123Berita – 05 April 2026 | Jakarta, 4 April 2026 – Konser aespa yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, menjadi sorotan utama bagi ribuan penggemar K‑pop Indonesia. Setelah menampilkan lagu “Dirty Work” bersama seluruh grup, keempat anggota aespa melanjutkan aksi dengan segmen solo yang menampilkan karakter masing‑masing, memicu kegembiraan yang meluap hingga menjadi histeris.
Segmen pertama diisi oleh Karina, pemimpin grup, yang membawakan lagu upbeat “GOOD STUFF”. Mengusung konsep seragam sekolah dipadukan celana panjang hitam, Karina menampilkan energi yang memukau. Gerakan tarian yang sinkron dengan para penari latar serta vokal yang kuat membuat penonton berteriak dan ikut menyanyikan setiap lirik, menciptakan atmosfer yang terasa seperti konser mini di dalam konser utama.
Berikutnya, Ningning mengambil alih panggung dengan balada berirama “Ketchup and Lemonade”. Lagu tersebut menyentuh tema konflik batin pasca‑putus, dan penyampaian emosional Ningning berhasil menggerakkan hati penonton. Selain menampilkan vokal yang ekspresif, Ningning juga menambahkan elemen tarian yang dinamis, sehingga sorak sorai penonton meningkat menjadi kegembiraan histeris yang tak teredam.
- Karina – “GOOD STUFF” (upbeat, school uniform)
- Ningning – “Ketchup and Lemonade” (ballad, emotive)
- Giselle – “Tornado” (rap‑intens, digital single)
- Winter – “BLUE” (pop‑rock, guitar)
Giselle melanjutkan rangkaian solo dengan menampilkan single spesial “Tornado” yang dirilis pada November 2025. Dengan alur rap yang tajam dan flow khas, Giselle menampilkan kemampuan vokal serta rap yang memukau. Penonton terlihat sangat antusias, memberi respon positif pada setiap bait rap yang dibawakan, menandakan bahwa ekspektasi terhadap kemampuan rapnya tidak sia‑sia.
Berbeda dari tiga rekannya, Winter menutup sesi solo dengan membawakan lagu pop‑rock “BLUE” sambil memainkan gitar. Liriknya menggambarkan rasa kesepian dan keraguan, namun tetap menyiratkan tekad kuat untuk melampaui segala rasa sakit. Vokal Winter yang lembut namun bertenaga menambah kedalaman emosional pada penampilan, sementara suara gitar menambah nuansa yang lebih intim dibandingkan penampilan grup sebelumnya.
Setiap penampilan solo tidak hanya menonjolkan bakat individu, tetapi juga memperkuat identitas kolektif aespa sebagai grup yang serba bisa. Penonton yang hadir, sebagian besar merupakan fans setia K‑pop, menunjukkan reaksi beragam mulai dari teriakan sorakan, nyanyian bersama, hingga melompat kegirangan. Momentum ini menegaskan posisi aespa sebagai salah satu grup K‑pop yang berhasil menggabungkan konsep futuristik grup dengan keunikan masing‑masing anggotanya.
Secara keseluruhan, penampilan solo di konser SYNK: aeXis LINE Jakarta menambah dimensi baru pada pertunjukan aespa. Dari energi Karina yang memukau, vokal emosional Ningning, rap intens Giselle, hingga sentuhan gitar Winter, semuanya berkontribusi pada pengalaman konser yang tak terlupakan. Penggemar meninggalkan venue dengan perasaan puas dan penuh harap akan penampilan-penampilan berikutnya, sekaligus menegaskan bahwa aespa terus menciptakan momen-momen yang menggetarkan hati para pecinta musik pop global.