123Berita – 07 April 2026 | Samsung mengumumkan penghentian layanan aplikasi pesan bawaan, Samsung Messages, yang selama ini menjadi pilihan utama pengguna perangkat Samsung di Indonesia. Keputusan ini menandai berakhirnya era aplikasi pesan eksklusif Samsung, sekaligus menegaskan pergeseran strategi perusahaan dalam menyederhanakan ekosistem perangkat lunak pada smartphone Android.
Penghentian resmi Samsung Messages akan berlaku secara bertahap, dimulai dari update sistem operasi terbaru yang dirilis pada kuartal pertama 2024. Pengguna yang masih mengandalkan aplikasi tersebut diharapkan untuk beralih ke aplikasi pesan standar Google, yaitu Google Messages, yang telah terintegrasi secara native pada hampir semua perangkat Android modern, termasuk lini terbaru Samsung Galaxy.
Langkah ini tidak mengejutkan banyak pihak, mengingat Samsung telah lama menyiapkan transisi ke Google Messages pada model-model flagship dan mid‑range terbaru. Sejak peluncuran Android 12, Samsung secara bertahap menggantikan aplikasi pesan bawanya dengan Google Messages, memanfaatkan dukungan resmi untuk fitur RCS (Rich Communication Services) yang menawarkan pengalaman pesan lebih kaya, seperti berbagi foto, video, dan stiker tanpa batasan ukuran.
- Kompatibilitas yang lebih luas: Google Messages didukung di seluruh perangkat Android, memungkinkan pengguna Samsung berkomunikasi dengan pengguna Android lainnya tanpa hambatan.
- Pembaruan keamanan rutin: Sebagai aplikasi resmi Google, Google Messages menerima pembaruan keamanan lebih cepat dibandingkan aplikasi pihak ketiga.
- Fitur RCS terintegrasi: Pengguna dapat menikmati fitur chat grup, pengiriman file besar, serta tampilan percakapan yang lebih interaktif.
Pengguna yang masih menggunakan Samsung Messages akan tetap dapat mengakses riwayat percakapan selama periode transisi, namun tidak akan ada pembaruan fitur atau perbaikan keamanan baru. Samsung menyarankan pengguna untuk mengekspor data penting, seperti foto, video, dan dokumen yang tersimpan dalam percakapan, sebelum aplikasi dinonaktifkan sepenuhnya.
Berikut langkah-langkah sederhana untuk beralih dari Samsung Messages ke Google Messages:
- Buka Settings (Pengaturan) pada perangkat Samsung Anda.
- Pilih Apps (Aplikasi) atau Applications kemudian temukan Samsung Messages.
- Klik Clear data (Hapus data) untuk memastikan tidak ada sisa data yang mengganggu.
- Kembali ke menu utama, buka Google Play Store dan unduh Google Messages jika belum terpasang.
- Setel Google Messages sebagai aplikasi default untuk SMS/MMS melalui Default apps di pengaturan.
- Jika diperlukan, impor riwayat percakapan dengan fitur Backup & Restore yang tersedia di Google Messages.
Transisi ini juga memberi peluang bagi Samsung untuk memperkuat layanan lainnya, seperti Samsung Flow, yang mengintegrasikan pengalaman lintas perangkat antara smartphone, tablet, dan PC. Dengan mengalihkan fokus dari aplikasi pesan ke layanan yang lebih terhubung, Samsung berharap dapat meningkatkan nilai tambah bagi ekosistem Galaxy secara keseluruhan.
Para ahli teknologi menilai keputusan ini sebagai langkah logis mengingat dominasi Google Messages di ekosistem Android. “Pengguna Samsung di Indonesia sudah terbiasa dengan Google Messages, terutama setelah dukungan RCS menjadi standar industri,” ujar Budi Santoso, analis di PT Tech Insight. “Penghentian Samsung Messages tidak akan menimbulkan gangguan signifikan, melainkan menyederhanakan proses pembaruan keamanan dan menurunkan kompleksitas pemeliharaan aplikasi.”
Namun, tidak sedikit pengguna yang merasa kehilangan sentuhan khas Samsung pada aplikasi pesan mereka, seperti tema yang dapat disesuaikan dan integrasi mendalam dengan layanan Samsung lainnya, seperti Samsung Pay dan Samsung Cloud. Samsung menjanjikan bahwa fitur‑fitur tersebut akan tetap tersedia melalui aplikasi Samsung lainnya atau melalui pembaruan khusus pada Google Messages.
Secara keseluruhan, penutupan Samsung Messages menandai evolusi penting dalam strategi perangkat lunak Samsung di Indonesia. Pengguna diharapkan dapat menikmati pengalaman pesan yang lebih konsisten dan aman melalui Google Messages, sementara Samsung dapat memusatkan sumber daya pada inovasi lain yang lebih strategis.
Kesimpulannya, penghentian Samsung Messages merupakan langkah adaptif yang sejalan dengan tren global Android. Dengan memanfaatkan Google Messages sebagai standar baru, Samsung tidak hanya menyederhanakan ekosistemnya, tetapi juga memberikan jaminan keamanan dan kompatibilitas yang lebih baik bagi pengguna di Indonesia.