Wapres Gibran Dorong Hilirisasi Produk Lokal NTT, Buka Pasar UMKM ke Kancah Internasional

Wapres Gibran Dorong Hilirisasi Produk Lokal NTT, Buka Pasar UMKM ke Kancah Internasional
Wapres Gibran Dorong Hilirisasi Produk Lokal NTT, Buka Pasar UMKM ke Kancah Internasional

123Berita – 07 April 2026 | Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke NTT Mart, pusat penjualan produk unggulan provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada kesempatan itu, beliau meninjau langsung kios-kios yang menampilkan ragam barang tradisional, kerajinan tangan, dan hasil pertanian daerah, sekaligus berdialog dengan para pengrajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

Dalam rangka memperkuat daya saing produk NTT, Gibran menekankan pentingnya proses hilirisasi—langkah menambah nilai tambah pada bahan mentah hingga menjadi barang siap pakai atau produk akhir. Menurutnya, hilirisasi bukan sekadar meningkatkan margin keuntungan, melainkan membuka peluang masuk ke pasar nasional maupun internasional, yang selama ini masih didominasi oleh produk luar daerah.

Bacaan Lainnya

Provinsi NTT memiliki sumber daya alam yang melimpah, mulai dari hasil pertanian seperti kopi, kakao, dan rempah-rempah hingga hasil laut yang kaya. Namun, sebagian besar komoditas tersebut masih diperdagangkan dalam bentuk mentah, sehingga nilai ekonominya tidak optimal. Dengan mengembangkan rantai nilai yang lebih panjang, UMKM di NTT dapat memproduksi barang jadi, seperti kopi specialty, produk olahan kelapa, atau kerajinan berbahan baku alami, yang lebih mudah diterima di pasar global.

Gibran juga menyoroti tantangan yang dihadapi UMKM, antara lain keterbatasan akses ke pembiayaan, kurangnya pelatihan manajemen produksi, serta minimnya jaringan pemasaran digital. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM bersama pemerintah daerah berkomitmen memperkenalkan serangkaian program, antara lain:

  • Penyediaan fasilitas kredit bersubsidi khusus bagi pelaku usaha yang mengadopsi proses hilirisasi.
  • Pelatihan intensif tentang standar kualitas internasional, desain produk, dan branding.
  • Integrasi NTT Mart dengan platform e‑commerce nasional dan internasional, sehingga produk dapat dipasarkan secara daring tanpa batas geografis.
  • Pembentukan hub logistik regional yang mempermudah distribusi produk ke pelabuhan ekspor utama.

Langkah-langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan UMKM, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda di daerah terpencil. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% dalam nilai tambah produk lokal dapat menyumbang tambahan pendapatan sebesar Rp 30 miliar bagi provinsi, sekaligus memperkuat kontribusi NTT terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Dalam sambutannya, Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan NTT Mart sebagai gerbang ekspor produk unggulan daerah. “Kami ingin produk NTT tidak hanya dikenal di pasar domestik, tetapi juga bersaing di panggung internasional. Hilirisasi adalah kunci, dan dukungan dari semua pihak—pemerintah, swasta, serta masyarakat—harus bersinergi demi tercapainya tujuan itu,” ujar Gibran.

Dengan dorongan kuat dari kepemimpinan tertinggi, sinergi kebijakan, dan semangat inovatif para pengusaha lokal, prospek hilirisasi produk NTT semakin realistis. Jika semua program berjalan sesuai rencana, tidak menutup kemungkinan dalam beberapa tahun ke depan NTT menjadi contoh sukses transformasi ekonomi daerah melalui penguatan UMKM, sekaligus memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Pos terkait