Tangerang Selatan Dilanda Banjir dan Longsor: 25 Titik Permukiman Tergenang, 13 Lokasi Longsor Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang

Tangerang Selatan Dilanda Banjir dan Longsor: 25 Titik Permukiman Tergenang, 13 Lokasi Longsor Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang
Tangerang Selatan Dilanda Banjir dan Longsor: 25 Titik Permukiman Tergenang, 13 Lokasi Longsor Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang

123Berita – 06 April 2026 | Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) pada pekan ini, memicu banjir di 25 titik permukiman warga dan menyebabkan longsor di 13 lokasi. Fenomena cuaca ekstrem ini menambah daftar bencana alam yang menguji kesiapan pemerintah daerah serta ketahanan masyarakat setempat.

Berikut adalah beberapa titik yang paling terdampak banjir:

Bacaan Lainnya
  • Jalan Raya Serpong – Kawasan perumahan Green Valley
  • Jalan Cikopo – RT 03, Kelurahan Ciputat Timur
  • Jalan Raya Pamulang – Perumahan Taman Pamulang Indah
  • Jalan Raya Benda – Permukiman di sekitar SMP Negeri 6
  • Jalan Rawa Buntu – Daerah permukiman padat penduduk

Selain banjir, hujan deras juga memicu longsor di 13 lokasi yang tersebar di area perbukitan dan lereng curam. Longsor terjadi terutama pada kawasan yang memiliki tanah lempung dan vegetasi yang telah terdegradasi. Beberapa lokasi longsor mengakibatkan terputusnya akses jalan utama, mempersulit evakuasi dan penyaluran bantuan.

  • Lereng Jalan Raya Paku Jaya – Desa Benda
  • Lereng Jalan Raya Cilangkap – Kelurahan Cilangkap
  • Lereng Jalan Raya Pasir Putih – Kecamatan Ciputat
  • Lereng Jalan Raya Duta Indah – Kelurahan Duren Jaya
  • Lereng Jalan Raya Bumi Serpong Damai (BSD) – Area BSD

Petugas pemadam kebakaran dan tim SAR segera dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak. Tim penyelamat menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak di rumah-rumah yang terendam, sementara tim SAR darat mengevakuasi penduduk dari daerah longsor yang berisiko terjebak di antara material longsor.

Gubernur Banten, Wahidin Halim, mengumumkan bahwa pemerintah provinsi siap memberikan bantuan darurat berupa paket sembako, air bersih, dan perlengkapan sanitasi kepada keluarga yang terdampak. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Dinas Pekerjaan Umum, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk mempercepat perbaikan infrastruktur drainase.

Pemda Tangerang Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah mengirimkan tim inspeksi untuk menilai kerusakan pada sistem drainase serta memetakan area yang memerlukan pengerukan dan pembersihan. Dalam jangka pendek, DPU berencana melakukan pengerukan darurat pada saluran utama yang tersumbat, sementara dalam jangka panjang akan memperkuat jaringan drainase dengan menambah kapasitas serta memperbaiki struktur saluran yang rusak.

Selain upaya pemerintah, masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam pencegahan bencana. Warga diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan ke selokan, membersihkan selokan rumah masing-masing, serta melaporkan potensi longsor kepada petugas setempat. Kesadaran kolektif ini diharapkan dapat mengurangi dampak bencana serupa di masa mendatang.

Para ahli meteorologi menegaskan bahwa pola curah hujan ekstrem kini menjadi lebih sering terjadi seiring perubahan iklim global. Mereka menyarankan peningkatan sistem peringatan dini serta pembangunan infrastruktur yang tahan terhadap kondisi cuaca ekstrim sebagai langkah mitigasi utama.

Di sisi lain, sejumlah LSM dan komunitas lokal telah menggalang dana serta relawan untuk membantu distribusi bantuan serta penyuluhan tentang cara bertahan saat banjir dan longsor. Kegiatan edukasi termasuk pelatihan penggunaan perahu karet, pengetahuan tentang jalur evakuasi, serta cara mengamankan barang berharga sebelum banjir melanda.

Selama 48 jam terakhir, tim SAR berhasil mengevakuasi lebih dari 1.200 warga dari daerah banjir dan longsor, serta menyalurkan bantuan makanan dan air bersih ke lebih dari 800 rumah tangga. Meskipun begitu, masih ada beberapa rumah yang belum dapat diakses karena kondisi jalan yang rusak parah.

Penanganan bencana ini menjadi ujian bagi koordinasi lintas sektoral antara pemerintah, lembaga keamanan, serta organisasi kemanusiaan. Diharapkan, dengan sinergi yang baik, dampak bencana dapat diminimalisir dan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

Ke depannya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana mengadakan pertemuan evaluasi bersama semua pemangku kepentingan untuk meninjau kebijakan penanggulangan bencana, memperbaharui rencana kontinjensi, serta menyusun program edukasi publik yang lebih komprehensif. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu.

Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait, diharapkan kondisi di Tangerang Selatan dapat kembali normal dalam waktu singkat, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana alam di masa depan.

Pos terkait