Rayan Cherki Minta Maaf Usai Kenakan Jersey Hugo Ekitike di Bangku Cadangan Man City

Rayan Cherki Minta Maaf Usai Kenakan Jersey Hugo Ekitike di Bangku Cadangan Man City
Rayan Cherki Minta Maaf Usai Kenakan Jersey Hugo Ekitike di Bangku Cadangan Man City

123Berita – 06 April 2026 | Pemain muda Manchester City, Rayan Cherki, menjadi sorotan publik setelah insiden tak terduga di perempat final Piala FA 2025/2026 melawan Liverpool. Di menit-menit akhir pertandingan, Cherki terlihat mengenakan jersey nomor 13 milik rekan satu timnya, Hugo Ekitike, saat duduk di bangku cadangan. Kejadian tersebut memicu reaksi keras dari media, fans, serta manajemen klub, memaksa Cherki mengeluarkan pernyataan permintaan maaf resmi.

Insiden terjadi pada laga yang berlangsung di Etihad Stadium pada 21 Januari 2026. Liverpool yang sedang berada di posisi unggul 2-1 berhasil menahan serangan City di babak pertama. Pada babak kedua, pelatih Pep Guardiola memutuskan mengganti Cherki dengan pemain lain, dan Cherki kemudian menuju bangku cadangan. Ketika kamera menyorot area bench, terlihat jelas ia mengenakan jersey berwarna biru muda dengan nama belakang “Ekitike” dan nomor 13, bukan jersey pribadinya.

Bacaan Lainnya

Penggunaan jersey orang lain dalam situasi resmi dianggap pelanggaran kode etik tim, terutama karena jersey tersebut menandakan identitas pemain lain. Meskipun tidak memengaruhi jalannya pertandingan, insiden ini dianggap merusak citra profesionalisme klub dan menimbulkan pertanyaan tentang prosedur internal manajemen pakaian.

Setelah pertandingan selesai, Cherki muncul di konferensi pers tim dengan wajah serius. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada pelatih, rekan setim, serta pendukung Manchester City. “Saya sangat menyesal atas kejadian ini. Tidak ada maksud untuk meremehkan rekan saya, Hugo Ekitike, ataupun klub. Saya akan lebih berhati-hati ke depannya dan memastikan hal seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Cherki dengan nada menyesal.

Reaksi dari pihak klub pun tak kalah tegas. Sekretaris klub, John Stones, mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan pelanggaran minor namun tetap memerlukan tindakan korektif. “Kami menghargai sikap dewasa Cherki yang segera meminta maaf. Kami akan melakukan evaluasi internal mengenai prosedur distribusi jersey di area bench untuk mencegah kejadian serupa,” kata Stones.

Di media sosial, para penggemar Manchester City terbagi menjadi dua kubu. Sebagian menilai insiden tersebut sebagai kesalahan manusiawi yang dapat dimaklumi, terutama mengingat usia Cherki yang baru 21 tahun. Mereka menyoroti bahwa tekanan kompetisi tingkat tinggi dapat membuat pemain lupa detail kecil. Namun, sejumlah penggemar lain mengkritik kurangnya disiplin dan menganggap tindakan tersebut mencoreng citra klub yang mengedepankan standar profesionalisme tinggi.

Sementara itu, Hugo Ekitike, yang berada di bangku cadangan bersama Cherki, memberikan komentar singkat melalui akun resmi Instagram-nya. “Saya mengerti ini terjadi karena kebetulan. Saya menghargai permintaan maaf Rayan dan berharap kita semua dapat fokus pada pertandingan selanjutnya,” tulis Ekitike.

Insiden ini juga memicu perdebatan di antara pakar sepak bola tentang pentingnya prosedur operasional di area bench. Analis sepak bola, Dedi Setiawan, berpendapat bahwa klub-klub besar seharusnya memiliki sistem pencatatan jersey yang ketat, terutama dalam turnamen bergengsi seperti Piala FA. “Meskipun tampak sepele, penggunaan jersey orang lain bisa menimbulkan kebingungan identifikasi pemain, terutama bagi ofisial pertandingan dan media,” ujarnya.

Di sisi lain, Pep Guardiola tidak memberikan komentar publik mengenai insiden tersebut, namun laporan dari dalam tim menyebutkan bahwa ia menekankan pentingnya disiplin dalam setiap aspek tim, termasuk hal-hal kecil seperti pakaian. Guardiola dikenal dengan standar tinggi terhadap detail, dan insiden ini menjadi pelajaran tambahan bagi pemain muda yang masih menyesuaikan diri dengan budaya klub.

Setelah insiden, Manchester City menjadwalkan sesi edukasi internal tentang kode etik tim dan prosedur logistik bagi semua pemain senior dan junior. Sesi tersebut akan mencakup topik pengelolaan peralatan, etika berpakaian, serta tanggung jawab pribadi dalam menjaga reputasi klub.

Secara keseluruhan, insiden penggunaan jersey Hugo Ekitike oleh Rayan Cherki menjadi contoh bagaimana detail kecil dapat memicu sorotan luas dalam dunia sepak bola profesional. Permintaan maaf yang cepat dan langkah-langkah korektif dari klub menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga standar tinggi, sekaligus memberi pelajaran penting bagi pemain muda dalam mengelola profesionalisme di panggung besar.

Ke depan, fokus Manchester City tetap pada performa tim di kompetisi domestik dan internasional. Dengan skuad yang dipenuhi talenta seperti Cherki, Ekitike, dan pemain senior lainnya, harapan klub tetap tinggi untuk melaju lebih jauh dalam Piala FA dan Liga Premier.

Pos terkait