Drama Penalti, Dewa United Raih Kemenangan Tipis Atas PSIM di Super League 2025/2026

Drama Penalti, Dewa United Raih Kemenangan Tipis Atas PSIM di Super League 2025/2026
Drama Penalti, Dewa United Raih Kemenangan Tipis Atas PSIM di Super League 2025/2026

123Berita – 04 April 2026 | Dalam laga lanjutan Super League 2025-2026, Dewa United berhasil mengamankan tiga poin penting dengan kemenangan 1-0 melawan PSIM Yogyakarta. Gol penentu datang pada menit-menit akhir melalui eksekusi penalti oleh Alex Martins, menambah catatan kemenangan tipis sang tuan rumah.

Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno ini dimulai dengan tempo tinggi. Kedua tim menunjukkan tekad kuat untuk mengubah posisi klasemen masing-masing. Dewa United, yang mengandalkan formasi 4-3-3, menekan sejak menit pertama, sementara PSIM Yogyakarta yang mengusung formasi 4-2-3-1 berusaha menahan serangan lawan dan menunggu peluang balasan.

Bacaan Lainnya

Serangan pertama Dewa United muncul pada menit ke-7 ketika winger kanan, Rudi Hartono, berhasil melewati dua bek PSIM dan mengirimkan umpan silang ke area penalti. Namun, bek tengah PSIM, Andi Prasetyo, berhasil menepis bola dengan tegas sehingga peluang tersebut gagal.

PSIM tidak tinggal diam. Pada menit ke-15, mereka memanfaatkan ruang di sisi kiri lapangan. Gelandang serang, Dedi Satria, mengirimkan bola panjang ke penyerang tunggal mereka, Riza Kurniawan, yang hampir mencetak gol setelah mengoper bola ke dalam kotak penalti, namun tembakannya melenceng tipis ke tiang gawang.

Sepanjang babak pertama, Dewa United terus menguasai penguasaan bola, namun tidak berhasil memecah kebuntuan. Kedua tim bermain dengan disiplin, dan pertahanan masing-masing tetap solid. Wasit hanya memberikan satu kartu kuning kepada pemain Dewa United, yaitu bek kiri, Wahyu Santoso, karena pelanggaran keras pada menit ke-28.

Menjelang akhir babak pertama, tekanan Dewa United semakin meningkat. Pada menit ke-42, Alex Martins, pemain asing yang menjadi andalan Dewa United di lini tengah, menembus pertahanan PSIM dan melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Kiper PSIM, Ahmad Rizal, melakukan penyelamatan gemilang, menghalau bola ke sudut lapangan.

  • Menit 7 – Rudi Hartono bersilang, peluang pertama Dewa United
  • Menit 15 – Riza Kurniawan hampir mencetak untuk PSIM
  • Menit 28 – Kartu kuning untuk Wahyu Santoso (Dewa United)
  • Menit 42 – Alex Martins menembak keras, penyelamatan Ahmad Rizal

Babak kedua dimulai dengan intensitas yang sama. PSIM berusaha mengejar ketertinggalan dengan melakukan pergantian pemain pada menit ke-55, memperkenalkan striker baru, Fajar Nugroho, yang diharapkan dapat menambah daya serang. Namun, perubahan tak langsung menghasilkan peluang signifikan.

Puncak drama terjadi pada menit ke-87. Setelah serangkaian serangan balasan, Alex Martins kembali menembus area pertahanan PSIM. Ia terjatuh di dalam kotak penalti setelah kontak dengan bek kanan PSIM, Budi Santoso. Wasit mengangkat bendera, menandakan penalti untuk Dewa United.

Eksekusi penalti diambil oleh Alex Martins sendiri. Dengan tenang, ia menempatkan bola di sudut kanan atas, melewati jangkauan kiper Ahmad Rizal. Gol penalti ini mengubah skor menjadi 1-0 untuk Dewa United dan menegaskan kemenangan tim tuan rumah.

Setelah gol, PSIM berusaha melakukan serangan akhir, namun Dewa United menutup pertahanan dengan rapi. Whistle akhir menandakan selesainya pertandingan dengan hasil 1-0.

Pelatih Dewa United, Rudi Hartono (tidak sama dengan pemain), mengapresiasi ketangguhan timnya dalam menghadapi tekanan. “Kami sudah menyiapkan diri untuk situasi seperti ini. Alex menunjukkan mental yang kuat, dan kami bangga dengan kerja keras seluruh tim,” ujar ia dalam konferensi pers pasca laga.

Sementara itu, pelatih PSIM, Sutrisno, mengakui kekurangan di lini pertahanan. “Kami harus lebih disiplin dalam mengatur ruang, terutama pada set-piece. Kami akan belajar dari kekalahan ini dan kembali lebih kuat,” katanya.

Kemenangan ini menempatkan Dewa United pada posisi empat besar klasemen, memperkuat peluang mereka melaju ke babak playoff. Sebaliknya, PSIM tetap berada di zona tengah klasemen, harus berjuang lebih keras untuk menghindari zona degradasi.

Secara statistik, Dewa United mencatat 58% penguasaan bola, 7 tembakan (3 tepat sasaran), dan 4 serangan sudut. PSIM mencatat 42% penguasaan bola, 5 tembakan (2 tepat sasaran), serta 3 serangan sudut. Kedua tim menampilkan fair play dengan total 2 kartu kuning masing-masing.

Dengan hasil ini, kompetisi Super League 2025-2026 semakin menegangkan, menampilkan persaingan ketat antar tim yang berambisi merebut gelar juara. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ajang penting bagi kedua tim untuk memperbaiki posisi mereka di papan klasemen.

Kesimpulannya, Dewa United berhasil memanfaatkan peluang penalti di menit-menit akhir untuk mengamankan tiga poin penting, sementara PSIM gagal melakukan comeback meski telah menekan lawan selama dua babak. Kemenangan tipis ini menambah ketegangan kompetisi dan menegaskan pentingnya konsistensi serta ketenangan dalam situasi kritis.

Pos terkait