123Berita – 05 April 2026 | Sabtu sore, 4 April 2026, hujan deras menggelombang wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) dengan intensitas yang melampaui perkiraan normal. Curah hujan yang tercatat mencapai lebih dari 150 milimeter dalam tiga jam pertama, memicu genangan air di sejumlah titik serta menimbulkan longsor di area pemukiman padat penduduk.
Beberapa kawasan di Tangerang Selatan melaporkan kondisi banjir parah. Di Ciputat, air meluas hingga kedalaman 40‑60 sentimeter, menenggelamkan jalan utama dan memaksa warga mengungsi ke rumah tetangga. Di Cibodas, aliran air meluap dari selokan, menenggelamkan pasar tradisional dan menutup akses keluar‑masuk komplek perumahan. Di Serpong dan Pamulang, genangan air menggenangi area parkir serta menghalangi operasional sekolah yang harus ditutup mendadak.
Insiden longsor terjadi di permukiman Cikokol, Serpong, sekitar pukul 16.30 WIB. Tanah yang jenuh air menyeret beberapa rumah susun dan menimpa jalur pejalan kaki, menyebabkan kerusakan struktural pada dua unit rumah dan menimbulkan tiga orang luka ringan yang segera dirawat di rumah sakit terdekat.
Pemerintah daerah setempat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel serta pemadam kebakaran dan Polri segera melakukan respons. Tim SAR menurunkan perahu karet ke wilayah banjir, sementara pasukan pemadam kebakaran menyebarkan pasir dan batu di titik rawan.
- Penempatan 12 pos evakuasi di lokasi strategis (Ciputat, Cibodas, Serpong, Pamulang).
- Penyediaan 150 kantong pasir serta 30 pompa air portable untuk mempercepat penyaliran.
- Pembukaan jalur evakuasi darurat di Jalan Raya Serpong‑Ciputat.
- Distribusi bantuan makanan ringan dan selimut kepada 1.200 keluarga terdampak.
Kepala BPBD Tangsel, Irwan Setiawan, menyatakan bahwa kondisi masih berada di tahap kritis dan mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah hingga peringatan hujan lebat dicabut. “Kami terus memantau tingkat air dan siap menambah sumber daya jika situasi memburuk,” ujarnya.
Sementara itu, Walikota Tangerang Selatan, Arief Budiman, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memperbaiki sistem drainase jangka panjang. “Banjir ini menjadi panggilan hati bagi kita semua untuk meningkatkan infrastruktur, memperketat perizinan pembangunan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya banjir,” katanya dalam konferensi pers singkat.
Warga yang terdampak menyampaikan keprihatinan mereka. Salah satu penduduk Ciputat, Siti Nurhaliza, mengaku harus mengeringkan barang-barang penting di atas meja karena air masuk hingga setinggi lutut. “Kami sudah menyiapkan peralatan darurat, namun air terus masuk setiap kali hujan turun,” keluhnya.
Kerusakan infrastruktur tidak hanya terbatas pada jalan dan rumah. Beberapa jalur listrik utama terganggu, menyebabkan pemadaman listrik di area Ciputat dan Pamulang selama 4‑6 jam. Transportasi publik juga mengalami gangguan; angkutan kota (angkot) harus memutar rute karena jalan utama terhalang air.
BMKG memperkirakan curah hujan akan tetap tinggi selama 48 jam ke depan, terutama pada malam hari. Peringatan banjir dan landslide tetap diberlakukan untuk seluruh wilayah Tangerang Selatan, dengan rekomendasi agar warga menghindari perjalanan ke daerah rawan.
Secara keseluruhan, peristiwa ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan komunitas serta peningkatan kapasitas penanggulangan bencana di wilayah perkotaan yang terus berkembang. Upaya bersama antara pemerintah, lembaga penanggulangan bencana, dan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan kerugian serta melindungi nyawa dalam menghadapi cuaca ekstrem.





