123Berita – 22 April 2026 | Polisi Metro Jakarta Timur berhasil menggagalkan jaringan pencurian dengan modus ganjal ATM di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Empat tersangka yang berperan sebagai spesialis ganjal ATM ditangkap setelah melakukan serangkaian aksi pemerasan yang merugikan korban hingga total nilai mencapai Rp274 juta.
Kasus ini terungkap pada Minggu (22/04/2026) setelah tim investigasi melakukan penyelidikan intensif selama beberapa minggu. Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku menggunakan perangkat keras khusus yang dipasang pada mesin ATM untuk mengakses data kartu debit dan kredit nasabah secara ilegal. Setelah data berhasil didapatkan, pelaku menyalurkan informasi tersebut ke jaringan pihak ketiga yang kemudian melakukan transaksi penarikan dana secara berulang-ulang.
Modus ganjal ATM yang dipraktikkan oleh kelompok ini melibatkan langkah-langkah berikut:
- Penempatan perangkat penyadap pada lubang kartu ATM secara tersembunyi.
- Pengambilan data kartu nasabah ketika korban memasukkan kartu dan PIN.
- Pengiriman data ke server pusat melalui jaringan seluler atau Wi‑Fi.
- Eksekusi transaksi penarikan dana secara otomatis dalam waktu singkat, menghindari deteksi oleh sistem bank.
Para korban melaporkan kehilangan dana secara mendadak, biasanya setelah melakukan transaksi kecil di ATM terdekat. Beberapa di antaranya menyadari adanya penarikan tidak sah ketika memeriksa mutasi rekening secara online. Total kerugian yang berhasil dikumpulkan oleh kelompok tersebut mencapai Rp274 juta, dengan masing-masing korban kehilangan antara Rp5 juta hingga Rp30 juta.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol. Dedy Haryono, menyatakan bahwa penangkapan ini merupakan hasil kolaborasi antara unit cybercrime, unit kriminal umum, serta tim forensik digital. “Kami telah mengidentifikasi pola serangan dan menelusuri jejak digital yang ditinggalkan para pelaku. Penangkapan empat tersangka ini menunjukkan efektivitas kerja sama lintas unit dalam memberantas kejahatan siber,” ujarnya dalam konferensi pers.
Selama proses penangkapan, polisi menemukan sejumlah barang bukti penting, termasuk perangkat keras penyadap kartu, laptop yang berisi data nasabah, serta rekaman video CCTV yang memperlihatkan aktivitas pemasangan perangkat pada mesin ATM. Selain itu, tim forensik digital berhasil mengekstrak data log transaksi yang menghubungkan para tersangka dengan rekening bank yang digunakan untuk menyalurkan hasil curian.
Para tersangka, yang masing-masing berusia antara 28 hingga 35 tahun, diketahui memiliki latar belakang teknis di bidang jaringan komputer dan elektronik. Salah satu dari mereka, yang belum diungkapkan identitasnya, mengaku bahwa modus ganjal ATM dipelajari dari forum daring yang khusus membahas teknik hacking pada sistem perbankan.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat, terutama pengguna layanan perbankan digital yang semakin mengandalkan ATM sebagai sarana transaksi rutin. Bank-bank yang beroperasi di wilayah Jakarta Timur telah meningkatkan pemantauan keamanan pada mesin ATM, termasuk pemasangan kamera tambahan dan penggunaan sistem enkripsi yang lebih kuat.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat menggunakan ATM. Beberapa langkah preventif yang disarankan antara lain:
- Mengamati kondisi mesin ATM sebelum memasukkan kartu, terutama apakah ada bagian yang tampak tidak normal atau terpasang tambahan perangkat.
- Menutup tangan saat memasukkan PIN untuk menghindari pencurian visual.
- Segera memeriksa mutasi rekening setelah melakukan transaksi dan melaporkan transaksi yang tidak dikenali.
- Menggunakan layanan mobile banking untuk transaksi kecil guna mengurangi ketergantungan pada ATM.
Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menegaskan pentingnya peningkatan standar keamanan pada jaringan ATM nasional. Kedua lembaga tersebut berkomitmen untuk melakukan audit rutin dan mengeluarkan regulasi terbaru yang mewajibkan penggunaan teknologi anti‑skimming pada semua mesin ATM di Indonesia.
Dengan penangkapan empat spesialis ganjal ATM ini, diharapkan jaringan kriminal yang lebih luas dapat terungkap dan dicegah sebelum menimbulkan kerugian yang lebih signifikan. Polisi Metro Jakarta Timur menegaskan bahwa investigasi masih terus berlanjut untuk mengidentifikasi kemungkinan anggota tambahan serta mengamankan seluruh dana yang telah dipindahkan ke rekening-akun yang dicurigai.
Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak—baik institusi perbankan, aparat penegak hukum, maupun pengguna layanan perbankan—untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan berkolaborasi dalam menjaga keamanan sistem keuangan nasional.





