Revitalisasi Jalan Rasuna Said: Trotoar Lebar, Jalur Sepeda, dan Penghapusan 109 Tiang Monorel

Revitalisasi Jalan Rasuna Said: Trotoar Lebar, Jalur Sepeda, dan Penghapusan 109 Tiang Monorel
Revitalisasi Jalan Rasuna Said: Trotoar Lebar, Jalur Sepeda, dan Penghapusan 109 Tiang Monorel

123Berita – 08 April 2026 | Jakarta, 7 April 2026 – Pada Selasa, 7 April 2026, ribuan pekerja dari berbagai kontraktor menggelar aksi revitalisasi besar-besaran di kawasan koridor bisnis utama, Jalan Rasuna Said. Proyek yang kini tengah digalakkan menandai transformasi menyeluruh dari area yang selama dua dekade dipenuhi tiang monorel menjadi ruang publik yang lebih manusiawi, inklusif, serta terintegrasi dengan konsep Complete Street.

Pembongkaran 109 tiang monorel yang telah menganga selama 21 tahun menjadi titik tolak utama. Tiang‑tiang tersebut, yang dulunya menjadi bagian visual dan fisik dari jaringan transportasi cepat, kini telah dihilangkan secara total. Proses demolisi berlangsung dalam beberapa minggu terakhir dengan melibatkan tim teknis berpengalaman serta koordinasi intens antara Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Badan Pengelola Transportasi, dan pihak pengelola properti komersial setempat.

Bacaan Lainnya

Setelah tiang monorel diruntuhkan, tim kerja beralih pada serangkaian pekerjaan penataan yang mencakup beberapa aspek krusial:

  • Pelebaran trotoar: Lebar trotoar ditambah hingga mencapai 4,5 meter pada sebagian besar ruas, memberi ruang lebih luas bagi pejalan kaki dan mengurangi kepadatan pada jam sibuk.
  • Pembuatan jalur sepeda: Jalur khusus berwarna hijau dipasang sepanjang 2,2 kilometer, menghubungkan titik-titik penting seperti pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan stasiun transportasi umum.
  • Perbaikan sistem drainase: Saluran air yang sebelumnya rawan banjir diperbarui dengan pipa berdiameter lebih besar serta pemasangan sumur resapan untuk meningkatkan kapasitas penyerapan air hujan.
  • Penataan PJU (Penerangan Jalan Umum): Lampu LED hemat energi dipasang dengan jarak yang lebih merata, menghasilkan pencahayaan yang lebih merata dan mengurangi zona gelap.
  • Fasilitas penyeberangan: Penambahan zebra cross berwarna kontras, serta instalasi sinyal pejalan kaki otomatis untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Seluruh rangkaian pekerjaan direncanakan selesai pada akhir kuartal ketiga 2026, dengan target akhir tahun untuk mengaktifkan seluruh fasilitas yang telah dioptimalkan. Menurut Usman Iskandar, koordinator proyek, tujuan utama revitalisasi ini adalah mengubah citra Jalan Rasuna Said yang selama ini lebih bersifat utilitarian menjadi ruang publik yang berorientasi pada manusia, sekaligus mendukung mobilitas berkelanjutan.

“Kita ingin menciptakan lingkungan yang tidak hanya mendukung aktivitas bisnis, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi penduduk, pekerja, dan wisatawan. Dengan mengintegrasikan trotoar lebar, jalur sepeda, dan sistem drainase yang efisien, kami berharap kawasan ini menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia,” ujar Iskandar dalam konferensi pers singkat di lokasi proyek.

Revitalisasi ini juga diharapkan dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan peningkatan aksesibilitas, pemilik toko ritel, kafe, dan restoran di sepanjang Rasun Said diprediksi akan melihat peningkatan foot traffic. Analisis awal dari lembaga riset pasar menunjukkan potensi peningkatan penjualan sebesar 12‑15 persen dalam enam bulan pertama setelah proyek selesai.

Pendekatan Complete Street yang diadopsi menekankan pada keseimbangan antara kendaraan bermotor, transportasi publik, pejalan kaki, dan pengendara sepeda. Kebijakan ini sejalan dengan rencana strategis DKI Jakarta untuk menurunkan tingkat emisi karbon serta mengurangi kemacetan melalui promosi moda transportasi ramah lingkungan.

Sejumlah tantangan teknis juga dihadapi selama proses pembongkaran tiang monorel, termasuk koordinasi dengan jaringan listrik dan telekomunikasi yang berada di sekitar struktur tersebut. Tim engineering melakukan pemetaan detail menggunakan teknologi lidar dan pemindaian 3D untuk memastikan tidak ada gangguan pada infrastruktur penting lain.

Selain aspek teknis, proyek ini melibatkan partisipasi masyarakat melalui forum dialog terbuka yang diadakan secara berkala. Warga setempat diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, seperti penambahan tempat duduk, taman mini, serta ruang hijau kecil di sepanjang trotoar. Beberapa usulan tersebut telah dimasukkan dalam rancangan akhir, menambah nilai estetika serta kenyamanan ruang publik.

Dengan selesainya pembongkaran tiang monorel dan dimulainya fase perbaikan, Jalan Rasuna Said berada pada titik balik penting. Transformasi ini tidak hanya mengubah tampilan fisik jalan, tetapi juga mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengadopsi standar perencanaan perkotaan modern yang menempatkan manusia sebagai prioritas utama.

Ke depan, pihak berwenang berjanji untuk terus memantau kinerja infrastruktur baru melalui sistem sensor pintar yang terintegrasi, memastikan kualitas layanan jalan tetap optimal dan dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan mobilitas kota.

Pos terkait