Veronica Tan Dorong Perempuan Indonesia Berkarya, Tingkatkan Kontribusi Positif bagi Bangsa

123Berita – 10 April 2026 | Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan nasional dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Senin (10/04/2024). Ia mengajak seluruh lapisan perempuan Indonesia untuk terus mengembangkan potensi kreatif, profesional, dan sosial demi kemajuan bangsa.

Acara yang sekaligus menjadi peluncuran pameran keempat Indonesian Women Artist (IWA #4) ini memfasilitasi lebih dari seratus karya seni visual, musik, tari, dan literasi yang diciptakan oleh seniman perempuan dari seluruh wilayah Indonesia. Menurut data panitia, partisipasi perempuan dalam industri kreatif meningkat sebesar 27% dalam tiga tahun terakhir, menandakan tren positif yang sejalan dengan agenda pemerintah tentang pemberdayaan gender.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan bukan sekadar penerima manfaat kebijakan, melainkan pencipta solusi dan inovasi,” ujar Veronica Tan dengan tegas. “Melalui IWA #4, kami memberi panggung bagi karya-karya yang mencerminkan keragaman budaya, aspirasi sosial, serta semangat kebangsaan perempuan Indonesia,” tambahnya.

Veronica menyoroti beberapa program strategis yang telah diluncurkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), antara lain:

  • Peningkatan akses pembiayaan bagi wirausahawan perempuan melalui skema kredit mikro bersubsidi.
  • Pelatihan kepemimpinan dan digital skill bagi pemuda perempuan di daerah tertinggal.
  • Pembentukan jaringan mentor yang melibatkan alumni program beasiswa luar negeri.

Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga non‑profit sangat krusial untuk menciptakan ekosistem yang mendukung perempuan berinovasi. “Kebijakan tanpa implementasi nyata tidak akan menghasilkan perubahan,” tegasnya.

Pameran IWA #4 sendiri menampilkan tema “Kreasi Tanpa Batas” yang mengangkat isu-isu kontemporer seperti perubahan iklim, hak asasi perempuan, dan kearifan lokal. Salah satu karya unggulan, lukisan berjudul “Matahari Pagi” karya artis asal Bandung, menggambarkan harapan generasi muda perempuan dalam menyongsong era digital yang inklusif.

Selain menampilkan karya seni, pameran juga menyajikan diskusi panel dengan pakar gender, tokoh bisnis, serta aktivis budaya. Diskusi tersebut menyoroti tantangan struktural yang masih menghambat perempuan, seperti kesenjangan upah, akses pendidikan rendah di daerah pedesaan, serta stereotip budaya yang membatasi partisipasi perempuan di ruang publik.

Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta menanyakan langkah konkret yang dapat diambil oleh perempuan di tingkat akar rumput untuk meningkatkan kontribusinya. Veronica menjawab, “Mulailah dengan memetakan kekuatan dan jaringan yang Anda miliki. Manfaatkan platform digital untuk mempromosikan produk atau ide Anda, dan jangan ragu mengajukan proposal pendanaan kepada lembaga yang mendukung inovasi perempuan. Keberanian mengambil langkah kecil akan menghasilkan dampak besar dalam jangka panjang,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan peningkatan angka partisipasi perempuan dalam sektor formal hingga 45% pada tahun 2026, selaras dengan komitmen Indonesia pada agenda Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan nomor 5 tentang kesetaraan gender. Dengan dukungan kebijakan yang progresif dan inisiatif seperti IWA, harapan akan tercapainya target tersebut semakin realistis.

Secara keseluruhan, ajakan Veronica Tan tidak sekadar retorika; ia merupakan panggilan aksi yang didukung data, kebijakan, dan ruang publik kreatif. Melalui pameran IWA #4, perempuan Indonesia diberikan kesempatan untuk menampilkan karya, berbagi pengalaman, serta memperluas jaringan kolaboratif yang dapat memperkuat posisi mereka dalam perekonomian nasional.

Ke depan, Kementerian PPPA berkomitmen untuk terus menggelar serangkaian program pemberdayaan, termasuk pelatihan digital entrepreneurship, kampanye anti‑kekerasan berbasis komunitas, serta penghargaan tahunan bagi perempuan yang memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan perempuan Indonesia tidak hanya menjadi saksi perubahan, melainkan agen utama yang memimpin bangsa menuju masa depan yang lebih adil dan makmur.

Pos terkait