123Berita – 07 April 2026 | Surabaya, 6 April 2026 – Kejuaraan Provinsi Orado Jawa Timur 2026 berlangsung pada 4–5 April di kompleks olahraga kota terbesar di Jawa Timur. Turnamen yang menampilkan ribuan pemain domino dari berbagai kabupaten tidak sekadar menjadi kompetisi rutin; ia menjadi bukti nyata bahwa permainan tradisional domino kini menapaki jenjang profesionalisme yang lebih tinggi.
Panitia penyelenggara, yang dipimpin oleh Ketua Persatuan Badan Olahraga (PB) Orado Jawa Timur, menegaskan bahwa agenda ini dirancang untuk memperkuat jalur prestasi atlet domino Indonesia. “Kami ingin menjadikan domino bukan hanya sebagai hiburan semata, melainkan sebagai olahraga yang dapat menghasilkan atlet berstandar internasional,” ujar Ketua PB Orado, Budi Hartono, dalam konferensi pers pasca‑pertandingan.
Turnamen tersebut mempertemukan 32 tim unggulan, masing‑masing mewakili kabupaten/kota di provinsi. Setiap tim terdiri dari lima pemain inti dan dua cadangan, dengan format pertandingan ganda yang menuntut strategi, kecepatan berpikir, dan ketelitian dalam menghitung poin. Selama dua hari kompetisi, total 96 pertandingan berhasil diselesaikan, menghasilkan 384 lemparan domino yang dianalisis secara real‑time oleh juri profesional.
Hasil akhir menunjukkan dominasi tim Surabaya yang berhasil merebut gelar juara pertama setelah mengalahkan tim Malang dengan skor akhir 4‑2 pada laga final. Poin penting dari kemenangan tersebut adalah kemampuan tim Surabaya dalam mengelola tekanan pada babak krusial serta memanfaatkan peluang strategis pada fase akhir permainan. Pemain bintang Surabaya, Dwi Santoso, mencatat rata‑rata 15,2 poin per lemparan, mengungguli rata‑rata lawan sebesar 13,8 poin.
Keberhasilan turnamen ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah dan sponsor swasta. Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur menyediakan fasilitas arena berstandar internasional, lengkap dengan pencahayaan LED, sistem skor digital, dan ruang istirahat bagi atlet. Sementara itu, perusahaan teknologi lokal, TechDomino, menyediakan aplikasi pemantauan statistik yang memungkinkan pelatih mengakses data performa secara real‑time.
Di samping pencapaian kompetitif, acara ini juga menonjolkan upaya pelestarian budaya. Domino, yang sudah menjadi bagian integral dari tradisi Jawa Timur sejak abad ke‑20, kini diberikan platform modern untuk berinteraksi dengan generasi muda. Selama turnamen, diadakan lokakarya bagi pelajar sekolah menengah pertama, memperkenalkan dasar‑dasar permainan, etika sportivitas, serta nilai-nilai kerja tim.
Respons publik terhadap acara ini sangat positif. Penonton yang hadir di arena mencatat atmosfer yang penuh semangat, dengan sorakan yang mengiringi setiap lemparan penting. Media sosial pun dipenuhi dengan foto‑foto dan video highlight, menandakan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga domino. Bahkan, beberapa jaringan televisi nasional telah mengontrak hak siar untuk menyiarkan pertandingan final secara langsung pada minggu mendatang.
Dengan keberhasilan ini, PB Orado Jawa Timur menargetkan ekspansi turnamen ke tingkat nasional pada akhir tahun 2026, serta mengusulkan penambahan cabang kompetisi internasional pada agenda Asian Games berikutnya. “Jika kami mampu mempertahankan standar ini, domino dapat menjadi olahraga yang diakui secara global, membawa nama Indonesia ke panggung dunia,” tutup Budi Hartono dengan optimisme.
Kesimpulannya, Kejuaraan Provinsi Orado Jawa Timur 2026 tidak hanya berhasil menegaskan kualitas atlet domino di tingkat provinsi, tetapi juga membuka peluang strategis bagi pengembangan olahraga ini ke kancah internasional. Dukungan lintas sektor, pemanfaatan teknologi data, serta upaya pelestarian budaya menjadi kunci utama yang memungkinkan domino menapaki jalur prestasi lebih tinggi di masa depan.





