123Berita – 09 Mei 2026 | Reformasi Polri telah menjadi topik hangat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, apakah reformasi ini benar-benar membawa perubahan signifikan? Pakar hukum dari Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto, menilai bahwa enam poin rekomendasi Tim Percepatan Reformasi Polri belum menyentuh perubahan mendasar dalam kepolisian.
Aan juga menekankan bahwa reformasi Polri harus dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh, tidak hanya sebatas pada peningkatan kualitas pelayanan dan pengawasan. Ia menyarankan bahwa perlu dilakukan perubahan struktural dan sistematis dalam kepolisian, termasuk peningkatan transparansi dan akuntabilitas, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Reformasi Polri juga harus diiringi dengan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Masyarakat harus dilibatkan dalam proses reformasi dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan kritik mereka terhadap kepolisian. Dengan demikian, reformasi Polri dapat menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi beberapa kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan dalam kepolisian. Kasus-kasus ini telah menimbulkan kekecewaan dan kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Oleh karena itu, reformasi Polri harus menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kualitas dan kredibilitas kepolisian.
Reformasi Polri juga harus diiringi dengan peningkatan kerja sama antara kepolisian dan lembaga lainnya, seperti kejaksaan dan pengadilan. Kerja sama ini dapat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penanganan kasus-kasus kejahatan dan penyalahgunaan kekuasaan.
Untuk mencapai reformasi Polri yang efektif, perlu dilakukan beberapa langkah strategis. Pertama, perlu dilakukan analisis menyeluruh terhadap kelemahan dan kekuatan kepolisian. Kedua, perlu dilakukan perubahan struktural dan sistematis dalam kepolisian. Ketiga, perlu dilakukan peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam kepolisian. Keempat, perlu dilakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam kepolisian.
Dalam kesimpulan, reformasi Polri harus dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh untuk meningkatkan kualitas dan kredibilitas kepolisian. Perlu dilakukan perubahan struktural dan sistematis, peningkatan transparansi dan akuntabilitas, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, reformasi Polri dapat menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.





