123Berita – 04 April 2026 | Pangkalpinang, 2024 — Dalam rangka memperingati tradisi Cheng Beng yang sarat makna kebersamaan dan gotong‑royong, Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Hidayat Arsani, bersama perwakilan Kiok Bangka menyalurkan ratusan paket bantuan sembako, kursi roda, dan tongkat kepada warga kurang mampu di beberapa titik strategis kota. Acara seremonial yang berlangsung pada sore hari itu dihadiri oleh tokoh masyarakat, aparat desa, serta sejumlah relawan, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mengatasi kebutuhan dasar warga di tengah tantangan ekonomi pasca‑pandemi.
Cheng Beng, yang secara tradisional dirayakan pada tanggal 15 Oktober, menandai hari penyebaran beras ke seluruh pelosok kepulauan sebagai simbol solidaritas dan kemandirian pangan. Seiring dengan nilai historis tersebut, penyelenggaraan bantuan sosial pada hari ini menjadi wujud nyata dari semangat kebersamaan. Gubernur Hidayat Arsani membuka acara dengan sambutan singkat, menekankan pentingnya memperkuat jaringan sosial melalui program bantuan yang tepat sasaran.
“Kami ingin setiap warga yang membutuhkan dapat merasakan kepedulian pemerintah, terutama dalam menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan gula, serta mendukung mobilitas mereka yang kurang beruntung melalui kursi roda dan tongkat,” ujar Hidayat Arsani. “Kami berharap inisiatif ini tidak hanya menjadi bantuan sesaat, melainkan menjadi pijakan untuk membangun kemandirian ekonomi jangka panjang,” tambahnya.
Kiok Bangka, sebagai organisasi kebudayaan yang berperan aktif dalam pelestarian tradisi Cheng Beng, turut berkontribusi dalam proses distribusi. Perwakilan Kiok Bangka, Bapak Ahmad Riza, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan lembaga budaya sangat krusial untuk menjangkau lapisan masyarakat yang paling rentan. “Kami membantu mengidentifikasi keluarga yang paling membutuhkan, serta memastikan bantuan sampai tepat waktu dan dalam kondisi baik,” jelasnya.
Ratusan paket bantuan yang disalurkan berisi kebutuhan pokok yang disusun secara komprehensif, meliputi beras medium 5 kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kg, serta tambahan kebutuhan lain seperti mie instan dan susu bubuk. Selain itu, sejumlah kursi roda dan tongkat diserahkan kepada penyandang disabilitas dan lansia yang telah terdaftar pada Dinas Sosial setempat.
Berikut adalah rincian paket bantuan yang dibagikan:
- Sembako lengkap (beras, minyak, gula, mie instan, susu bubuk)
- Kursi roda untuk penyandang disabilitas
- Tongkat berjalan untuk lansia dan warga dengan mobilitas terbatas
Penerima bantuan menyatakan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan. Ibu Siti Aminah, seorang ibu rumah tangga dari Kelurahan Sungai Pinang, mengungkapkan kegembiraannya karena paket sembako tersebut membantu meringankan beban ekonomi keluarga. “Kami sangat bersyukur, terutama di bulan-bulan akhir tahun ketika kebutuhan rumah tangga semakin berat,” katanya.
Sementara itu, Bapak Rudi Hartono, penerima kursi roda, menyampaikan harapan agar dukungan serupa terus berlanjut. “Dengan kursi roda ini, saya dapat kembali beraktivitas di lingkungan sekitar, berinteraksi dengan tetangga, dan bahkan membantu mengurus anak‑anak saya,” ucapnya.
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung menegaskan bahwa program bantuan ini merupakan bagian dari paket kebijakan sosial yang lebih luas, mencakup program bantuan pangan, bantuan tunai, serta program pemberdayaan ekonomi bagi UMKM lokal. Dalam kerangka ini, distribusi bantuan Cheng Beng diharapkan dapat menjadi contoh bagi program sejenis di wilayah lain.
Secara keseluruhan, pelaksanaan penyaluran bantuan pada perayaan Cheng Beng ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan materi, melainkan juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antarwarga. Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga kebudayaan, dan masyarakat, diharapkan tercipta dampak positif yang berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi di Provinsi Bangka Belitung.
Ke depan, Gubernur Hidayat Arsani berjanji akan terus memantau pelaksanaan program bantuan dan menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan riil masyarakat. Ia menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif warga dalam setiap tahap pelaksanaan kebijakan sosial. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama‑sama membangun Bangka Belitung yang lebih sejahtera, adil, dan berdaya saing,” tutupnya.





