123Berita – 10 April 2026 | Pelatih Belanda Jean-Paul van Gastel, yang kini memimpin PSIM Yogyakarta, menyoroti secara tajam masalah penyelesaian akhir timnya menjelang pertemuan penting melawan PSM Makassar. Dalam konferensi pers pekan ini, van Gastel mengungkapkan keprihatinannya atas ketidakmampuan pemain untuk memanfaatkan peluang yang tercipta, sebuah faktor yang telah menjadi penyebab penurunan performa dan hasil negatif dalam beberapa laga terakhir.
Masalah penyelesaian akhir tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga mental. Pemain sering kali tampak ragu pada saat berada di dalam kotak penalti, mengakibatkan tembakan yang tidak tepat sasaran atau bahkan kehilangan bola. Van Gastel menambahkan, “Kepercayaan diri dalam mengeksekusi akhir harus dibangun melalui latihan intensif dan simulasi situasi pertandingan yang realistis.”
Berikut ini adalah ringkasan performa akhir lima laga terakhir PSIM:
| Pertandingan | Gol | Tembakan ke Gawang | Konversi (%) |
|---|---|---|---|
| PSIM vs Persik | 0 | 3 | 0,0 |
| PSIM vs Persita | 1 | 4 | 25,0 |
| PSIM vs PSM | 0 | 2 | 0,0 |
| PSIM vs Persija | 1 | 5 | 20,0 |
| PSIM vs Barito Putera | 0 | 3 | 0,0 |
Data di atas menunjukkan fluktuasi yang signifikan, namun tren umum tetap negatif. Van Gastel menyampaikan bahwa sesi latihan ke depan akan difokuskan pada penyelesaian akhir, termasuk latihan satu lawan satu, penyusunan skenario gol, serta peningkatan kecepatan pengambilan keputusan di area penalti.
Menjelang laga kontra PSM Makassar, yang dijadwalkan pada pekan depan, tekanan semakin besar. PSM, yang menempati posisi tiga besar klasemen, memiliki lini serang tajam dan statistik penyelesaian akhir yang mendekati 40% dari total tembakan. Jika PSIM tidak mampu menutup celah tersebut, peluang untuk mencuri poin akan semakin kecil.
- Fokus latihan: Finishing, positioning, dan keputusan cepat.
- Target: Meningkatkan konversi gol menjadi minimal 20% dalam tiga pertandingan berikutnya.
- Strategi taktis: Memanfaatkan sayap untuk menciptakan ruang di kotak penalti.
Selain aspek teknis, van Gastel juga menekankan pentingnya dukungan suporter. Atmosfer stadion Yogyakarta dikenal ramah, namun ekspektasi tinggi menuntut tim memberikan penampilan yang lebih agresif dan berani. “Suporter kami pantas mendapatkan kemenangan, dan kami bertekad untuk memberikan yang terbaik,” ujar sang pelatih.
Dalam beberapa wawancara sebelumnya, van Gastel mengakui bahwa adaptasi budaya dan bahasa menjadi tantangan, namun ia percaya bahwa pendekatan profesional dan kerja keras akan mengubah dinamika tim. Ia menambahkan, “Kami sedang membangun mentalitas juara. Penyelesaian akhir hanyalah satu bagian dari proses tersebut, tetapi merupakan bagian yang paling krusial.”
Dengan pendekatan yang lebih terstruktur pada penyelesaian akhir, PSIM berharap dapat menambah poin penting melawan PSM Makassar. Jika berhasil, tim tidak hanya memperbaiki posisi klasemen, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri yang sangat dibutuhkan menjelang sisa musim.
Secara keseluruhan, pernyataan van Gastel menegaskan bahwa perbaikan di zona serang menjadi prioritas utama. Penguatan mental, teknik, dan taktik akan diuji pada laga berikutnya, yang sekaligus menjadi batu ujian bagi kemampuan PSIM untuk bangkit dari fase negatif dan kembali bersaing di level atas Liga 1.