiensi tercapai secara alami.”

Efisiensi jadwal ini terbukti dalam hasil akhir film. Meskipun durasi syuting hanya memakan waktu tiga bulan, kualitas visual dan naratif tetap terjaga. Kritikus film lokal memperkirakan bahwa Ghost in the Cell akan menjadi salah satu film horor domestik yang paling menegangkan tahun ini, berkat kombinasi atmosfir yang kuat dan akting yang konsisten.

Para pemain lain, termasuk pemeran pendukung, juga memberi apresiasi atas pendekatan Healthy Production. Salah satu aktris pendukung menyatakan, “Saya merasa lebih segar setiap kali masuk set. Tidak ada rasa lelah yang berlebihan, jadi saya dapat menyalurkan emosi karakter dengan lebih natural.”

Keberhasilan produksi ini menjadi contoh bagi industri film Indonesia yang selama ini kerap kali dihadapkan pada tantangan anggaran terbatas dan tekanan waktu yang ketat. Dengan mengadopsi model kerja yang lebih manusiawi, Healthy Production tidak hanya meningkatkan kualitas karya, tetapi juga menumbuhkan kepuasan kerja di antara para profesional film.

Secara keseluruhan, pengakuan Aming dan Tora Sudiro tentang proses syuting Ghost in the Cell menegaskan bahwa inovasi dalam manajemen produksi dapat membawa dampak positif yang signifikan. Kebijakan jadwal yang efisien, dukungan teknologi modern, serta perhatian pada kesejahteraan tim menjadi pilar utama yang memungkinkan film ini selesai tepat waktu dan tetap mempertahankan standar kualitas tinggi. Penonton yang menantikan perilisan film ini kini dapat mengharapkan pengalaman sinematik yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga dihasilkan melalui proses yang menghargai kesehatan semua pihak yang terlibat.

Pos terkait