PBSI Rombak Formasi Ganda Putra: Leo-Carnando/Mardin Bersatu, Bagas-Muh Erwiansyah Siap Bersaing

PBSI Rombak Formasi Ganda Putra: Leo-Carnando/Mardin Bersatu, Bagas-Muh Erwiansyah Siap Bersaing
PBSI Rombak Formasi Ganda Putra: Leo-Carnando/Mardin Bersatu, Bagas-Muh Erwiansyah Siap Bersaing

123Berita – 04 April 2026 | Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengumumkan perubahan signifikan pada susunan ganda putra menjelang ajang internasional mendatang. Keputusan ini menandai berakhirnya kemitraan lama antara Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana, serta mengawali formasi baru yang menempatkan Leo bersama Daniel Marthin, sementara Bagas dipasangkan dengan Muh Putra Erwiansyah.

Langkah strategis tersebut dilatarbelakangi oleh evaluasi performa tim nasional selama beberapa turnamen terakhir. Menurut pelatih utama tim Indonesia, konsolidasi pemain dengan gaya permainan yang lebih selaras dipandang penting untuk meningkatkan peluang medali di kompetisi bergengsi seperti All England, World Championships, dan Olimpiade 2028.

Bacaan Lainnya

Leo Rolly Carnando, yang dikenal memiliki kecepatan raket luar biasa dan kemampuan serangan dari forehand, sebelumnya berpasangan dengan Bagas Maulana, seorang pemain dengan kekuatan smash dan ketangguhan mental di lapangan akhir. Meskipun duo tersebut berhasil menembus babak perempat final di beberapa turnamen BWF World Tour, mereka belum mampu menembus podium secara konsisten.

Di sisi lain, Daniel Marthin, yang merupakan bagian dari pasangan ganda campuran yang menjuarai Asian Games 2022 bersama Apriyani Rahayu, memiliki rekam jejak kuat dalam permainan taktis dan penguasaan net. Kombinasi antara kecepatan Leo dan kecerdasan taktis Daniel diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih stabil, terutama dalam mengatasi pasangan ganda putra berpengalaman dari negara seperti China, Jepang, dan Korea.

Sementara itu, Bagas Maulana kini akan bergabung dengan Muh Putra Erwiansyah, pemain muda yang menonjol di level junior dan menunjukkan potensi besar dalam serangan cepat serta pertahanan yang solid. Erwiansyah, yang baru saja menorehkan prestasi podium di Kejuaraan Asia Junior, memiliki kemampuan adaptasi tinggi dan kecepatan footwork yang dapat melengkapi kekuatan Bagas di bagian belakang lapangan.

Penataan kembali formasi ini tidak lepas dari analisis statistik yang mendalam. PBSI melaporkan bahwa dalam 12 pertandingan terakhir, kombinasi Leo-Bagas memiliki tingkat kemenangan 58% dengan rata-rata durasi pertandingan 42 menit, sedangkan Leo-Marthin mencatat kemenangan 71% pada 8 pertemuan uji coba internal. Begitu pula, Bagas-Erwiansyah menunjukkan potensi dengan kemenangan 66% dalam tiga laga percobaan yang diadakan pada pelatihan di Cibubur.

Strategi baru ini juga mencakup penyesuaian program latihan. Tim ganda putra akan difokuskan pada peningkatan kerja sama antar pemain, latihan taktik servis dan return, serta simulasi pertandingan melawan pola permainan tim-tim top dunia. Selain itu, PBSI menambahkan elemen mental coaching untuk meningkatkan ketahanan psikologis pemain ketika berada di situasi tekanan tinggi.

Penggemar bulu tangkis di Indonesia menyambut baik keputusan tersebut, meski ada rasa penasaran mengenai adaptasi awal duo baru. Beberapa analis menilai bahwa perubahan formasi pada fase persiapan menjelang turnamen besar dapat memberikan keunggulan kompetitif, asalkan pemain memiliki waktu cukup untuk membangun chemistry di lapangan.

Di luar lapangan, perubahan ini juga memberikan peluang bagi pemain muda seperti Muh Putra Erwiansyah untuk lebih banyak tampil di panggung internasional. Keberhasilan mereka tidak hanya berdampak pada perolehan medali, tetapi juga pada pengembangan bakat bulutangkis di tingkat nasional, memperkuat posisi Indonesia sebagai negara unggulan dalam olahraga ini.

Secara keseluruhan, langkah PBSI untuk memisahkan Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana serta membentuk dua pasangan baru mencerminkan upaya serius dalam menata strategi jangka panjang. Dengan kombinasi pengalaman, kecepatan, dan taktik yang lebih terintegrasi, duo Leo-Marthin dan Bagas-Erwiansyah diharapkan dapat meningkatkan performa tim Indonesia di sirkuit dunia dan mengembalikan kejayaan ganda putra pada panggung internasional.

Keberhasilan formasi baru ini akan sangat ditentukan pada proses adaptasi, konsistensi dalam kompetisi, serta dukungan seluruh elemen pelatih dan staf medis. Jika berhasil, Indonesia berpeluang menambah koleksi medali emas pada turnamen utama yang akan datang, sekaligus meneguhkan reputasi sebagai negara penghasil pasangan ganda putra kelas dunia.

Pos terkait