123Berita – 07 April 2026 | Presenter ternama Ruben Onsu kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkap rencananya mengirimkan putra sulungnya, Betrand Peto yang akrab dipanggil Onyo, menempuh pendidikan tinggi di Belanda. Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara televisi Dahsyat pada Senin, 6 April 2026, dan menimbulkan antusiasme serta pertanyaan dari para penggemar dan pengamat industri hiburan.
Ruben menjelaskan bahwa tujuan utama ia mengirimkan Onyo ke Amsterdam adalah untuk menimba ilmu di lingkungan internasional yang kompetitif. Menurutnya, kota tersebut menawarkan standar pendidikan yang tinggi serta lingkungan yang mendukung perkembangan pribadi dan akademik anaknya. “Sebenarnya kemarin kami memang berencana berangkat ke Amsterdam. Saya memang ingin Onyo bersekolah di sana,” ujar Ruben dengan nada optimis.
Pemilihan Amsterdam tidak bersifat kebetulan. Kota ini dikenal dengan jaringan universitas dan politeknik yang berperingkat dunia, serta budaya multikultural yang dapat membantu mahasiswa asing beradaptasi. Ruben menambahkan bahwa keputusan tersebut didukung oleh anggota keluarga besar yang telah tinggal lama di Belanda, khususnya di wilayah Amsterdam.
Beberapa sepupu Ruben yang sudah menetap di sana kini menjadi penasehat utama dalam proses perencanaan. Mereka membantu menilai opsi-opsi institusi pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakat Onyo. “Di sana sudah ada sepupu‑sepupu saya yang mengatur segala sesuatunya. Mereka sedang menelaah beberapa kampus yang potensial,” jelas Ruben, menegaskan pentingnya dukungan keluarga dalam langkah strategis ini.
Dalam upaya memilih kampus yang tepat, keluarga Onsu meninjau beberapa institusi, antara lain:
- Universiteit van Amsterdam (UvA) – terkenal dengan program ilmu sosial dan humaniora.
- Vrije Universiteit Amsterdam (VU) – memiliki reputasi kuat di bidang ilmu komputer dan teknik.
- Amsterdam University of Applied Sciences – fokus pada pendidikan terapan dan kolaborasi industri.
Ruben menegaskan bahwa proses seleksi masih berlangsung dan keputusan akhir belum diambil. Ia berencana mengajak Onyo mengunjungi masing‑masing kampus untuk merasakan atmosfer akademik secara langsung sebelum menentukan pilihan definitif.
Sementara itu, Onyo menyatakan kesiapan mentalnya untuk menempuh tantangan di negeri orang. “Aku siap‑siap saja,” kata Onyo dengan senyuman, menunjukkan antusiasme yang tinggi. Namun, ia juga mengakui adanya rasa gugup terkait adaptasi budaya dan lingkungan baru. “Ada deg‑degan karena pindah ke negara besar. Jadi bagaimana cara berbaurnya nanti menjadi pertimbangan utama,” ungkapnya.
Rasa khawatir tersebut tidak membuat Ruben kehilangan keyakinan. Keberadaan sepupu‑sepupu serta keluarga besar di Amsterdam memberikan rasa aman bagi keduanya. “Aku tenang karena banyak sepupu di sana, dan mereka sangat menyambut,” ujar Ruben, menambahkan bahwa jaringan keluarga akan menjadi penopang utama Onyo selama berada di luar negeri.
Walaupun rencana ini sudah matang, jadwal keberangkatan masih menunggu penyesuaian. Ruben berharap dapat mengatur kunjungan pertama ke kampus dalam beberapa minggu mendatang, sehingga Onyo dapat melihat langsung fasilitas, bertemu dosen, serta menilai lingkungan belajar sebelum membuat keputusan akhir. “Kami ingin Onyo dapat melihat semua pilihan, kemudian dia sendiri yang memutuskan mana yang paling cocok,” pungkas Ruben.
Selain aspek akademik, Ruben juga mempertimbangkan faktor sosial dan kebudayaan. Ia menilai pentingnya kemampuan Onyo beradaptasi dengan kebiasaan hidup di Eropa, termasuk bahasa, makanan, serta kebiasaan sehari‑hari. Untuk itu, keluarga di Belanda bersedia membantu Onyo berlatih bahasa Belanda dan mengajarkan etika lokal.
Rencana pendidikan luar negeri ini diyakini tidak hanya meningkatkan kualitas akademik Onyo, tetapi juga membuka peluang karier internasional di masa depan. Dengan latar belakang keluarga yang kuat di dunia hiburan, Ruben berharap putranya dapat menggabungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman budaya yang luas, menjadikannya pribadi yang lebih matang dan siap bersaing di panggung global.
Reaksi publik terhadap rencana ini cukup beragam. Sebagian penggemar menyambut baik ambisi pendidikan tinggi tersebut, menganggapnya contoh positif bagi generasi muda. Sementara yang lain menantikan perkembangan selanjutnya, terutama bagaimana Onyo menyesuaikan diri di lingkungan baru.
Secara keseluruhan, rencana Ruben Onsu mengirimkan Betrand Peto ke Amsterdam mencerminkan kombinasi antara dukungan keluarga, pertimbangan akademik, dan kesiapan pribadi. Dengan persiapan matang dan jaringan keluarga yang kuat di Belanda, harapan besar tertuju pada keberhasilan Onyo menapaki fase penting dalam pendidikan dan pertumbuhan pribadi.





