123Berita – 06 April 2026 | PSV Eindhoven resmi mengangkat trofi juara Eredivisie 2026 setelah rival tradisionalnya, Feyenoord, terpaksa menerima hasil imbang pada laga terakhir musim ini. Dengan selisih 17 poin, sang sang juara menutup kompetisi dengan margin yang jauh di atas para pesaing, menegaskan kembali statusnya sebagai klub paling konsisten di Belanda pada tahun ini.
Keberhasilan PSV tidak terlepas dari performa impresif yang ditunjukkan sepanjang kampanye. Tim asuhannya, Arne Slot, berhasil menata skuad dengan taktik menyerang yang fleksibel, memanfaatkan kecepatan sayap kiri dan kanan serta kreativitas gelandang tengah. Gol-gol penting datang dari striker utama, Cody Gakpo, yang mencetak 22 gol, serta kontribusi signifikan dari midfield kreatif, Mohamed Ihattaren, yang menambah 12 assist.
Sementara itu, Feyenoord yang mengandalkan pengalaman pemain veteran seperti Orkun Kökçü dan Robin van Persie (yang kembali sebagai penasihat teknis), gagal mengamankan kemenangan pada pertandingan penentu. Skor 1-1 melawan Ajax di Stadion Johan Cruyff menjadi titik balik yang mengakhiri harapan mereka untuk mengejar ketertinggalan. Gol tunggal Feyenoord dicetak lewat tendangan penalti oleh Luis Sinisterra pada menit ke-78, namun Ajax menyamakan kedudukan lewat gol cepat dari Dusan Vlahovic.
Statistik akhir musim menunjukkan dominasi PSV dalam hampir semua aspek permainan. Klub mencatat 28 kemenangan, 5 hasil imbang, dan hanya 3 kekalahan dari 36 pertandingan, menghasilkan total 89 poin. Dari sisi pertahanan, mereka hanya kebobolan 18 gol, menjadikannya pertahanan terkuat di antara 18 tim Eredivisie. Di sisi ofensif, PSV mencetak 84 gol, rata-rata lebih dari dua gol per pertandingan, menempatkan mereka di puncak klasemen pencetak gol.
Keberhasilan ini juga membuka pintu bagi PSV untuk bersaing di kompetisi Eropa. Dengan gelar domestik, mereka otomatis mengamankan tiket grup UEFA Champions League 2026/2027, sebuah prestasi yang tidak hanya meningkatkan eksposur internasional klub tetapi juga membawa dampak finansial signifikan. Pendapatan tambahan dari hak siar televisi, sponsor, serta penjualan tiket di kompetisi elite diproyeksikan menambah miliaran euro ke kas klub.</n
Reaksi para pelatih dan pemain menggarisbawahi semangat kebersamaan yang menjadi faktor utama. “Kami tidak hanya bermain sebagai tim, tapi sebagai satu keluarga. Setiap latihan, setiap pertandingan, kami menanamkan kepercayaan satu sama lain,” ujar Arne Slot dalam konferensi pers pasca-pertandingan. Gakpo menambahkan, “Saya merasa bangga dapat memberi kontribusi untuk klub yang sudah begitu bersejarah. Semua orang di rumah mendukung kami, dan itu memberi energi luar biasa.”
Di luar lapangan, keberhasilan PSV juga memberikan dampak sosial bagi kota Eindhoven. Penjualan merchandise melonjak 35% dalam tiga minggu terakhir, sementara kunjungan ke Stadion Philips Stadion meningkat 20% dibandingkan musim sebelumnya. Pendekatan klub dalam melibatkan komunitas melalui program sepak bola muda dan kegiatan sosial turut memperkuat ikatan antara klub dan warga.
Sejarah mencatat PSV pernah meraih gelar domestik sebanyak 24 kali sebelum musim ini. Dengan tambahan trofi terbaru, total koleksi gelar mereka naik menjadi 25, menempatkan PSV sejajar dengan Ajax dalam persaingan klasik Belanda. Namun, catatan kemenangan beruntun mereka di fase akhir musim—delapan kemenangan beruntun—menjadi rekor baru klub sejak era profesionalisasi pada awal 1990-an.
Feyenoord, meskipun gagal menghalau gelar PSV, tetap mengamankan posisi kedua dengan selisih 17 poin. Mereka masih berpeluang berkompetisi di fase grup UEFA Europa League, sebuah pencapaian yang masih memberikan kebanggaan bagi pendukungnya. Pelatih Feyenoord, Arne Slot, mengakui bahwa kekurangan dalam mengkonversi peluang menjadi gol menjadi faktor utama kegagalan mereka di laga penentu.
Penutup, gelar Eredivisie 2026 menegaskan kembali dominasi PSV Eindhoven di panggung sepak bola Belanda. Keberhasilan mereka tidak hanya terletak pada kualitas pemain, tetapi juga pada manajemen klub yang solid, strategi pelatih yang adaptif, serta dukungan tak terhingga dari basis suporter. Menatap ke depan, PSV siap melangkah ke kompetisi Eropa dengan keyakinan tinggi, sementara Feyenoord bertekad bangkit kembali untuk merebut gelar pada musim mendatang.