Truk Koperasi Desa Merah Putih Jatuh ke Selokan di Bojonegoro, Sopir Kejutan Motor Nyalip dari Kiri

Truk Koperasi Desa Merah Putih Jatuh ke Selokan di Bojonegoro, Sopir Kejutan Motor Nyalip dari Kiri
Truk Koperasi Desa Merah Putih Jatuh ke Selokan di Bojonegoro, Sopir Kejutan Motor Nyalip dari Kiri

123Berita – 04 April 2026 | Seorang sopir truk milik Koperasi Desa Merah Putih mengalami kecelakaan menggelikan pada Senin (3/4/2026) di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur. Kendaraan beroda enam tersebut secara tak terduga terperosok ke dalam selokan setelah terganggu oleh sebuah sepeda motor yang menyalip dari sisi kiri. Insiden ini menyoroti bahaya manuver agresif di jalan raya, terutama ketika kendaraan berat masih menggunakan pelat kendaraan sementara yang belum resmi.

Sementara itu, pengendara sepeda motor yang menyalip tidak mengalami luka serius, namun ia mengakui bahwa tindakannya terlalu mendadak. “Saya hanya ingin mengejar jarak, tak menyangka truk akan terjatuh,” ujar pengendara motor yang memilih untuk tidak disebutkan namanya. Kepanikan sang sopir truk terlihat jelas, ia tampak terkejut dan kebingungan ketika motor menyalip dari kiri, sehingga tidak sempat mengatur rem dengan baik.

Bacaan Lainnya

Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai legalitas penggunaan pelat sementara pada kendaraan komersial. Truk Koperasi Desa Merah Putih masih menempelkan pelat sementara, yang biasanya diberikan untuk kendaraan yang sedang dalam proses perpanjangan atau pengurusan STNK. Penggunaan pelat sementara tidak menghalangi kendaraan untuk beroperasi, namun menuntut pemilik untuk memastikan kendaraan dalam kondisi layak dan aman. Pemeriksaan rutin oleh pihak kepolisian maupun dinas perhubungan diharapkan dapat mencegah kejadian serupa.

  • Pastikan kendaraan berat memiliki pelat resmi sebelum beroperasi.
  • Hindari manuver menyalip secara mendadak, terutama di jalan yang berkelok atau memiliki rintangan.
  • Lakukan inspeksi rutin pada sistem rem dan suspensi truk.
  • Perhatikan kondisi jalan, terutama area dengan selokan atau drainase yang dalam.

Polisi setempat segera mengevakuasi truk yang terperangkap dan memeriksa kerusakan pada kendaraan serta jalur lalu lintas. Sementara itu, pihak Koperasi Desa Merah Putih mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan penyesalan atas insiden tersebut dan berjanji untuk meningkatkan prosedur keselamatan bagi semua armada mereka. Mereka juga berjanji akan mengurus pergantian pelat sementara menjadi pelat resmi sesegera mungkin.

Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan di Bojonegoro dan sekitarnya bahwa keselamatan tidak boleh diabaikan. Baik pengendara sepeda motor maupun sopir kendaraan berat harus menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak aman, dan menghindari perilaku menyalip yang berisiko. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap penggunaan pelat sementara serta meningkatkan fasilitas jalan yang aman bagi semua pengguna.

Dengan tindakan preventif yang tepat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi, dan lalu lintas di Bojonegoro dapat kembali menjadi jalur yang aman bagi semua warga.

Pos terkait