123Berita – 07 April 2026 | Jakarta kini menempati posisi kedua sebagai kota paling aman di kawasan Asia Tenggara menurut survei terbaru Global Residence Index yang dirilis pada 16 Januari 2026. Pencapaian ini menandai lonjakan signifikan dalam persepsi keamanan metropolitan Indonesia, sekaligus menyoroti upaya pemerintah daerah dan nasional dalam meningkatkan kualitas hidup warga serta ekspatriat.
Survei Global Residence Index, yang mengumpulkan data dari ribuan responden internasional serta analis keamanan, menilai kota-kota ASEAN berdasarkan sejumlah indikator, termasuk tingkat kejahatan, penegakan hukum, infrastruktur keamanan, serta persepsi publik terhadap keamanan sehari-hari. Jakarta berhasil mencatat nilai tinggi pada tiga kriteria utama: kehadiran polisi yang tersebar merata, sistem pengawasan video yang terus diperluas, serta program-program preventif yang melibatkan komunitas lokal.
Secara historis, Bangkok dan Manila sering mendominasi daftar kota teraman di ASEAN. Namun, hasil terbaru menunjukkan pergeseran dinamika. Bangkok, yang sebelumnya menempati peringkat tertinggi, turun ke posisi ketiga, sementara Manila jatuh ke peringkat keempat. Penurunan ini sebagian besar dikaitkan dengan meningkatnya kasus kriminalitas terorganisir dan ketegangan politik yang memengaruhi persepsi keamanan publik.
Berikut rangkuman peringkat lima kota teratas dalam survei Global Residence Index 2026:
- 1. Kuala Lumpur, Malaysia – Memimpin dengan skor keamanan tertinggi berkat jaringan transportasi publik yang terintegrasi dan kebijakan keamanan siber yang progresif.
- 2. Jakarta, Indonesia – Mencapai kemajuan signifikan melalui penambahan pos keamanan, peningkatan CCTV, dan program kemitraan antara polisi dan warga.
- 3. Bangkok, Thailand – Menurun karena meningkatnya kasus pencurian di kawasan turis dan kurangnya respons cepat dalam beberapa insiden.
- 4. Manila, Filipina – Menghadapi tantangan keamanan yang dipicu oleh ketegangan politik dan peningkatan aktivitas kriminalitas jalanan.
- 5. Ho Chi Minh City, Vietnam – Menjaga posisi stabil dengan kebijakan penegakan hukum yang ketat dan investasi infrastruktur keamanan.
Para pengamat menilai bahwa keberhasilan Jakarta bukan sekadar hasil kebetulan, melainkan buah dari kebijakan terintegrasi yang diluncurkan sejak 2020. Program “Smart City Jakarta” menambahkan lebih dari 15.000 kamera pengawas di titik-titik strategis, memperluas jaringan sensor kebakaran, serta mengoptimalkan penggunaan data big‑data untuk memprediksi potensi kejahatan.
Selain teknologi, peran aktif masyarakat dalam program “Neighborhood Watch” juga menjadi faktor penentu. Lebih dari 2 juta warga telah bergabung dalam jaringan pelaporan keamanan berbasis aplikasi seluler, memungkinkan respons cepat dari kepolisian setempat. Inisiatif ini berhasil menurunkan angka kejahatan jalanan sebesar 23 persen dalam tiga tahun terakhir.
Pejabat Dinas Keamanan Kota Jakarta, Komjen Pol. Arif Wibowo, menyatakan, “Peningkatan peringkat ini merupakan bukti kerja keras bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga. Kami akan terus memperkuat sinergi tersebut untuk menjadikan Jakarta tidak hanya sebagai pusat ekonomi, namun juga sebagai tempat tinggal yang aman bagi semua kalangan.”
Namun, tantangan tetap ada. Jakarta masih menghadapi masalah kepadatan penduduk, kemacetan, serta risiko bencana alam seperti banjir. Pemerintah berkomitmen untuk mengintegrasikan sistem peringatan dini dan meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana sebagai bagian dari strategi keamanan kota yang holistik.
Pengamat ekonomi menambahkan bahwa peringkat keamanan yang tinggi dapat meningkatkan daya tarik investasi asing. Menurut laporan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), tingkat keamanan merupakan salah satu kriteria utama bagi perusahaan multinasional dalam menentukan lokasi operasional regional. Dengan menempati peringkat kedua, Jakarta diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi di sektor teknologi, keuangan, dan logistik.
Secara keseluruhan, pencapaian ini menegaskan bahwa Jakarta tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga berhasil menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman. Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia untuk mengadopsi kebijakan serupa, memperkuat jaringan keamanan, dan melibatkan masyarakat secara aktif dalam upaya pencegahan kejahatan.
Dengan komitmen berkelanjutan terhadap inovasi keamanan dan kolaborasi lintas sektor, Jakarta berada pada jalur yang tepat untuk terus meningkatkan peringkatnya di masa depan, sekaligus memperkuat citra ASEAN sebagai kawasan yang progresif dan aman.