123Berita β 26 April 2026 | Praka Rico Pramudia, prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur saat menjalankan misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), akan segera dipulangkan ke tanah air. Badan Pusat Logistik (BPL) Kementerian Pertahanan mengonfirmasi bahwa jenazahnya berada dalam proses transportasi dari Bandara Internasional Beirut ke Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara.
Setelah tiba di Kualanamu, jenazah Praka Rico akan dilanjutkan ke Medan menggunakan kendaraan khusus milik TNI. Di sana, keluarga almarhum akan disambut oleh perwakilan Kementerian Pertahanan, Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan, serta tokoh-tokoh pemerintahan daerah Sumatera Utara.
Rencana pemakaman diatur dalam agenda resmi yang meliputi upacara militer dan prosesi keagamaan. Upacara militer akan dipimpin oleh seorang perwira tinggi, diikuti dengan pengibaran bendera berkibaran setengah tiang sebagai tanda penghormatan terakhir. Selanjutnya, prosesi keagamaan akan dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas, Medan, sebelum jenazah dimakamkan di pemakaman militer di Sumatera Utara.
- Pengangkutan jenazah dari Beirut ke Kualanamu menggunakan pesawat militer C-130 Hercules.
- Koordinasi dengan otoritas bandara dan kesehatan di kedua negara untuk memastikan prosedur biosafety.
- Pengawalan khusus oleh satuan pengamanan TNI selama proses pemindahan di dalam negeri.
- Upacara militer di Medan yang melibatkan pasukan honor guard.
- Prosesi keagamaan dan pemakaman di pemakaman militer Sumut.
Pejabat Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melalaikan hak keluarga almarhum untuk mendapatkan penghormatan yang layak. “Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi keluarga prajurit yang mengabdi, termasuk memastikan proses pemulangan jenazah berjalan lancar dan hormat,” ujar Menteri Pertahanan dalam sebuah konferensi pers.
Keluarga Praka Rico, yang tinggal di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menyatakan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah. “Kami sangat berterima kasih atas upaya pemulangan ini. Kehilangan anak kami sangat mendalam, namun kehadiran beliau kembali ke tanah air memberi sedikit ketenangan bagi kami,” kata istri almarhum yang menahan haru.
Kasus pemulangan jenazah prajurit TNI dari zona konflik memang bukan hal baru. Sebelumnya, TNI telah berhasil memulangkan jenazah prajurit yang gugur di Afghanistan, Irak, dan Mali. Setiap kasus menuntut koordinasi lintas sektoral antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, serta otoritas negara tempat prajurit gugur berada.
Keberhasilan proses ini juga menjadi simbol kuat komitmen Indonesia dalam mendukung misi perdamaian dunia. UNIFIL, yang dibentuk pada tahun 1978, menampung pasukan multinasional termasuk TNI untuk menjaga stabilitas di Lebanon. Praka Rico Pramudia merupakan bagian dari kontingen Indonesia yang berperan dalam patroli, penegakan gencatan senjata, serta bantuan kemanusiaan.
Dengan selesainya proses pemulangan, keluarga almarhum dapat melanjutkan proses duka cita sesuai tradisi dan kepercayaan. Pemerintah daerah Sumatera Utara menyiapkan fasilitas akomodasi bagi keluarga yang datang dari luar daerah, serta menyediakan layanan konseling psikologis untuk membantu mereka menghadapi trauma.
Upacara pemakaman diperkirakan akan dilaksanakan pada akhir pekan ini, dengan harapan dapat menjadi momen penghormatan terakhir bagi prajurit yang telah mengorbankan nyawanya demi perdamaian. Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan moral kepada keluarga Praka Rico serta menghargai jasa-jasa para pahlawan yang gugur di medan tugas.
Ke depan, Kementerian Pertahanan berjanji akan terus meningkatkan prosedur pemulangan jenazah, termasuk memperkuat jaringan kerjasama internasional serta mempercepat proses birokrasi agar tidak ada penundaan yang berlarut. Upaya ini sejalan dengan visi Indonesia sebagai negara yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam setiap tindakan militer.





