Inter Milan Hancurkan Roma 5-2, Chivu Puji Kebangkitan Identitas Nerazzurri

Inter Milan Hancurkan Roma 5-2, Chivu Puji Kebangkitan Identitas Nerazzurri
Inter Milan Hancurkan Roma 5-2, Chivu Puji Kebangkitan Identitas Nerazzurri

123Berita – 07 April 2026 | Inter Milan menampilkan penampilan gemilang pada laga lanjutan Serie A pekan ke-31 ketika menjamu AS Roma di Stadion Giuseppe Meazza pada Senin dini hari WIB, 6 April 2026. Tim asuhan Cristian Chivu berhasil memetik kemenangan telak dengan skor 5-2, memperkuat posisi puncak klasemen dan menegaskan kembali identitas khas Nerazzurri yang mengedepankan serangan cepat serta tekanan tinggi.

Sejak peluit pertama, kedua tim menunjukkan ambisi masing‑masing. Roma memulai pertandingan dengan pola permainan yang dinamis, memanfaatkan pergerakan wing‑back yang aktif untuk membuka ruang di lini tengah Inter. Pada menit ke‑12, Roma berhasil menembus pertahanan Inter dan mencetak gol pembuka melalui tembakan jarak jauh yang melepaskan bola ke sudut gawang. Gol tersebut menambah tekanan pada Inter, yang sempat terpaksa menyesuaikan taktik di babak pertama.

Bacaan Lainnya

Namun, Inter tidak tinggal diam. Lautaro Martínez, penyerang utama Nerazzurri, kembali fit setelah absen beberapa pertandingan karena cedera. Ia segera memberi dampak dengan menggerakkan lini serang, menarik bek Roma keluar dari posisi mereka. Pada menit ke‑28, Martínez memanfaatkan umpan terobosan dari Nicolo Barella untuk menembus kotak penalti, namun tembakannya masih meleset tipis. Tekanan terus meningkat dan pada menit ke‑38, Romelu Lukaku—yang kembali menempati posisi penyerang tengah—menyelesaikan peluang lewat sundulan setelah servis silang dari Aleksandar Mitrović, menyeimborkan kedudukan menjadi 1-1.

Babak pertama berakhir dengan skor imbang, namun intervensi taktis Chivu pada jeda istirahat berhasil mengubah arah permainan. Pelatih berusia 45 tahun menekankan pentingnya menahan diri dari pola bertahan pasif yang sempat muncul dalam beberapa pertandingan terakhir. Ia menegaskan bahwa Inter harus kembali ke filosofi menyerang sejak menit pertama, mengendalikan tempo, dan mencetak gol sebanyak mungkin.

Masuk babak kedua, Inter langsung menunjukkan perubahan sikap. Tim meningkatkan intensitas pressing, melakukan sprint lebih sering, dan menekan Roma di zona pertahanan mereka. Hasilnya, pada menit ke‑48, Lautaro Martínez berhasil memecahkan kebuntuan dengan mengeksekusi tendangan penalti setelah pelanggaran di kotak penalti. Gol penalti tersebut menjadi gol pertama bagi Martínez dalam pertandingan ini dan menandai kembali kepercayaan dirinya di lapangan.

Setelah gol penalti, Inter terus menambah angka. Pada menit ke‑55, Theo Hernandez meluncurkan umpan silang dari sisi kiri yang tepat mengenai kepala Romelu Lukaku. Lukaku menegaskan keunggulan Inter dengan menambah satu gol lagi, menjadikan skor 3-1. Selanjutnya, pada menit ke‑62, Nicolo Barella yang menjadi motor penggerak serangan menembus ruang di tengah, memberikan umpan terobosan kepada defender Aleksandar Zinchenko yang mengeksekusi tembakan jarak menengah dan menemukan gawang Roma.

Roma masih berusaha bangkit dan pada menit ke‑68 berhasil memotong jarak menjadi 3-2 lewat gol balasan dari Lorenzo Pellegrini, yang memanfaatkan kesalahan kecil dalam pertahanan Inter. Namun, momentum itu tidak cukup lama karena Inter kembali menambah gol pada menit ke‑73. Defender veteran Alessandro Bastoni, setelah menerima umpan pendek dari midfield, melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang Roma, memperlebar keunggulan menjadi 4-2.

Penutup pertandingan dikuasai penuh oleh Inter. Pada menit ke‑86, Lukaku menutup skor dengan gol terakhir, memanfaatkan umpan panjang dari Marcelo Brozovic yang menembus lini pertahanan Roma. Skor akhir 5-2 menegaskan dominasi Inter Milan sepanjang dua babak.

Setelah pertandingan, Cristian Chivu memberikan komentar kepada media. Ia menyoroti semangat dan kedewasaan tim di babak kedua, menyatakan, “Kami menunjukkan semangat yang tepat, mencoba mendominasi dan mengunci kemenangan.” Chivu menambahkan bahwa dalam beberapa laga terakhir tim cenderung bermain menahan keunggulan, namun kali ini Inter kembali menegakkan identitas mereka: menekan tinggi, menekan terus, dan mencetak gol. Ia juga memuji kembalinya Lautaro Martínez yang langsung produktif, kontribusi positif dari Theo Hernandez, serta penampilan impresif Aleksandar Zinchenko dan Nicolo Barella.

Selain pujian, Chivu juga mengakui tantangan yang dihadapi Inter pada babak pertama. Menurutnya, Roma bermain dengan gaya menyerang tinggi, memanfaatkan pergerakan sayap dan mengosongkan lini tengah. Inter sempat kesulitan menahan tekanan tersebut, namun setelah meningkatkan intensitas sprint dan pressing, mereka berhasil mengendalikan ritme pertandingan di babak kedua.

Dengan kemenangan ini, Inter Milan kembali memperkuat posisi puncak klasemen Serie A, melangkah lebih dekat pada gelar juara musim 2025/26. Kemenangan 5-2 tidak hanya menambah tiga poin, tetapi juga menjadi pernyataan tegas bahwa Nerazzurri kembali ke jalur kemenangan konsisten setelah jeda internasional.

Pos terkait