123Berita – 07 April 2026 | Tim kru misi Artemis II yang tengah meluncur menuju orbit bulan menyambut hari Paskah dengan semangat kebersamaan dan harapan. Di dalam kapsul Orion, empat astronot dari NASA serta satu perwakilan Kanada menyiapkan sebuah pesan khusus yang disiarkan ke seluruh dunia, menandai momen bersejarah pertama manusia kembali menginjakkan kaki di luar angkasa sejak era Apollo.
Komandan misi, Reid Wiseman, memimpin perayaan sederhana namun penuh makna. Bersama pilot Victor Glover, mision specialist Christina Koch, dan astronot Kanada Jeremy Hansen, mereka menyanyikan lagu “Happy Easter” secara bersama‑sama, menambah suasana hangat di tengah keheningan ruang angkasa. Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya persatuan, harapan, dan rasa syukur—nilai‑nilai yang selalu diusung oleh perayaan Paskah.
“Kami ingin mengucapkan Selamat Paskah kepada semua orang di Bumi,” ujar Wiseman dalam sambutan singkatnya. “Kami berada jauh di luar atmosfer, namun semangat kebersamaan tetap menghubungkan kami dengan setiap keluarga, teman, dan warga dunia yang menantikan pencapaian luar biasa ini.” Ia menambahkan bahwa rasa terima kasih kepada para ilmuwan, insinyur, dan pendukung misi tak terhingga, karena tanpa mereka, perjalanan ini tidak mungkin terwujud.
Christina Koch, yang pernah menjadi bagian penting dalam misi berawak sebelumnya, menambahkan sentuhan pribadi pada pesan tersebut. Ia menyampaikan harapan agar perayaan Paskah membawa damai dan kebahagiaan, tidak hanya bagi mereka di Bumi tetapi juga bagi generasi mendatang yang akan menjejakkan kaki di bulan. “Paskah adalah simbol kebangkitan dan harapan baru,” kata Koch, “dan kami di sini, di tengah perjalanan ke bulan, merayakannya dengan semangat yang sama.”
Jeremy Hansen, mewakili Badan Antariksa Kanada (CSA), menekankan kolaborasi internasional yang menjadi landasan utama Artemis II. Ia menyatakan, “Kerja sama antara NASA dan CSA, serta mitra‑mitra lainnya, menunjukkan bahwa eksplorasi luar angkasa adalah usaha bersama umat manusia. Paskah ini, kami merayakan tidak hanya tradisi keagamaan, tetapi juga persahabatan lintas negara yang kuat.”
Selain pesan dari kru, mantan astronot Apollo Charlie Duke juga mengirimkan ucapan selamat. Duke, yang pernah berjalan di permukaan bulan pada tahun 1972, menulis surat penuh semangat yang diterima oleh tim Artemis II. Dalam kata‑kata yang menginspirasi, ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat penjelajahan dan mengajak generasi muda untuk terus bermimpi melampaui batas.
Penghargaan terhadap sejarah misi Apollo terasa kuat dalam perayaan ini. Artemis II, yang direncanakan melakukan penerbangan berawak pertama sejak program Space Shuttle, menargetkan melakukan flyby mengelilingi bulan pada awal 2025. Rute tersebut akan membawa kru melewati ketinggian lebih dari 100.000 kilometer, memberikan pandangan spektakuler terhadap sisi jauh bulan yang belum pernah dilihat manusia secara langsung.
Tim NASA menyiapkan rangkaian acara khusus untuk menandai perayaan tersebut, termasuk pemutaran video singkat yang menampilkan klip Paskah tradisional dari berbagai budaya. Meskipun tidak dapat menampilkan gambar secara langsung dalam siaran, para astronot menggambarkan suasana hangat dengan deskripsi visual yang memikat, menghubungkan penonton dengan tradisi yang merayakan kebangkitan dan harapan.
Selain nilai simbolis, perayaan Paskah di luar angkasa juga menjadi momen penting untuk menekankan pentingnya kesehatan mental kru dalam misi jangka panjang. Aktivitas sosial ringan seperti menyanyikan lagu bersama, berbagi cerita pribadi, dan mengirimkan pesan kepada keluarga di Bumi membantu menjaga keseimbangan psikologis selama berada dalam lingkungan tertutup dan terisolasi.
Selama perayaan, kru juga melakukan pemeriksaan rutin pada sistem Orion, memastikan semua perangkat berfungsi dengan baik menjelang fase penting flyby bulan. Prosedur ini mencakup pengujian komunikasi, navigasi, serta sistem pendukung kehidupan, yang semuanya harus beroperasi tanpa cacat selama manuver kritis.
Peringatan Paskah oleh tim Artemis II mendapat sambutan hangat di media internasional. Banyak warga dunia menyatakan rasa kagum sekaligus kebanggaan melihat manusia merayakan momen kebudayaan penting di luar planet ini. Reaksi positif ini menegaskan bahwa eksplorasi luar angkasa tidak hanya soal teknologi, melainkan juga tentang nilai‑nilai kemanusiaan yang menyatukan semua orang.
Dengan semangat Paskah yang menekankan harapan baru, kru Artemis II melanjutkan perjalanan mereka menuju titik balik paling dekat dengan bulan. Mereka berada pada tahap persiapan terakhir sebelum melakukan manuver flyby pada minggu depan, sebuah langkah penting yang akan membuka jalan bagi misi Artemis III yang direncanakan mendaratkan astronot di permukaan bulan pada pertengahan dekade ini.
Keberanian, kolaborasi internasional, dan pesan kebersamaan yang disampaikan pada hari Paskah menjadi simbol kuat bagi generasi berikutnya. Ketika Orion meluncur lebih jauh ke ruang angkasa, harapan dan doa yang mengalir dari bumi akan terus mengiringi setiap langkah mereka, menegaskan kembali tekad umat manusia untuk terus menjelajah, menginspirasi, dan merayakan momen‑momen penting bersama.





