123Berita – 09 April 2026 | Paris Saint-Germain (PSG) menorehkan kemenangan penting atas Liverpool pada leg pertama perempat final Liga Champions Eropa 2025/26 yang digelar di Parc des Princes, Kamis 9 April 2026 dini hari WIB. Dengan skor akhir 2-0, tim asuhan Luis Enrique berhasil menumpangi posisi unggul agregat 2-0, memberi mereka keunggulan strategis menjelang laga tandang di Anfield.
Sejak peluit pertama, PSG mengadopsi taktik penguasaan bola dengan umpan-umpan pendek yang cepat. Tekanan intens dari sisi kanan yang dipimpin Achraf Hakimi menghasilkan peluang awal bagi Ousmane Dembélé pada menit ke-3, meski tendangan itu tidak berhasil menembus pertahanan Liverpool. Kendati demikian, intensitas serangan PSG terus meningkat, menuntut pertahanan Liverpool untuk melakukan penyesuaian berulang kali.
Poin penting pertama datang pada menit ke-11 ketika Desire Doué menampilkan dribel menembus barisan bek Liverpool dan melepaskan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti. Bola meluncur tepat ke sudut gawang yang dijaga Giorgi Mamardashvili, menjadikan skor 1-0 untuk tim tuan rumah. Gol tersebut tidak hanya menambah kepercayaan diri PSG, tetapi juga menekan Liverpool untuk mengejar keseimbangan dalam pertandingan.
Usaha Liverpool untuk membalas melalui serangan cepat dan umpan jauh yang dipimpin Arne Slot belum membuahkan hasil. PSG mempertahankan pressing ketat setiap kali kehilangan bola, memaksa Liverpool menekan dari jarak jauh yang kurang efektif. Pada menit ke-32 dan 37, Desire Doué dan Khvicha Kvaratskhelia hampir menambah keunggulan, namun kiper Mamardashvili berhasil melakukan penyelamatan penting.
Babak kedua menyaksikan dominasi statistik yang jelas. PSG menguasai sekitar 75 persen penguasaan bola, sedangkan Liverpool hanya menguasai sekitar 25 persen. Ousmane Dembélé menciptakan peluang pada menit ke-53 setelah menerima umpan dari Nuno Mendes, namun tendangannya melambung di atas mistar gawang.
Kejutan datang pada menit ke-65 ketika Khvicha Kvaratskhelia, gelandang asal Georgia yang tampil gemilang, memanfaatkan umpan terobosan dari Joao Neves. Ia menembus kotak penalti, mengelabui Mamardashvili, dan menegaskan gol kedua PSG dengan tembakan yang tidak terhalang. Skor 2-0 ini menambah beban mental bagi Liverpool, yang kini harus menggapai tiga gol selisih dalam leg kedua untuk melaju ke semifinal.
Menjelang akhir pertandingan, PSG kembali hampir menambah gol. Pada menit ke-82, kombinasi antara Dembélé dan Hakimi hampir menghasilkan gol, namun tembakan Hakimi dipatahkan oleh kiper Liverpool. Satu menit kemudian, Dembélé kembali beraksi, kali ini berkolaborasi dengan Lee Kang‑in, namun tendangannya memantul di tiang gawang.
Tanpa tambahan gol pada sisa waktu, peluit akhir menandai kemenangan 2-0 bagi PSG. Tim asuhan Luis Enrique kini menatap leg kedua di Anfield dengan keunggulan agregat yang cukup nyaman, cukup menunggu hasil imbang atau selisih satu gol untuk melaju ke semifinal.
Susunan pemain yang diturunkan pada laga ini menegaskan strategi masing-masing pelatih. PSG menurunkan formasi 4‑3‑3 dengan Matvey Safonov sebagai kiper, lini belakang terdiri dari Nuno Mendes, Willian Pacho, Marquinhos, dan Achraf Hakimi. Di lini tengah, Joao Neves, Vitinha, dan Warren Zaire‑Emery mengatur irama permainan, sementara serangan diisi oleh Kvaratskhelia, Dembélé, dan Doué. Di sisi Liverpool, formasi 4‑2‑3‑1 menampilkan Giorgi Mamardashvili di gawang, pertahanan berisi Milos Kerkez, Virgil van Dijk, Ibrahima Konaté, dan Joe Gomez. Alexis Mac Allister dan Ryan Gravenberch mengisi posisi gelandang, dengan dukungan kreatif dari Florian Wirtz, Dominik Szoboszlai, Jeremie Frimpong, dan Hugo Ekitike di depan.
Kemenangan ini memberikan momentum signifikan bagi PSG, yang kini dapat memfokuskan perhatian pada taktik defensif saat menunggu laga tandang. Bagi Liverpool, tekanan untuk mencetak tiga gol atau lebih di Anfield menjadi tantangan berat, mengingat performa defensif PSG yang solid pada leg pertama.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan kualitas taktik Luis Enrique dalam mengendalikan tempo dan memanfaatkan ruang-ruang kecil di sekitar kotak penalti. Sementara itu, Liverpool harus mengevaluasi kembali strategi pressing dan transisi mereka jika ingin mengatasi defisit agregat yang ada.
Ke depan, laga balik di Anfield akan menjadi ujian nyata bagi kedua tim. PSG harus menyiapkan strategi yang mampu menahan tekanan intens dari suporter Liverpool sekaligus memanfaatkan peluang balik. Sementara itu, Liverpool membutuhkan kombinasi serangan cepat, kreativitas di lini tengah, dan efisiensi dalam penyelesaian akhir untuk membalikkan keadaan.
Dengan hasil ini, PSG melangkah selangkah lebih dekat menuju semifinal Liga Champions, menegaskan ambisinya untuk mempertahankan gelar juara. Bagi para pendukung, harapan akan melanjutkan perjalanan ke panggung tertinggi kompetisi tetap tinggi, sementara Liverpool harus berjuang keras untuk mempertahankan harapan mereka di kompetisi paling bergengsi di Eropa.