123Berita – 05 April 2026 | Bandara Soetta, Pulau Jawa, 3 April 2026 – Komandan Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak memimpin upacara pelepasan jenazah tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam tugas misi Pasukan Pemelihara Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL). Upacara yang berlangsung khidmat itu menjadi momen penutup bagi keluarga, rekan-rekan sejawat, dan institusi militer dalam menghormati jasa para pahlawan yang mengabdi di luar negeri.
Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB di Bandara Soetta, tempat jenazah-jenazah tersebut ditempatkan sementara sebelum diangkut ke rumah duka masing-masing di Jakarta, Surabaya, dan Medan. KSAD Maruli Simanjuntak, bersama pejabat tinggi TNI Angkatan Darat, perwira tinggi UNIFIL, serta perwakilan pemerintah, mengiringi proses pelepasan dengan prosesi militer tradisional, termasuk penghormatan bendera dan musik militer yang menggetarkan.
Ketiga prajurit yang gugur adalah anggota Batalyon Infanteri 1 Kostrad yang ditugaskan di sektor Selatan UNIFIL. Meskipun identitas lengkap mereka tidak diungkapkan demi menghormati privasi keluarga, pihak TNI menegaskan bahwa mereka meninggal karena insiden serangan bersenjata yang terjadi pada operasi patroli rutin di zona penyangga antara Israel dan Lebanon pada awal bulan ini. Insiden tersebut menimbulkan keprihatinan internasional, sekaligus menegaskan risiko tinggi yang dihadapi para prajurit Indonesia di medan konflik.
Dalam sambutannya, KSAD Maruli Simanjuntak menekankan pentingnya keberanian dan dedikasi para prajurit yang rela mengorbankan nyawa demi menjaga perdamaian regional. “Mereka adalah contoh nyata nilai-nilai kepahlawanan yang tidak hanya mengharumkan nama TNI, tetapi juga Indonesia di mata dunia. Kami berjanji akan terus mendukung keluarga yang ditinggalkan serta memastikan setiap pahlawan mendapat penghormatan yang setinggi-tingginya,” ujar KSAD.
Upacara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pertahanan, termasuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menambahkan, “Negara tidak akan melupakan jasa para prajurit yang gugur. Kami akan terus memberikan dukungan penuh, baik secara materiil maupun moral, kepada mereka yang berduka.
Setelah prosesi, jenazah-jenazah tersebut dibawa ke pesawat angkut militer untuk diterbangkan ke Jakarta. Sesampainya di ibu kota, masing-masing jenazah akan langsung diserahkan kepada keluarga di rumah duka yang telah disiapkan, mengikuti prosedur militer yang ketat. Seluruh proses diatur secara berurutan untuk memberikan ruang bagi keluarga melakukan pemakaman sesuai tradisi dan kepercayaan masing-masing.
Di luar upacara, pihak TNI kembali menegaskan komitmen Indonesia dalam UNIFIL. Sejak 1978, Indonesia telah berkontribusi secara konsisten dengan mengirimkan pasukan tempur, personel medis, serta tim logistik. Pada tahun 2024, total personel Indonesia yang bertugas di UNIFIL mencapai 300 orang, termasuk elemen tempur dan pendukung. Partisipasi ini dianggap sebagai wujud nyata dukungan Indonesia terhadap stabilitas Timur Tengah serta upaya internasional dalam menjaga perdamaian.
Berita duka ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat akan risiko yang dihadapi oleh prajurit yang ditempatkan di zona konflik. Keluarga korban, yang telah menunggu kepulangan jasad dengan penuh harap, kini harus menyiapkan pemakaman dengan rasa duka yang mendalam. Pemerintah, melalui Kementerian Sosial, telah menyiapkan bantuan sosial dan psikologis untuk membantu mereka melewati masa berduka.
Kesimpulannya, upacara pelepasan jenazah yang dipimpin KSAD Maruli Simanjuntak tidak hanya menjadi simbol penghormatan terakhir bagi tiga prajurit yang gugur di UNIFIL, tetapi juga mencerminkan solidaritas nasional dalam menghadapi tragedi. Kejadian ini menegaskan kembali pentingnya peran Indonesia dalam operasi perdamaian global serta kebutuhan akan dukungan berkelanjutan bagi keluarga pahlawan yang berkorban.