Lapas Kendari Gandeng TNI-Polri Lakukan Razia Besar, Tegaskan Zero Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba

Lapas Kendari Gandeng TNI-Polri Lakukan Razia Besar, Tegaskan Zero Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba
Lapas Kendari Gandeng TNI-Polri Lakukan Razia Besar, Tegaskan Zero Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba

123Berita – 08 April 2026 | Penjara Kelas IIA Kendari melangkah lebih tegas dalam menegakkan disiplin internal dengan menggelar razia gabungan bersama personel TNI dan Polri. Aksi penegakan hukum ini dilaksanakan di blok narapidana Lapas Kendari pada pekan ini, dengan tujuan utama memastikan tidak ada satupun barang terlarang, mulai dari handphone, pungutan liar, hingga narkotika, yang berhasil menyusup ke dalam lingkungan penjara.

Razia tersebut dimulai pada pagi hari, ketika tim gabungan yang dipimpin oleh Kepala Lapas Kendari, Komandan TNI, dan Kapolres Kendari mengkoordinasikan serangkaian pemeriksaan menyeluruh. Setiap sel dan area penyimpanan diperiksa secara sistematis, serta dilakukan penyelidikan terhadap petugas internal dan eksternal yang memiliki akses ke dalam blok narapidana. Pendekatan ini tidak hanya bersifat fisik, melainkan juga melibatkan pemindaian elektronik menggunakan alat deteksi logam dan perangkat lunak khusus untuk mendeteksi sinyal telepon seluler.

Bacaan Lainnya

Hasil awal dari razia menunjukkan bahwa hingga saat ini belum terdeteksi adanya handphone atau barang elektronik lain di dalam blok narapidana. Selain itu, petugas menemukan tidak adanya indikasi pungutan liar yang biasanya dilakukan oleh oknum petugas atau narapidana senior untuk memperoleh keuntungan pribadi. Dalam hal narkoba, tim narkotika Polri bersama tim medis Lapas melakukan tes urine secara acak pada sejumlah narapidana, yang semuanya kembali negatif.

Keberhasilan razia ini tidak lepas dari persiapan intensif yang melibatkan berbagai pihak. Menurut Kepala Lapas Kendari, persiapan dimulai sejak tiga minggu sebelumnya dengan penyusunan SOP (Standard Operating Procedure) yang meliputi prosedur pencarian, pengamanan barang bukti, hingga penanganan narapidana yang terdeteksi melanggar aturan. “Kami ingin menciptakan lingkungan penjara yang bebas dari segala bentuk penyalahgunaan, baik itu teknologi, uang gelap, maupun narkotika. Ini bukan sekadar aksi simbolik, melainkan komitmen berkelanjutan,” ujar dia dalam sambutan singkat kepada media.

  • Tujuan utama: Mencapai kondisi “Zero Halinar” (tanpa handphone, tanpa pungutan liar, tanpa narkoba).
  • Tim terlibat: Personel Lapas Kendari, TNI (Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara), serta Polri (Satpol PP, Unit Narkoba, dan Unit Kriminal).
  • Metode pemeriksaan: Pemeriksaan fisik, pemindaian elektronik, tes urine, serta wawancara narapidana.

Selama razia, beberapa narapidana yang dicurigai memiliki akses ke barang terlarang diberikan kesempatan untuk memberikan klarifikasi. Semua narapidana yang terlibat dalam proses pemeriksaan diperlakukan sesuai dengan prosedur hak asasi manusia, tanpa tekanan atau ancaman. Pihak kepolisian menegaskan bahwa setiap tindakan penyelidikan dilakukan dengan mengedepankan prinsip legalitas dan keadilan.

Selain penegakan hukum, razia ini juga menjadi sarana edukasi bagi seluruh petugas Lapas Kendari. Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga integritas, diadakan workshop singkat yang membahas risiko penyalahgunaan barang terlarang, serta konsekuensi hukum bagi oknum yang terlibat dalam praktik pungutan liar. Petugas juga diberikan pelatihan tentang cara mendeteksi sinyal telepon seluler yang disembunyikan serta teknik pemeriksaan narkoba yang lebih akurat.

Reaksi masyarakat terhadap langkah tegas Lapas Kendari ini cukup positif. Beberapa tokoh masyarakat dan organisasi hak asasi manusia memberikan apresiasi atas upaya transparansi dan akuntabilitas yang ditunjukkan oleh institusi pemasyarakatan. Namun, mereka juga menekankan perlunya pemantauan berkelanjutan dan penegakan hukum yang konsisten agar tidak terjadi kembali penyelundupan barang terlarang di masa depan.

Sejumlah narapidana yang sebelumnya diketahui memiliki akses ke handphone secara illegal melaporkan bahwa mereka kini merasakan perubahan signifikan dalam rutinitas harian. Tanpa gangguan komunikasi luar, mereka dapat lebih fokus pada program rehabilitasi yang disediakan oleh Lapas, termasuk pelatihan keterampilan kerja, konseling psikologis, dan kegiatan keagamaan. Pihak Lapas berharap dengan menciptakan lingkungan yang bersih dari gangguan teknologi, proses reintegrasi narapidana ke masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

Dalam jangka panjang, Lapas Kendari berencana menjadikan razia ini sebagai standar operasional bagi seluruh penjara di wilayah Sulawesi Tenggara. Rencana tersebut mencakup penjadwalan razia periodik, peningkatan peralatan deteksi, serta kerjasama intensif dengan lembaga keamanan dan kesehatan. “Kami tidak akan berhenti di sini. Upaya kami berkelanjutan, demi menciptakan sistem pemasyarakatan yang bersih, adil, dan berorientasi pada rehabilitasi,” tegas Kepala Lapas Kendari.

Dengan hasil razia yang menunjukkan tidak adanya handphone, pungutan liar, maupun narkoba, Lapas Kendari berhasil menegaskan komitmennya terhadap kebijakan Zero Halinar. Keberhasilan ini menjadi contoh bagi institusi pemasyarakatan lain di Indonesia untuk meningkatkan standar keamanan dan integritas, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem peradilan pidana.

Pos terkait