Abdul Fattah Iriwa Resmi Dilantik Imam Muda di Sorong, Papua Barat Daya: Upacara Takabbir Suku Kokoda

Abdul Fattah Iriwa Resmi Dilantik Imam Muda di Sorong, Papua Barat Daya: Upacara Takabbir Suku Kokoda
Abdul Fattah Iriwa Resmi Dilantik Imam Muda di Sorong, Papua Barat Daya: Upacara Takabbir Suku Kokoda

123Berita – 06 April 2026 | Seorang putra dari suku Kokoda, Abdul Fattah Iriwa, resmi diangkat menjadi Imam Muda di wilayah Sorong, Papua Barat Daya pada Kamis, 12 Maret 2026. Upacara penunjukan tersebut menggabungkan elemen adat setempat dan ritual keagamaan yang dikenal dengan istilah Takabbir, sebuah tradisi yang menandai transisi kepemimpinan spiritual dalam komunitas Muslim Papua.

Acara dimulai dengan prosesi adat yang melibatkan para tetua suku, tokoh masyarakat, serta para pemuka agama. Mereka mengenakan pakaian tradisional berwarna cerah, menampilkan motif khas suku Kokoda yang sarat makna simbolik. Selama prosesi, para tetua menyampaikan doa serta harapan agar Imam Muda yang baru dilantik dapat memimpin umat dengan kebijaksanaan, keadilan, dan kepedulian sosial.

Bacaan Lainnya

Setelah rangkaian adat selesai, dilanjutkan dengan serangkaian ritual keagamaan. Imam Besar setempat memimpin shalat Jumat berjamaah, diikuti dengan bacaan Al‑Qur’an yang dibacakan secara bergantian oleh para ulama. Pada puncak acara, Abdul Fattah Iriwa menerima simbol-simbol keimaman, termasuk kain khimar, tasbih, serta sebuah kitab hadits yang dijadikan pedoman utama dalam melaksanakan tugasnya.

Takabbir, istilah yang dipakai untuk menyebut upacara ini, memiliki akar kata Arab yang berarti “menyatakan kebesaran Allah”. Dalam konteks komunitas Suku Kokoda, Takabbir tidak hanya menjadi sarana spiritual, melainkan juga wadah untuk memperkuat identitas budaya lokal yang telah berbaur dengan ajaran Islam selama beberapa generasi. Upacara tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan tradisi adat tanpa menimbulkan konflik.

  • Lokasi: Sorong, Papua Barat Daya.
  • Waktu: Kamis, 12 Maret 2026.
  • Tokoh utama: Abdul Fattah Iriwa, putra Suku Kokoda.
  • Ritual utama: Takabbir, shalat Jumat, penyerahan simbol keimaman.

Keberadaan Imam Muda di wilayah yang secara geografis terisolasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, terutama dalam pendidikan agama bagi generasi muda. Abdul Fattah Iriwa, yang telah menempuh pendidikan formal di pesantren di Jawa Barat, menyatakan komitmennya untuk mengembangkan program belajar mengaji, kajian kitab, serta kegiatan sosial berbasis keagamaan di desa-desa terpencil.

“Saya merasa terhormat dan bertanggung jawab atas amanah ini,” ujar Abdul Fattah Iriwa dalam sambutan singkatnya setelah upacara. “Saya berjanji akan menjadi jembatan antara nilai-nilai tradisional suku Kokoda dan ajaran Islam yang universal, demi kesejahteraan umat dan kelestarian budaya kita.”

Para tokoh adat dan pemuka agama menilai bahwa penunjukan Imam Muda ini dapat menjadi katalisator perubahan positif dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi. Salah satu tetua suku menambahkan, “Dengan kehadiran Imam Muda yang memiliki latar belakang pendidikan modern, kami berharap dapat membuka akses informasi dan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.”

Sejumlah organisasi non‑pemerintah yang aktif di wilayah Papua juga menyambut baik penunjukan ini. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral untuk mengatasi tantangan geografis dan sosial‑ekonomi yang masih dihadapi oleh masyarakat Sorong. Program pelatihan keahlian, bantuan beasiswa, serta penyediaan fasilitas ibadah menjadi agenda yang akan dibahas dalam pertemuan lanjutan antara pihak pesantren, pemerintah daerah, dan LSM.

Penunjukan Imam Muda ini juga mencerminkan dinamika perkembangan Islam di wilayah Indonesia timur, di mana tradisi lokal sering kali berinteraksi dengan praktik keagamaan global. Keunikan Suku Kokoda yang memadukan ritual adat dengan ibadah Islam menegaskan keragaman budaya bangsa, sekaligus menantang stereotip homogenitas dalam praktik keagamaan.

Secara historis, keberadaan komunitas Muslim di Papua telah tercatat sejak abad ke‑20, ketika para pedagang dan mubaligh datang ke pulau-pulau Papua. Namun, integrasi yang mendalam antara identitas etnis dan keagamaan baru tampak kuat dalam beberapa dekade terakhir, terutama melalui pendidikan pesantren dan kegiatan dakwah yang berorientasi pada kearifan lokal.

Dengan penunjukan Abdul Fattah Iriwa sebagai Imam Muda, Sorong kini memiliki sosok kepemimpinan yang diharapkan mampu menjembatani dua dunia: tradisi Suku Kokoda yang kaya akan nilai-nilai kebersamaan, serta tuntutan modernitas dalam pelayanan keagamaan. Diharapkan pula bahwa keberadaan Imam Muda ini akan menginspirasi generasi muda untuk lebih aktif dalam kehidupan beragama sekaligus memperkuat rasa kebangsaan.

Ke depan, agenda kerja Imam Muda mencakup penyusunan kurikulum pendidikan agama yang selaras dengan kebutuhan lokal, peningkatan sarana ibadah, serta penguatan jaringan sosial keagamaan yang dapat menanggulangi masalah sosial seperti kemiskinan dan kesehatan. Dukungan dari pemerintah daerah, organisasi keagamaan, serta masyarakat luas menjadi kunci utama keberhasilan visi tersebut.

Penunjukan Imam Muda ini sekaligus menandai babak baru dalam sejarah keagamaan Papua Barat Daya, di mana tradisi adat dan keimaman Islam bersinergi untuk menciptakan harmoni sosial. Semoga kepemimpinan Abdul Fattah Iriwa dapat menginspirasi perubahan positif yang berkelanjutan, tidak hanya bagi komunitas Suku Kokoda, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Papua yang terus berjuang membangun masa depan yang lebih sejahtera.

Pos terkait