123Berita – 05 April 2026 | Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam pelaksanaan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) telah berhasil diterbangkan kembali ke tanah air. Pesawat militer membawa jenazah mereka tiba di Bandara Soetta, kemudian dilanjutkan ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga terdekat serta diselenggarakan upacara penghormatan militer.
UNIFIL, sebagai pasukan penjaga perdamaian yang dibentuk pada tahun 1978, menugaskan kontingen TNI untuk mendukung stabilitas di wilayah selatan Lebanon sejak 2018. Kontingen tersebut beroperasi bersama pasukan multinasional, melakukan patroli, pengamanan zona demarkasi, serta membantu proses rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat konflik. Penempatan pasukan TNI di wilayah itu bertujuan memperkuat kehadiran internasional dalam menjaga keamanan dan melindungi warga sipil.
Kejadian yang menewaskan tiga prajurit terjadi pada akhir pekan lalu ketika mereka berada dalam sebuah patroli rutin di sekitar zona perbatasan. Menurut pernyataan resmi TNI, tim kecil tersebut tiba-tiba diserang oleh unsur bersenjata yang tidak dikenal, mengakibatkan luka fatal pada ketiga anggota. Upaya pertolongan pertama diberikan oleh rekan-rekan sepasukan, namun kondisi mereka sudah tidak dapat diselamatkan. Identitas prajurit yang gugur belum diumumkan secara lengkap demi menghormati privasi keluarga.
Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan forensik selesai, jenazah-jenazah tersebut dipersiapkan untuk pemulangan. Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan menyiapkan pesawat angkut khusus yang berangkat dari Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, menuju Bandara Soetta pada dini hari. Sesampainya di Soetta, jenazah-jenazah langsung dipindahkan ke mobil penghormatan militer dan dibawa ke rumah duka milik TNI di Jakarta, di mana keluarga dapat memberikan penghormatan terakhir.
Upacara penghormatan di rumah duka dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pertahanan, Komandan Panglima TNI, serta pejabat tinggi lainnya. Bendera negara dikibarkan setengah tiang, dan prosesi pemakaman dilaksanakan dengan penuh khidmat, termasuk pemutaran musik militer, salib misa, serta doa bersama. Menteri Pertahanan menyampaikan rasa duka yang mendalam, menegaskan bahwa pengorbanan ketiga prajurit tersebut akan selalu menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa dalam menjaga perdamaian dunia.
Reaksi keluarga yang menerima jenazah mengekspresikan rasa terima kasih atas penghormatan yang diberikan negara, sekaligus mengungkapkan kesedihan yang mendalam. Masyarakat luas dan sejumlah organisasi veteran turut menyampaikan dukungan moral melalui media sosial, menyoroti pentingnya menghargai setiap nyawa yang berkorban dalam misi internasional. Presiden Republik Indonesia juga mengirimkan surat belasungkawa kepada keluarga, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melindungi para pahlawan yang berbakti di medan asing.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi prajurit TNI dalam operasi perdamaian. Kementerian Pertahanan menyatakan akan meninjau kembali prosedur keamanan serta meningkatkan koordinasi dengan negara tuan rumah dan pasukan multinasional lainnya. Di samping itu, pemerintah berjanji akan terus memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban, termasuk bantuan sosial dan psikologis. Dengan mengangkat rasa hormat kepada mereka yang telah gugur, bangsa Indonesia diharapkan dapat memperkuat tekad untuk terus berperan aktif dalam menjaga perdamaian global.