123Berita – 07 April 2026 | Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Wamesos) melakukan kunjungan lapangan ke PTDI‑STTD Bekasi pada pekan ini untuk meninjau calon lokasi pendirian Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pemerintah yang bertujuan menyediakan pendidikan dasar yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat luas. Kunjungan tersebut menandai langkah penting dalam proses seleksi lokasi yang telah melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepala dinas pendidikan setempat, perwakilan lembaga pengelola PTDI‑STTD, serta tokoh masyarakat.
Program Sekolah Rakyat, yang diluncurkan pada awal tahun ini, berfokus pada penyediaan fasilitas pendidikan yang tidak hanya mengutamakan biaya rendah, tetapi juga menekankan standar mutu belajar mengajar yang setara dengan sekolah formal. Ide dasar program ini adalah memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, sehingga dapat mempercepat pembangunan jaringan sekolah baru tanpa harus menunggu proses konstruksi dari nol. Dalam konteks ini, PTDI‑STTD Bekasi menjadi salah satu kandidat utama karena memiliki lahan dan bangunan yang siap dioptimalkan.
PTDI‑STTD Bekasi, atau Pusat Teknologi Daerah Industri‑Sekolah Tinggi Teknologi dan Desain, memiliki kompleks gedung yang dirancang untuk mendukung aktivitas pendidikan dan pelatihan kejuruan. Selama inspeksi, Wamesos mencatat bahwa gedung tersebut menyediakan ruang asrama dengan kapasitas sekitar 400 orang, ruang kelas berukuran standar, ruang makan yang terintegrasi, serta fasilitas pendukung lain seperti laboratorium, perpustakaan, dan area olahraga. Semua fasilitas tersebut berada dalam kondisi baik dan telah terawat secara rutin, menjadikannya kandidat yang layak untuk diadaptasi menjadi lingkungan belajar bagi Sekolah Rakyat.
Selama peninjauan, Wamesos menilai beberapa aspek kritis, antara lain kelayakan struktural bangunan, ketersediaan sarana penunjang belajar, serta potensi integrasi antara program akademik Sekolah Rakyat dengan program pelatihan vokasi yang sudah berjalan di PTDI‑STTD. Dalam rapat singkat yang diadakan setelah tur gedung, Wamesos menekankan pentingnya memastikan bahwa ruang asrama dapat diubah menjadi asrama siswa yang nyaman, sekaligus menjaga standar keamanan dan kebersihan yang tinggi. Ia juga menggarisbawahi perlunya penyesuaian jadwal penggunaan ruang kelas agar tidak terjadi benturan dengan kegiatan lain di PTDI‑STTD.
Pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah lokal untuk memberikan dukungan administratif maupun logistik. Menurut mereka, pendirian Sekolah Rakyat di lokasi ini akan membuka peluang bagi ribuan anak-anak di sekitar wilayah Bekasi yang selama ini mengandalkan sekolah swasta dengan biaya tinggi. Selain itu, keberadaan asrama yang mampu menampung ratusan siswa diharapkan dapat menarik peserta didik dari daerah terpencil yang sebelumnya terhambat oleh faktor geografis.
Berbagai pihak menilai bahwa proyek ini dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan meningkatnya jumlah siswa, permintaan akan layanan pendukung seperti transportasi, kantin, dan usaha kecil di sekitar kawasan PTDI‑STTD diprediksi akan naik. Lebih jauh lagi, integrasi antara Sekolah Rakyat dan program vokasi PTDI‑STTD dapat membuka jalur kerja langsung bagi lulusan, sehingga mengurangi tingkat pengangguran di kalangan muda.
Berikut ini adalah rangkuman fasilitas utama yang tersedia di PTDI‑STTD Bekasi yang akan menjadi dasar evaluasi lanjutan:
- Asrama dengan kapasitas sekitar 400 orang, dilengkapi dengan tempat tidur berstandar, kamar mandi, dan ruang belajar bersama.
- Ruang kelas berkapasitas 30‑40 siswa, dilengkapi papan tulis digital dan proyektor.
- Ruang makan berskala besar dengan dapur terintegrasi, mampu melayani kebutuhan harian siswa.
- Laboratorium sains dan teknologi yang dapat diakses untuk praktik belajar.
- Perpustakaan dengan koleksi buku teks, referensi, dan bahan bacaan digital.
- Area olahraga indoor dan outdoor, termasuk lapangan basket dan trek lari.
Jadwal keputusan akhir terkait penetapan PTDI‑STTD Bekasi sebagai lokasi Sekolah Rakyat dijadwalkan selesai dalam tiga bulan ke depan. Tim evaluasi akan menyiapkan laporan komprehensif yang mencakup rekomendasi teknis, analisis biaya, serta rencana implementasi fase pertama. Jika semua persyaratan terpenuhi, proses renovasi dan penyesuaian fasilitas diperkirakan akan dimulai pada kuartal berikutnya, dengan target operasional penuh pada akhir tahun ajaran 2026/2027.
Dengan langkah konkret ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Keberhasilan penetapan PTDI‑STTD Bekasi sebagai lokasi Sekolah Rakyat tidak hanya akan memberikan manfaat langsung bagi ribuan siswa, tetapi juga menjadi model replikasi bagi daerah lain yang memiliki infrastruktur serupa, mempercepat realisasi visi pendidikan nasional yang merata.