60 Ribu Pohon Hijaukan Tanah Suci Makkah, Suhu Turun dan Jemaah Haji Terkejut

60 Ribu Pohon Hijaukan Tanah Suci Makkah, Suhu Turun dan Jemaah Haji Terkejut
60 Ribu Pohon Hijaukan Tanah Suci Makkah, Suhu Turun dan Jemaah Haji Terkejut

123Berita – 04 Mei 2026 | Transformasi hijau terbesar dalam sejarah ibadah haji kini tengah berlangsung di Tanah Suci Makkah. Lebih dari enam puluh ribu pohon telah ditanam di area sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, menjadikan lanskap suci tersebut lebih sejuk, asri, dan menurunkan suhu lingkungan secara signifikan.

Inisiatif penanaman ini merupakan bagian dari program pemerintah Arab Saudi yang menargetkan penanaman satu miliar pohon di seluruh negeri dalam rangka mengatasi perubahan iklim dan memperbaiki kualitas udara. Fokus utama pada kawasan haji dipilih karena ribuan jemaah berkumpul dalam satu area yang padat selama musim ibadah, menciptakan tantangan tersendiri bagi kenyamanan dan kesehatan mereka.

Bacaan Lainnya

Selama beberapa bulan terakhir, tim teknis dan relawan lingkungan bekerja sama dengan otoritas keagamaan untuk menyiapkan lahan, menyiram, serta merawat bibit yang dipilih khusus untuk iklim gurun. Pohon yang ditanam meliputi spesies-pohon tahan panas seperti pohon kurma, akasia, dan pohon jarak, yang diketahui mampu menyerap karbon dioksida dengan cepat serta menghasilkan oksigen dalam jumlah besar.

Hasilnya terasa langsung. Jemaah haji yang biasanya melaporkan rasa lelah, dehidrasi, dan sesak napas karena suhu ekstrem, kini melaporkan sensasi udara yang lebih segar dan suhu yang terasa lebih nyaman. Beberapa jemaah bahkan mengaku terkejut ketika merasakan perbedaan suhu antara area yang ditanami dan area yang belum. “Saya tidak menyangka suhu di sekitar Masjidil Haram bisa turun beberapa derajat, terasa lebih sejuk, terutama saat sholat tarawih,” ujar seorang jemaah asal Indonesia.

Berikut beberapa dampak positif yang teridentifikasi sejak penanaman 60 ribu pohon dimulai:

  • Peningkatan kualitas udara: Konsentrasi partikel PM2,5 turun hampir 30% dibandingkan periode sebelumnya.
  • Penurunan suhu rata-rata: Data dari stasiun cuaca menunjukkan penurunan suhu maksimum hingga 4°C pada siang hari.
  • Pengurangan kebisingan: Daun dan cabang pohon menyerap gelombang suara, menciptakan suasana yang lebih tenang di sekitar area sholat.
  • Peningkatan estetika: Lanskap hijau memberikan rasa damai dan menambah nilai spiritual bagi para jamaah.
  • Peningkatan kesadaran lingkungan: Jemaah haji dari berbagai negara kini lebih memahami pentingnya aksi hijau dalam konteks keagamaan.

Para ahli lingkungan menilai bahwa penanaman pohon di wilayah gurun seperti Makkah memang menantang, namun dengan pemilihan spesies yang tepat dan perawatan intensif, keberhasilan proyek ini dapat menjadi model bagi kota-kota lain di dunia yang menghadapi suhu ekstrem.

Selain manfaat langsung bagi jemaah, proyek ini juga sejalan dengan visi Saudi Vision 2030 yang menekankan pada diversifikasi ekonomi, pembangunan berkelanjutan, dan peningkatan kualitas hidup warga. Pemerintah mengalokasikan dana khusus serta mengundang partisipasi masyarakat internasional melalui program sukarelawan haji yang kini mencakup kegiatan lingkungan.

Namun, tantangan tetap ada. Memastikan kelangsungan hidup pohon di iklim kering memerlukan sistem irigasi yang efisien, penggunaan teknologi pengolahan air, serta pemantauan kesehatan tanaman secara rutin. Otoritas setempat bekerja sama dengan lembaga riset pertanian untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi yang dapat menurunkan kebutuhan air tanpa mengorbankan pertumbuhan pohon.

Secara keseluruhan, proyek penanaman 60 ribu pohon di Tanah Suci tidak hanya memberikan efek pendinginan yang dirasakan langsung oleh jemaah haji, tetapi juga memperkuat pesan bahwa kepedulian terhadap bumi merupakan bagian integral dari ibadah. Keberhasilan inisiatif ini diharapkan menjadi inspirasi bagi negara-negara lain yang memiliki situs suci atau tempat ibadah massal, menjadikan lingkungan hijau sebagai bagian tak terpisahkan dari pengalaman spiritual.

Dengan harapan bahwa kebijakan hijau ini terus berlanjut, para jemaah haji tahun mendatang diperkirakan akan menikmati suasana yang lebih sejuk, bersih, dan menyehatkan, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap bumi yang kita tinggali.

Pos terkait