123Berita – 10 Juli 2026 | Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa serangan Amerika Serikat (AS) di lima provinsi Iran selama dua hari terakhir telah menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 78 lainnya. Serangan ini merupakan eskalasi ketegangan antara AS dan Iran yang telah berlangsung selama beberapa waktu.
Serangan AS ke Iran ini dilaporkan terjadi di beberapa lokasi, termasuk provinsi Khuzestan, Ilam, dan Kermanshah. Kementerian Kesehatan Iran menyatakan bahwa korban tewas dan luka-luka akibat serangan tersebut masih terus bertambah.
Iran telah mengecam serangan AS ini sebagai tindakan agresi yang tidak dapat dibenarkan. Pemerintah Iran mengatakan bahwa mereka akan melakukan tindakan balasan terhadap serangan AS ini.
AS dan Iran telah memiliki hubungan yang tegang selama beberapa dekade, terutama setelah revolusi Iran pada tahun 1979. Ketegangan antara kedua negara ini telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah AS keluar dari perjanjian nuklir Iran pada tahun 2018.
Serangan AS ke Iran ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional tentang kemungkinan perang antara AS dan Iran. Beberapa negara, termasuk Uni Eropa, telah menyerukan agar kedua belah pihak untuk menahan diri dan mencari solusi damai.
Di dalam negeri, serangan AS ke Iran ini telah menimbulkan reaksi yang beragam. Beberapa orang mendukung tindakan AS ini, sementara yang lain mengecamnya sebagai tindakan agresi yang tidak dapat dibenarkan.
Korban tewas dan luka-luka akibat serangan AS ke Iran ini masih terus bertambah. Kementerian Kesehatan Iran terus memantau situasi dan memberikan bantuan kepada korban.
Untuk memahami lebih lanjut tentang serangan AS ke Iran ini, perlu dilihat dari beberapa aspek, termasuk latar belakang ketegangan antara AS dan Iran, dampak serangan ini terhadap keamanan regional dan global, serta reaksi dari masyarakat internasional.





