Mimpi Berulang Bawa Park Seo Hwi Tinggalkan Dunia Idol, Menjadi Mudang: Transformasi Spiritual yang Menggugah

Mimpi Berulang Bawa Park Seo Hwi Tinggalkan Dunia Idol, Menjadi Mudang: Transformasi Spiritual yang Menggugah
Mimpi Berulang Bawa Park Seo Hwi Tinggalkan Dunia Idol, Menjadi Mudang: Transformasi Spiritual yang Menggugah

123Berita – 05 April 2026 | Park Seo Hwi, mantan anggota grup idol K-pop yang pernah menorehkan nama di tangga lagu, kini menapaki jalur yang tak terduga: menjadi mudang, atau dukun tradisional Korea. Keputusan dramatis ini berawal dari sebuah mimpi berulang yang mengganggu tidurnya selama berbulan‑bulan, memicu pertanyaan eksistensial tentang arti kehidupan di balik gemerlap panggung.

Berawal sebagai trainee pada usia remaja, Park menapaki jalur selebriti dengan tekad kuat. Setelah melalui serangkaian audisi ketat, ia debut bersama grup XYZ pada tahun 2018 dan meraih popularitas berkat lagu‑lagu pop energik serta penampilan panggung yang memukau. Namun, di balik sorotan lampu sorot, ia mengaku merasakan kekosongan batin yang sulit dijelaskan.

Bacaan Lainnya

Pada pertengahan 2022, Park mulai mengalami mimpi yang sama setiap malam: ia berada di sebuah kuil kecil di pegunungan, dikelilingi oleh asap dupa dan suara chanting yang menenangkan. Dalam mimpi tersebut, ia dipanggil oleh sosok wanita berkerudung yang mengajaknya untuk belajar ilmu spiritual, menenangkan jiwa, dan membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Setiap kali ia mencoba mengabaikannya, mimpi itu kembali, semakin intens, seolah‑olah menuntut perhatian serius.

Awalnya, Park menafsirkan mimpi itu sekadar stress akibat jadwal tur yang melelahkan. Namun, setelah beberapa minggu, ia mulai merasakan gejala fisik—sakit kepala, kelelahan, hingga gangguan pencernaan—yang tidak dapat dijelaskan oleh dokter. Keluarga dan manajernya pun memperhatikan perubahan sikapnya: ia menjadi lebih tertutup, sering menolak wawancara, dan menghabiskan waktu berjam‑jam di ruangan meditasi pribadi.

Merasa berada di persimpangan jalan, Park memutuskan untuk mencari penjelasan lebih jauh. Ia mengunjungi seorang mudang senior bernama Han Mi‑young di kota Busan, yang dikenal memiliki reputasi kuat dalam praktik gut (shamanisme Korea). Dalam pertemuan pertama, Han Mi‑young mendengarkan cerita mimpi Park dengan saksama, lalu menjelaskan bahwa mimpi tersebut bisa merupakan panggilan jiwa untuk menjalani peran sebagai perantara antara dunia manusia dan alam spiritual.

Setelah melalui serangkaian upacara pembersihan, termasuk ritual chukdam (pembersihan energi negatif) dan latihan chanting, Park merasakan perubahan signifikan. Ia melaporkan bahwa mimpi itu tidak lagi menakutkan, melainkan menjadi sumber kekuatan yang menuntunnya pada pemahaman diri yang lebih dalam. “Saya tidak lagi melihat diri saya sebagai idola yang hanya menghibur, melainkan sebagai penjaga energi positif bagi orang lain,” ungkap Park dalam sebuah pernyataan pribadi.

Keputusan resmi untuk meninggalkan karier idol diumumkan pada akhir 2023 lewat akun media sosialnya. Ia menyatakan terima kasih kepada fans, rekan grup, dan agensi yang telah mendukungnya selama bertahun‑tahun, sekaligus mengundang para penggemar untuk menghormati pilihan barunya. Reaksi publik beragam; sebagian besar fans memberikan dukungan penuh, menganggap keberanian Park sebagai contoh integritas pribadi, sementara sebagian lain mengekspresikan kekecewaan karena kehilangan idol kesayangan mereka.

Transformasi ini tidak hanya menarik perhatian penggemar K‑pop, melainkan juga menjadi bahan diskusi di kalangan akademisi budaya. Profesor Kim Jae‑ho, pakar budaya pop Korea, menilai fenomena ini sebagai contoh nyata bagaimana tradisi spiritual kuno dapat bersinggungan dengan dunia hiburan modern. “Park Seo Hwi mengilustrasikan bahwa identitas artis tidak statis; mereka dapat beralih ke peran yang lebih mendalam secara spiritual, mencerminkan dinamika budaya kontemporer,” kata Kim dalam sebuah wawancara.

Selain menekuni praktik mudang, Park kini aktif mengadakan sesi penyembuhan secara privat, menggabungkan teknik chanting tradisional dengan elemen meditasi modern. Ia juga berencana menulis buku memoir yang menceritakan perjalanan transformasinya, berharap dapat menginspirasi orang lain yang sedang mencari makna hidup di luar dunia materi.

Secara keseluruhan, kisah Park Seo Hwi menegaskan bahwa panggilan hidup dapat muncul dalam bentuk yang paling tidak terduga—bahkan lewat mimpi yang terus‑menerus mengusik tidur. Keberanian untuk menanggapi panggilan tersebut, meski harus meninggalkan status dan popularitas, menjadi bukti kuat bahwa pencarian spiritual tetap relevan di era digital.

Dengan menapaki jalur mudang, Park tidak hanya menemukan kedamaian pribadi, tetapi juga membuka dialog baru tentang peran spiritualitas dalam industri hiburan. Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap panggung, terdapat jiwa‑jiwa yang terus mencari arti sejati, siap melangkah ke medan yang lebih dalam demi kesejahteraan batin.

Pos terkait