Tetangga di Makassar Tewaskan Remaja Usai Keributan Game Online, Kasus Penikaman Menggemparkan Warga

Tetangga di Makassar Tewaskan Remaja Usai Keributan Game Online, Kasus Penikaman Menggemparkan Warga
Tetangga di Makassar Tewaskan Remaja Usai Keributan Game Online, Kasus Penikaman Menggemparkan Warga

123Berita – 07 April 2026 | Makassar – Sebuah insiden penikaman yang menewaskan seorang remaja menggemparkan warga kota Makassar pada akhir pekan lalu. Menurut keterangan saksi, korban, seorang pemuda berusia 16 tahun, menjadi sasaran serangan setelah tetangganya tidak terima dengan keributan yang muncul ketika korban bersama beberapa temannya bermain game online di sebuah rumah kos.

Ketegangan memuncak ketika sang tetangga menurunkan pintu dan melontarkan kata‑kata kemarahan. Saksi mata menyatakan bahwa sang tetangga, yang diketahui bernama Ahmad (35), mengancam akan “menyelesaikan masalah” dengan cara keras. Dalam suasana yang semakin memanas, Ahmad mengambil sebuah pisau dapur dan menyerang korban secara langsung.

Bacaan Lainnya

Penyerangan tersebut berujung pada luka tusuk di bagian dada dan perut korban. Meskipun teman-teman korban berusaha melawan atau memanggil pertolongan, korban tidak sempat diantar ke rumah sakit karena luka yang diderita terlalu parah. Tim medis yang tiba di lokasi menyatakan korban telah meninggal dunia di tempat kejadian.

Polisi setempat langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) dan mengamankan barang bukti, termasuk pisau yang digunakan serta rekaman CCTV yang dipasang di lorong gedung kos. Dalam pernyataannya, Kapolres Makassar, Kombes Pol. Rudi Hidayat, menegaskan bahwa penyelidikan akan difokuskan pada motif pribadi serta potensi faktor eksternal seperti tekanan sosial akibat penggunaan media digital.

Rudi menambahkan bahwa pihak kepolisian telah menahan Ahmad sebagai tersangka utama. Ia juga menekankan pentingnya proses hukum yang adil, sambil mengingatkan masyarakat untuk tidak mengambil tindakan kekerasan dalam menyelesaikan konflik sehari‑hari.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan orang tua dan pelajar. Beberapa organisasi kepemudaan di Makassar mengeluarkan pernyataan yang menyerukan peningkatan kesadaran tentang etika bermain game serta pentingnya menjaga ketenangan lingkungan. Mereka menyoroti bahwa kebisingan yang dihasilkan oleh headset gaming dapat menimbulkan konflik bila tidak diatur dengan bijak.

Selain itu, para ahli psikologi anak menekankan dampak negatif stres yang dapat muncul pada remaja yang menghabiskan waktu lama di depan layar. “Kekerasan di dunia maya kadang kali memicu perilaku agresif di dunia nyata,” ujar Dr. Siti Nurhaliza, seorang psikolog klinis di Universitas Hasanuddin. “Namun, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk mengeluarkan kekerasan fisik sebagai respons terhadap kebisingan semata.”

Pihak berwenang juga mengingatkan pentingnya peran mediasi tetangga dalam menyelesaikan perselisihan kecil sebelum berkembang menjadi tragedi. Sejumlah tokoh masyarakat setempat mengusulkan pembentukan forum keamanan lingkungan yang melibatkan kepolisian, perwakilan warga, dan tokoh agama untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kasus penikaman ini menambah daftar tragedi kekerasan yang terjadi di wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa bulan terakhir, menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas program pencegahan kejahatan di daerah tersebut. Masyarakat berharap agar proses peradilan berjalan transparan dan pelaku mendapat sanksi yang setimpal, sekaligus menuntut adanya kebijakan yang lebih tegas mengenai kontrol kebisingan dalam lingkungan hunian.

Dengan berakhirnya kasus ini, harapan besar tetap terletak pada upaya bersama antara pemerintah, penegak hukum, dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan harmonis, terutama bagi generasi muda yang kini semakin terhubung dengan dunia digital.

Pos terkait