123Berita – 04 April 2026 | Sabtu, 12 Oktober 2024, Kabupaten Kediri merayakan Hari Jadi ke-1222 dengan tasyakuran yang digelar di kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Acara sederhana ini menandai perubahan paradigma dalam perayaan resmi, menekankan pada esensi kebersamaan dan tujuan pembangunan daripada kemewahan. Upacara dimulai dengan pembacaan doa, diikuti dengan penyampaian sambutan oleh Bupati Kediri dan pejabat terkait, sebelum Mas Dhito, tokoh masyarakat dan penggerak ekonomi lokal, menyampaikan pidato yang menjadi sorotan utama.
Berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya yang kerap menampilkan pertunjukan seni, pawai, dan hiburan massal, tasyakuran kali ini dipilih untuk dilaksanakan secara terbatas. Pilihan lokasi di dalam kompleks kantor Pemkab mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk menyesuaikan anggaran dengan prioritas pembangunan. Selain mengurangi beban fiskal, penyederhanaan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama di antara warga, sehingga perayaan menjadi lebih bermakna.
Dalam sambutannya, Mas Dhito menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan Kediri yang lebih maju. Ia menyoroti tiga pilar utama yang harus menjadi fokus: infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, pembangunan tidak hanya mengandalkan proyek fisik, tetapi juga pada peningkatan kompetensi warga melalui pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja masa depan.
- Infrastruktur berkelanjutan: Mempercepat penyelesaian jalan kabupaten, memperluas jaringan listrik dan air bersih, serta mengoptimalkan transportasi publik yang ramah lingkungan.
- Peningkatan kualitas pendidikan: Menambah fasilitas laboratorium di sekolah menengah, memperkenalkan program vokasi berbasis industri lokal, serta memberikan beasiswa bagi pelajar berprestasi.
- Transformasi digital: Mengembangkan e‑government, memperluas akses internet di desa-desa terpencil, serta mendukung startup teknologi yang berorientasi pada solusi pertanian dan pariwisata.
Harapan Mas Dhito mendapat sambutan hangat dari para tokoh daerah, pengusaha, serta warga yang hadir. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kediri menegaskan komitmen legislatif untuk mengawasi pelaksanaan program‑program yang telah dirumuskan, sementara perwakilan asosiasi pengusaha menambahkan pentingnya iklim investasi yang stabil. Beberapa warga menyampaikan rasa optimisme, mengingat Kediri memiliki potensi pertanian, industri pengolahan, serta destinasi wisata budaya yang belum sepenuhnya tergali.
Secara keseluruhan, tasyakuran HUT Kabupaten Kediri tahun ini tidak hanya menjadi ajang peringatan, melainkan platform strategis untuk menyampaikan visi jangka menengah. Mas Dhito menutup pidatonya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap program pembangunan, menekankan bahwa keberhasilan tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi lintas sektor. Ia juga menekankan pentingnya transparansi anggaran dan akuntabilitas dalam setiap proyek, guna meningkatkan kepercayaan publik.
Menatap ke depan, pemerintah Kabupaten Kediri berencana meluncurkan serangkaian inisiatif yang selaras dengan agenda nasional tentang digitalisasi dan pembangunan berkelanjutan. Diharapkan, dengan dukungan penuh dari semua pihak, Kediri dapat mengubah tantangan menjadi peluang, menjadikan Hari Jadi ke-1222 bukan sekadar peringatan, melainkan momentum nyata bagi perubahan yang lebih baik.