123Berita – 06 Juli 2026 | Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa salah satu karakteristik utama kejahatan penipuan digital (scam) adalah korban yang seringkali bersedia memberikan uang kepada penipu. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa korban scam bisa bersedia memberikan uang kepada penipu?
Salah satu contoh penipuan digital yang umum adalah penipuan investasi. Penipu biasanya menawarkan investasi yang menguntungkan dengan imbalan yang tinggi, tetapi sebenarnya itu hanya sebuah skema ponzi. Korban yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang investasi dapat dengan mudah terjebak dalam skema ini.
Friderica juga menekankan bahwa penipuan digital dapat dicegah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penipuan. Masyarakat perlu diingatkan untuk selalu berhati-hati ketika melakukan transaksi online dan tidak pernah memberikan informasi pribadi kepada orang yang tidak dikenal.
Untuk mencegah penipuan digital, OJK telah melakukan beberapa upaya, termasuk mengeluarkan peraturan yang lebih ketat tentang transaksi online dan meningkatkan pengawasan terhadap lembaga keuangan. Namun, Friderica juga menekankan bahwa masyarakat perlu berperan aktif dalam mencegah penipuan digital dengan meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian mereka.
Penipuan digital adalah kejahatan yang serius dan dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap korban. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak pernah memberikan uang kepada orang yang tidak dikenal. Dengan meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian, kita dapat mencegah penipuan digital dan membuat masyarakat lebih aman.





