123Berita – 09 April 2026 | Jakarta – Kekhawatiran global atas munculnya varian baru SARS‑CoV‑2 yang diberi nama “Cicada” kembali memicu diskusi di kalangan ilmuwan dan publik. Namun, Profesor Dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK(K) dari Fakultas Kedokteran Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM), menegaskan bahwa varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia dan tidak menunjukkan tingkat keganasan yang lebih tinggi dibandingkan varian sebelumnya, termasuk Omicron.
“Sampai saat ini belum ada laporan resmi mengenai kedatangan Cicada di wilayah Indonesia. Data yang kami miliki tidak mengindikasikan peningkatan keparahan atau tingkat penularan yang signifikan,” ujar Prof. Tri dalam sebuah wawancara yang dikutip dari situs resmi UGM pada Kamis, 9 April 2026.
Varian Covid‑19 yang telah dikenal sebelumnya meliputi Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron. Dari sudut pandang medis, Tri Wibawa menekankan bahwa tidak ada perbedaan mencolok antara gejala yang ditimbulkan oleh Cicada dengan varian lain. “Gejala dapat beragam, mulai dari ringan seperti flu biasa hingga gejala yang lebih berat, tergantung pada kondisi kesehatan dan tingkat imunitas masing‑masing pasien,” jelasnya.
Berkenaan dengan efektivitas vaksin, pakar tersebut menambahkan bahwa setiap munculnya varian baru memang berpotensi memengaruhi tingkat perlindungan yang diberikan oleh vaksin. Namun, individu yang telah divaksinasi penuh atau pernah terinfeksi Covid‑19 sebelumnya tetap memiliki keunggulan imunologis. “Imunitas yang sudah terbentuk, baik dari vaksin maupun infeksi sebelumnya, memberikan respon yang lebih siap terhadap varian baru,” ungkapnya.
Tri Wibawa juga menekankan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya pencegahan Covid‑19 secara umum. Berikut beberapa tindakan yang tetap relevan:
- Lakukan vaksinasi lengkap sesuai jadwal yang direkomendasikan.
- Jaga kebersihan tangan dengan sabun atau hand sanitizer.
- Gunakan masker di tempat tertutup atau ketika berinteraksi dengan orang yang sedang sakit.
- Hindari kerumunan, terutama bila sedang mengalami gejala flu atau demam.
- Segera konsultasikan dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan.
Dengan situasi yang masih terkontrol di Indonesia, Tri Wibawa mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk panik, asalkan langkah‑langkah dasar kesehatan terus dipraktikkan secara konsisten.
Pakar lain di bidang virologi juga sependapat bahwa pemantauan genomik secara berkelanjutan sangat penting untuk mendeteksi potensi perubahan pada virus. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus memperkuat jaringan surveilans dan kerja sama internasional guna memastikan informasi terkini dapat diakses dengan cepat.
Secara keseluruhan, varian Cicada saat ini belum menimbulkan ancaman khusus bagi Indonesia. Masyarakat diimbau untuk tetap melanjutkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Dengan kolaborasi antara otoritas kesehatan, peneliti, dan publik, kemungkinan besar Indonesia dapat melewati tantangan varian baru ini tanpa dampak signifikan.