123Berita – 09 April 2026 | Jakarta, 9 April 2026 – Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan perluasan program Magang Nasional (MagangN) untuk tahun 2026. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengumumkan usulan peningkatan kuota peserta menjadi 150.000 orang, naik signifikan dari sekitar 100.000 peserta pada siklus sebelumnya. Langkah ini diharapkan menjadi jawaban atas tingginya antusiasme lulusan baru yang mencari pengalaman kerja praktis sebelum memasuki pasar kerja formal.
Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan. Yassierli menegaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada data minat yang luar biasa dari masyarakat, terutama para fresh graduate yang melihat Magang Nasional sebagai jembatan penting menuju karier profesional. “Kami mengusulkan peningkatan kuota karena antusiasme luar biasa. Ini masih usulan, namun targetnya 150 ribu orang,” ujarnya.
Program Magang Nasional pertama kali diluncurkan pada tahun 2025 dengan target 100.000 peserta. Hingga saat ini, sekitar 100.000 peserta telah tersebar di berbagai perusahaan, kementerian, dan lembaga pemerintah. Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap; fase I mencakup 14.952 peserta yang dijadwalkan menyelesaikan magang pada 19 April 2026. Peserta yang menyelesaikan masa magang enam bulan akan memperoleh sertifikat resmi, sementara mereka yang magang antara tiga hingga enam bulan akan menerima surat keterangan yang dapat dipergunakan sebagai bukti pengalaman kerja.
Penguatan kerangka kerja magang ini tidak hanya berfokus pada kuantitas peserta, melainkan juga pada kualitas sertifikasi kompetensi. Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen memperluas akses sertifikasi melalui kerja sama yang lebih erat dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) serta mitra industri di berbagai sektor. Upaya ini diharapkan meningkatkan nilai tambah bagi peserta, menjadikan mereka lebih kompetitif di pasar kerja yang semakin menuntut keahlian spesifik.
Usulan peningkatan kuota telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan anggaran. Menurut Yassierli, dukungan Kementerian Keuangan dan Kemenko (Bidang Perekonomian) sangat krusial untuk merealisasikan target tersebut. “Jika mendapat dukungan dari Kemenkeu dan Kemenko, program ini dapat berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para peserta,” tuturnya.
Berikut beberapa poin kunci terkait rencana peningkatan kuota Magang Nasional 2026:
- Target Kuota: 150.000 peserta, naik 50% dari siklus sebelumnya.
- Fokus Peserta: Lulusan baru, pencari kerja, serta mahasiswa yang ingin menambah pengalaman praktis.
- Durasi Magang: Minimal tiga bulan, dengan sertifikat bagi yang menyelesaikan enam bulan.
- Kolaborasi Sertifikasi: Penambahan kerja sama dengan LSP dan industri untuk sertifikasi kompetensi.
- Anggaran: Masih dalam pembahasan, menunggu persetujuan Presiden dan alokasi dana dari Kementerian Keuangan.
Pengembangan program ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk menurunkan tingkat pengangguran, khususnya di kalangan generasi muda. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka bagi usia 15-24 tahun masih berada di atas 12 persen. Dengan memberi kesempatan magang yang lebih luas, diharapkan lulusan baru dapat memperoleh pengalaman kerja nyata, memperkuat portofolio, dan meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan tetap.
Selain manfaat bagi peserta, peningkatan kuota Magang Nasional juga memberikan keuntungan bagi perusahaan dan institusi yang menjadi mitra program. Mereka dapat mengakses tenaga kerja muda yang terlatih, sekaligus berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia nasional. Program ini juga menjadi sarana bagi perusahaan untuk mengidentifikasi bakat potensial yang dapat direkrut secara permanen setelah masa magang selesai.
Beberapa tantangan yang masih perlu diatasi meliputi koordinasi antara kementerian, lembaga sertifikasi, dan sektor swasta, serta penyesuaian regulasi terkait hak-hak peserta magang. Pemerintah berjanji akan terus melakukan evaluasi pada tahap pertama dan kedua program, memastikan proses seleksi, pelaksanaan, serta penilaian berjalan transparan dan akuntabel.
Secara keseluruhan, usulan peningkatan kuota Magang Nasional menjadi sinyal positif bagi ekosistem ketenagakerjaan Indonesia. Jika berhasil direalisasikan, program ini dapat menjadi model unggulan dalam menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di era digital dan industri 4.0.
Dengan dukungan lintas sektoral dan alokasi anggaran yang memadai, diharapkan target 150.000 peserta dapat tercapai pada akhir tahun 2026, membuka lebih banyak peluang bagi ribuan fresh graduate untuk mengukir karier yang lebih cerah.