123Berita – 09 Mei 2026 | Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, mengingatkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengenai sejumlah risiko yang terkait dengan rencana hidupkan kembali Badan Sinkronisasi Fond (BSF). Menurut Yusuf, rencana ini memiliki risiko besar moral hazard hingga ketergantungan pasar.
Yusuf menjelaskan bahwa moral hazard terjadi ketika suatu pihak, dalam hal ini pemerintah, mengambil keputusan yang berisiko tanpa mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin terjadi. Hal ini dapat menyebabkan pihak lain, seperti perusahaan atau individu, mengambil keputusan yang serupa, sehingga meningkatkan risiko keseluruhan.
Selain itu, Yusuf juga memperingatkan tentang ketergantungan pasar pada BSF. Jika BSF dihidupkan kembali, maka pasar mungkin menjadi terlalu bergantung pada lembaga ini, sehingga mengurangi kemampuan pasar untuk beradaptasi dengan perubahan ekonomi.
Yusuf menyarankan agar pemerintah lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan tentang BSF. Ia menekankan bahwa pemerintah harus mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dari keputusan ini dan memastikan bahwa keputusan tersebut tidak akan menyebabkan kerugian pada perekonomian negara.
Pada akhirnya, Yusuf berharap bahwa pemerintah dapat mengambil keputusan yang tepat dan bijak dalam menghadapi tantangan ekonomi yang dihadapi oleh negara. Ia percaya bahwa dengan keputusan yang tepat, pemerintah dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.





