123Berita – 08 Mei 2026 | Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang telah menjatuhkan putusan bebas terhadap mantan Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang terkait dengan kasus Sritex. Keputusan ini menambah daftar pejabat yang dibebaskan dalam kasus yang sama, setelah sebelumnya Babay Farid juga dibebaskan.
Supriyatno divonis bebas karena dianggap tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan bukti-bukti yang dikemukakan oleh jaksa penuntut umum dan pembelaan dari tim kuasa hukum Supriyatno. Dalam persidangan, Supriyatno menyatakan bahwa dia tidak terlibat dalam kegiatan korupsi yang dituduhkan kepadanya.
Kasus Sritex telah menarik perhatian publik karena melibatkan beberapa pejabat tinggi dan menyangkut dugaan penyalahgunaan wewenang dan keuangan negara. Putusan bebas terhadap Supriyatno menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, dengan beberapa pihak mempertanyakan transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus ini.
Supriyatno mengungkapkan rasa lega dan syukur atas putusan bebas yang diterimanya. Dia berharap keputusan ini dapat membantu memulihkan nama baiknya yang telah tercoreng oleh kasus ini. Sementara itu, jaksa penuntut umum telah menyatakan kekecewaan atas putusan ini dan sedang mempertimbangkan untuk mengajukan banding.
Dalam beberapa hari mendatang, diharapkan ada klarifikasi lebih lanjut mengenai putusan ini dan langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihak berwenang. Sementara itu, Supriyatno berencana untuk fokus pada pemulihan hidup pribadi dan profesionalnya setelah melewati proses peradilan yang panjang.
Putusan bebas terhadap Supriyatno menambah kompleksitas kasus Sritex, yang terus menjadi perhatian masyarakat dan pengamat hukum. Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus korupsi, serta perlunya memastikan bahwa setiap orang mendapatkan perlakuan adil dan sesuai dengan hukum.
Akhirnya, putusan bebas terhadap Supriyatno membuka babak baru dalam kasus Sritex, dengan berbagai kemungkinan dan pertanyaan yang masih menunggu jawaban. Masyarakat dan pengamat hukum akan terus memantau perkembangan kasus ini dengan penuh perhatian, karena kasus ini tidak hanya menyangkut individu yang terlibat, tetapi juga integritas sistem hukum dan pemerintahan.





