123Berita – 08 April 2026 | Langkah tegas muncul dari keluarga aktor Hollywood yang meninggal karena overdosis ketamin pada Oktober 2023. Ibu tiri Matthew Perry, yang masih aktif memperjuangkan keadilan atas kematian sang mantan bintang sitcom, secara terbuka menuntut agar pelaku penjualan narkoba—yang dijuluki “Ketamine Queen“—dihukum dengan hukuman terberat yang memungkinkan.
Pengakuan bersalah oleh wanita berusia 39 tahun itu baru-baru ini menjadi sorotan utama media internasional. Ia mengakui telah menjual sejumlah besar ketamin, termasuk satu paket yang diyakini berisi dosis mematikan yang diterima oleh Perry sebelum ditemukan tidak sadarkan diri di apartemennya di Los Angeles. Setelah proses hukum berjalan, hakim diperkirakan akan menjatuhkan putusan pada akhir September 2024.
Berikut beberapa fakta penting yang terungkap dalam proses persidangan:
- Pengakuan Bersalah: Terdakwa mengakui penjualan ketamin secara online kepada pembeli di Amerika Serikat, termasuk Perry, melalui jaringan gelap internet.
- Jumlah dan Bentuk: Ketamin yang dijual berupa cairan dalam botol berukuran 10 mililiter, masing-masing mengandung dosis yang jauh melebihi standar medis.
- Motif Keuangan: Penjualan ini menghasilkan pendapatan tahunan mencapai ratusan ribu dolar, menjadikan si penjual sebagai figur sentral dalam pasar gelap ketamin.
- Reaksi Keluarga: Ibu tiri Perry, yang belum mengungkapkan nama lengkapnya demi privasi, menuntut hukuman maksimal, mengingat rasa sakit yang dirasakan keluarganya.
Pengadilan federal di California menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar pelanggaran narkotika biasa, melainkan mencerminkan tren peningkatan penggunaan ketamin sebagai obat rekreasi di kalangan selebritas dan publik umum. Sejumlah laporan medis menunjukkan bahwa ketamin, meski memiliki potensi terapeutik untuk depresi berat, dapat menjadi sangat berbahaya bila disalahgunakan tanpa kontrol dosis.
Berbagai outlet media, termasuk BBC, The Guardian, dan CNN, menyoroti bahwa kasus ini menandai era baru dalam penegakan hukum terhadap dealer narkoba yang menargetkan konsumen berprofil tinggi. Analisis para pakar hukum menilai bahwa hukuman maksimal—yang dapat mencapai 20 tahun penjara ditambah denda besar—akan menjadi contoh dissuasif bagi jaringan perdagangan narkoba yang beroperasi secara daring.
Di sisi lain, komunitas medis dan rehabilitasi menekankan pentingnya edukasi publik mengenai bahaya ketamin. Mereka mengingatkan bahwa meski beberapa studi mengusulkan manfaat ketamin dalam terapi depresi, penggunaan di luar pengawasan profesional dapat memicu efek samping serius, termasuk kerusakan fungsi kognitif dan risiko kematian.
Kasus Perry juga memicu diskusi tentang tanggung jawab platform digital dalam memfasilitasi transaksi narkoba. Pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan regulasi lebih ketat terhadap penyedia layanan internet yang memungkinkan anonimitas penjual dan pembeli.
Menjelang sidang akhir, keluarga Perry menyiapkan pernyataan emosional yang akan dibacakan di ruang sidang. Mereka berharap putusan yang tegas tidak hanya memberikan rasa keadilan bagi Perry, tetapi juga menjadi peringatan kuat bagi semua pihak yang terlibat dalam perdagangan narkoba.
Jika hakim memutuskan hukuman maksimal, kasus ini dapat menjadi preseden penting dalam penanggulangan pasar gelap narkotika digital, sekaligus menegaskan bahwa kehilangan nyawa publik figur terkenal tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa konsekuensi hukum yang setimpal.
Dengan menunggu keputusan akhir, keluarga Perry terus memperjuangkan warisan sang aktor—menekankan bahwa ingatan akan Matthew Perry akan tetap hidup melalui karya-karyanya dan melalui upaya menegakkan keadilan bagi mereka yang bertanggung jawab atas kepergiannya.