123Berita – 05 April 2026 | Sassuolo berhasil mengamankan tiga poin penting melawan Cagliari dengan skor tipis 2-1 dalam lanjutan Serie A 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadio Città del Tricolore itu menampilkan drama sejak menit awal, terutama ketika kiper muda Jay Idzes melakukan blunder yang sempat membuat tim lawan unggul. Namun, tekad tim I Neroverdi tak surut; mereka bangkit dan mencetak gol penyeimbang serta gol penentu kemenangan di babak kedua.
Babak pertama dimulai dengan intensitas tinggi. Cagliari, yang dipimpin oleh pelatih Diego López, menekan dari menit pertama, memanfaatkan kecepatan sayap kanan mereka, Francesco Caputo. Pada menit ke-12, Cagliari berhasil menembus pertahanan Sassuolo melalui serangan balik yang berujung pada tembakan keras Caputo. Kiper Sassuolo, Jay Idzes, yang masih berusia 21 tahun, gagal menahan bola tersebut; bola meluncur melewati tangannya dan masuk ke gawang, memberikan keunggulan 1-0 bagi Cagliari.
Setelah gol tersebut, Sassuolo tampak berusaha menstabilkan lini pertahanan. Pelatih Alessio Dionisi mengganti taktik, menurunkan pemain tengah bertahan, Daniele Cardelli, untuk menambah ketahanan di lini belakang. Tekanan Cagliari sedikit mereda, namun mereka tetap mengontrol penguasaan bola sekitar 55 persen selama 45 menit pertama.
Pertandingan berlanjut dengan serangan balasan dari Sassuolo. Pada menit ke-33, striker andalan mereka, Domenico Berardi, berhasil memanfaatkan ruang di sisi kanan pertahanan Cagliari. Berardi mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti yang kemudian diantisipasi oleh striker muda, Francesco Caputo (bukan pemain Cagliari, melainkan pemain Sassuolo dengan nama serupa), yang menanduk bola ke dalam jaringan, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut menghidupkan kembali semangat tim tuan rumah.
Menjelang akhir babak pertama, kedua pelatih melakukan pergantian pemain. Cagliari memasukkan veteran striker, Gianluca Lapadula, untuk menambah opsi serangan, sementara Sassuolo menurunkan gelandang kreatif, Giacomo Rizzo, dengan harapan memperkuat lini serang.
Babak kedua dimulai dengan tempo yang lebih menguasai Sassuolo. Pada menit ke-58, Berardi kembali menjadi pahlawan dengan mencetak gol penentu kemenangan. Ia menerima umpan pendek dari Rizzo di sisi kanan lapangan, melesat ke dalam kotak penalti, dan dengan tenang menempatkan bola ke sudut atas gawang Idzes. Gol itu mengantarkan Sassuolo memimpin 2-1.
Setelah gol penentu, Cagliari berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Mereka menekan secara beruntun, namun pertahanan Sassuolo yang dipimpin oleh Daniele Cardelli dan bek tengah Alessandro Gabbianelli berhasil menahan serangan. Jay Idzes, yang sempat melakukan kesalahan di babak pertama, tampil lebih tenang dan melakukan beberapa penyelamatan krusial, terutama pada menit ke-78 ketika Lapadula melepaskan tembakan voli yang hampir masuk.
Menjelang akhir pertandingan, Cagliari mencoba menggandakan peluang dengan mengubah formasi menjadi 3-5-2, menambahkan bek tengah tambahan untuk menutup ruang. Namun, Sassuolo tetap bertahan kokoh dan menutup pertandingan dengan skor 2-1.
Hasil ini membawa Sassuolo naik satu posisi di klasemen Serie A, menempati posisi ke-7 dengan 34 poin, sementara Cagliari tetap berada di zona degradasi dengan 18 poin, menempati posisi ke-18. Kemenangan ini menjadi titik balik penting bagi Sassuolo yang sebelumnya mengalami serangkaian hasil imbang.
Keberhasilan Sassuolo dalam menahan tekanan dan memanfaatkan peluang menunjukkan peningkatan taktik pelatih Dionisi, terutama dalam mengelola situasi krisis seperti blunder Idzes. Di sisi lain, Cagliari harus mengevaluasi pertahanan mereka, khususnya dalam mengantisipasi serangan balik cepat.
Secara statistik, pertandingan ini mencatat 12 tembakan ke gawang, dengan 6 di antaranya tepat sasaran. Possession didominasi Cagliari (55% vs 45% Sassuolo), namun efisiensi serangan Sassuolo lebih tinggi dengan rasio tembakan ke gol 2:3 dibandingkan Cagliari 1:5.
Dengan hasil ini, Sassuolo kini menatap laga berikutnya melawan Torino, sementara Cagliari harus berjuang keras melawan Juventus dalam upaya menghindari relegasi. Kedua tim memiliki tantangan berbeda, namun pertandingan ini memberikan pelajaran penting tentang ketahanan mental dan pentingnya mengoptimalkan peluang dalam kompetisi Serie A.
Secara keseluruhan, pertandingan antara Sassuolo dan Cagliari menjadi contoh dramatis dari sepak bola Italia: gol-gol krusial, kesalahan individu, dan kebangkitan tim. Kemenangan 2-1 bagi Sassuolo tidak hanya menambah tiga poin, tetapi juga meneguhkan kepercayaan diri mereka dalam perebutan tempat di papan tengah klasemen.