123Berita – 17 Juni 2026 | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) baru-baru ini dituding sebagai dalang di balik aksi mahasiswa yang tengah marak di Indonesia. Tuduhan ini dilontarkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu, yang menyatakan bahwa politisi PDIP terlibat dalam gerakan mahasiswa. Namun, Juru Bicara PDIP Guntur Romli membantah tudingan tersebut dan menganggapnya sebagai upaya untuk memecah belah mahasiswa.
Gerakan mahasiswa sendiri telah menjadi isu nasional yang cukup hangat, dengan berbagai pihak yang terlibat dan memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Namun, Guntur Romli menegaskan bahwa PDIP tidak akan pernah menggunakan gerakan mahasiswa untuk kepentingan politik atau untuk memecah belah mahasiswa.
Lebih lanjut, Guntur Romli menjelaskan bahwa PDIP memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung dan mengembangkan pendidikan dan gerakan mahasiswa. Partai ini telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperjuangkan hak-hak mahasiswa.
Dalam kesempatan ini, Guntur Romli juga menyerukan kepada semua pihak untuk mendukung dan menghormati gerakan mahasiswa, serta tidak menggunakan isu ini untuk kepentingan politik atau untuk memecah belah mahasiswa. Ia menegaskan bahwa PDIP akan terus mendukung dan mengembangkan gerakan mahasiswa, serta memperjuangkan hak-hak rakyat.
Gerakan mahasiswa yang tengah marak di Indonesia ini telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk dari kalangan politisi dan masyarakat umum. Namun, dengan klarifikasi dari Guntur Romli, diharapkan masyarakat dapat memahami posisi PDIP yang sebenarnya dan tidak terjebak dalam isu yang tidak benar.
Di akhir, perlu diingat bahwa gerakan mahasiswa harus tetap menjadi gerakan yang independen dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik. Dengan demikian, mahasiswa dapat terus memperjuangkan hak-hak dan kepentingan rakyat, tanpa harus terjebak dalam permainan politik yang tidak sehat.





