Saka Energi Indonesia Selesaikan Pemboran Sumur Pengembangan UPA-17ST di Lapangan Ujung Pangkah

Saka Energi Indonesia Selesaikan Pemboran Sumur Pengembangan UPA-17ST di Lapangan Ujung Pangkah
Saka Energi Indonesia Selesaikan Pemboran Sumur Pengembangan UPA-17ST di Lapangan Ujung Pangkah

123Berita – 04 April 2026 | PT Saka Energi Indonesia (SAKA) melalui anak perusahaan Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL) berhasil menyelesaikan proses pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di Lapangan Ujung Pangkah. Penyelesaian ini menandai langkah penting dalam upaya memperkuat produksi minyak dan gas bumi di wilayah selatan Jawa Barat, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan terhadap eksplorasi dan pengembangan sumber daya energi nasional.

Sumur UPA-17ST merupakan salah satu sumur pengembangan strategis yang direncanakan untuk meningkatkan cadangan produksi lapangan Ujung Pangkah. Proses pemboran dimulai pada awal tahun ini dengan target penyelesaian dalam beberapa bulan, mengingat tantangan teknis dan logistik yang dihadapi di zona lepas pantai. Tim teknis SAKA, yang terdiri dari insinyur pengeboran, geolog, dan ahli reservoir, bekerja secara intensif untuk memastikan setiap fase berlangsung sesuai standar keselamatan dan efisiensi operasional.

Bacaan Lainnya

Keberhasilan penyelesaian sumur ini tidak lepas dari dukungan infrastruktur pendukung yang meliputi kapal pengeboran kelas dunia, peralatan sub-sea canggih, serta sistem pemantauan real‑time yang memungkinkan tim mengontrol tekanan dan temperatur secara akurat. Seluruh proses juga diawasi ketat oleh regulator pemerintah, memastikan bahwa standar lingkungan dan keselamatan kerja terpenuhi secara penuh.

Pengembangan sumur UPA-17ST diharapkan dapat menambah kapasitas produksi lapangan Ujung Pangkah sebesar 12.000 barel minyak per hari (bopd) dan 15 juta standar kaki kubik gas per hari (mscfd). Peningkatan tersebut akan memberikan kontribusi signifikan terhadap target produksi energi nasional yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020‑2024.

Selain menambah volume produksi, sumur UPA-17ST juga diharapkan dapat memperpanjang umur operasional lapangan Ujung Pangkah. Dengan teknologi enhanced oil recovery (EOR) yang akan diintegrasikan pada fase selanjutnya, perusahaan berencana meningkatkan recovery factor hingga 45 persen, melampaui rata‑rata nasional yang masih berada di kisaran 35‑38 persen.

Manajemen SAKA menyatakan bahwa penyelesaian sumur ini merupakan bukti nyata kemampuan perusahaan dalam mengelola proyek-proyek kompleks di wilayah lepas pantai Indonesia. “Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi energi dalam negeri, sekaligus menjaga standar keselamatan dan kelestarian lingkungan,” ujar Direktur Utama PT Saka Energi Indonesia dalam sebuah pernyataan resmi.

Keberhasilan proyek ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Peningkatan produksi minyak dan gas di wilayah Sumedang dan sekitarnya akan menciptakan lapangan kerja baru, baik secara langsung melalui penambahan tenaga kerja di lapangan maupun secara tidak langsung melalui rantai pasokan barang dan jasa. Selain itu, peningkatan pendapatan negara dari sektor migas diharapkan dapat memperkuat anggaran pembangunan infrastruktur publik.

Dalam jangka panjang, SAKA menargetkan untuk memperluas portofolio proyek di wilayah Indonesia timur, termasuk eksplorasi di blok‑blok baru yang sedang dalam tahap penilaian. Integrasi teknologi digital, seperti artificial intelligence (AI) dan big data analytics, juga menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya produksi.

Secara keseluruhan, penyelesaian sumur pengembangan UPA-17ST menandai pencapaian penting bagi PT Saka Energi Indonesia dalam rangka mewujudkan ketahanan energi nasional. Dengan potensi produksi yang signifikan dan rencana pengembangan lanjutan, sumur ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan sektor migas Indonesia serta kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait