BRIN Ungkap Benda Langit Bercahaya di Lampung: Bekas Roket Tiongkok yang Meluncur ke Samudra Hindia

BRIN Ungkap Benda Langit Bercahaya di Lampung: Bekas Roket Tiongkok yang Meluncur ke Samudra Hindia
BRIN Ungkap Benda Langit Bercahaya di Lampung: Bekas Roket Tiongkok yang Meluncur ke Samudra Hindia

123Berita – 05 April 2026 | Bandar Lampung, 5 April 2026 – Warga setempat melaporkan adanya fenomena cahaya terang yang melintas di langit malam pada akhir pekan lalu. Kejadian yang semula menimbulkan spekulasi tentang benda luar angkasa ini kini telah dibantah oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menurut penjelasan resmi, cahaya tersebut merupakan sisa roket buatan Tiongkok yang jatuh ke perairan Samudra Hindia setelah meluncur dari arah India.

Penelusuran awal dilakukan oleh tim pemantau satelit milik BRIN yang mengamati jejak benda tersebut menggunakan data publik dari Space-Track, sebuah portal yang menyediakan informasi orbit objek luar angkasa. Data menunjukkan bahwa objek tersebut memiliki lintasan orbit yang konsisten dengan roket peluncuran militer Tiongkok, bukan satelit atau pesawat luar angkasa sipil.

Bacaan Lainnya

Berangkat dari wilayah barat Indonesia, jejak orbit menembus wilayah udara India sebelum mengarah ke selatan, menembus wilayah Samudra Hindia. Analisis lebih lanjut mengidentifikasi bahwa roket tersebut adalah bagian dari program pengujian balistik milik Tiongkok, yang kemungkinan besar mengalami kegagalan teknis pada tahap akhir peluncuran. Akibatnya, sisa roket jatuh ke laut lepas pantai barat Sumatera dan menghasilkan cahaya terang yang terlihat di Lampung.

“Kami memanfaatkan data orbit yang tersedia secara terbuka melalui Space-Track untuk memverifikasi identitas dan lintasan benda tersebut,” kata Dr. Rini Wulandari, Kepala Pusat Observasi Antariksa BRIN. “Berdasarkan perhitungan orbit, objek itu tidak lagi berada di luar angkasa melainkan telah masuk ke atmosfer dan menembus wilayah perairan Indonesia. Ini menjelaskan mengapa masyarakat di Lampung menyaksikan cahaya berwarna putih keunguan yang melintas cepat di langit malam.”

Penjelasan tersebut mengakhiri spekulasi yang beredar di media sosial mengenai kemungkinan penampakan UFO atau benda luar angkasa yang tidak dikenal. Beberapa netizen sempat mengaitkan fenomena tersebut dengan aktivitas militer asing atau bahkan ancaman keamanan nasional. Namun, penegasan dari BRIN menegaskan bahwa tidak ada bahaya langsung bagi penduduk, karena sisa roket sudah jatuh ke laut dan tidak menimbulkan dampak fisik di daratan.

Menilik latar belakang teknis, roket yang dimaksud diperkirakan merupakan varian dari sistem peluncuran antarbenua yang sedang diuji coba oleh Angkatan Laut Tiongkok. Program tersebut dikenal sebagai “Jade Dragon” yang bertujuan meningkatkan kemampuan peluncuran jarak jauh. Pada saat peluncuran, roket mengalami kegagalan pada tahap pendorong kedua, menyebabkan sebagian besar struktur roket terlepas dan meluncur ke arah selatan.

BRIN juga menambahkan bahwa data orbit yang tersedia melalui Space-Track mencakup informasi mengenai objek yang berukuran lebih dari 10 sentimeter, termasuk sampah antariksa, satelit, dan bagian roket yang tidak berfungsi. Dengan menggabungkan data tersebut dengan observasi visual dan radar, tim dapat menentukan asal usul serta trajektori akhir benda tersebut.

  • Sumber Data: Space-Track, portal publik yang mengumpulkan TLE (Two-Line Element) dari USSTRATCOM.
  • Lokasi Penampakan: Langit malam Lampung, khususnya wilayah pesisir selatan.
  • Jenis Benda: Sisa roket balistik milik Tiongkok.
  • Lintasan Orbit: Dari arah India menuju Samudra Hindia, melewati perairan barat Sumatera.

Selain memberikan klarifikasi, BRIN menegaskan komitmennya untuk terus memantau aktivitas benda antariksa yang masuk ke wilayah udara Indonesia. Mengingat semakin padatnya ruang angkasa dengan sampah antariksa, kemampuan deteksi dini menjadi penting untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi penerbangan sipil dan keamanan nasional.

Pengawasan tersebut dilakukan secara kolaboratif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta lembaga militer yang memiliki radar deteksi tinggi. Keterpaduan data ini memungkinkan otoritas Indonesia untuk memberikan peringatan dini jika ada objek yang berpotensi menabrak wilayah daratan atau wilayah udara yang padat.

Secara internasional, insiden serupa tidak jarang terjadi. Beberapa negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Rusia, pernah mengalami jatuhnya sisa roket atau satelit ke wilayah mereka. Masing‑masing negara biasanya melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menentukan dampak lingkungan serta potensi kontaminasi bahan berbahaya.

Dalam konteks Indonesia, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan penanggulangan sampah antariksa. Pemerintah telah menyatakan rencana untuk meningkatkan kapasitas pelacakan serta membangun pusat koordinasi khusus yang akan bekerja sama dengan lembaga internasional seperti United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA).

Kesimpulannya, cahaya terang yang menyilaukan warga Lampung pada akhir pekan lalu bukanlah fenomena misterius, melainkan sisa roket balistik milik Tiongkok yang mengalami kegagalan pada fase peluncuran. Penjelasan berbasis data orbit yang akurat dari BRIN menegaskan tidak adanya ancaman bagi publik, sekaligus menyoroti pentingnya pemantauan terus‑menerus terhadap objek antariksa yang memasuki wilayah udara Indonesia.

Pos terkait