Razia Gabungan Lapas Banjarbaru: Kalapas Serukan Perang Total Lawan Narkoba dan HP Ilegal

Razia Gabungan Lapas Banjarbaru: Kalapas Serukan Perang Total Lawan Narkoba dan HP Ilegal
Razia Gabungan Lapas Banjarbaru: Kalapas Serukan Perang Total Lawan Narkoba dan HP Ilegal

123Berita – 06 April 2026 | Ruang penjara Lapas Banjardua menjadi saksi aksi tegas dalam upaya menumpas peredaran narkotika dan ponsel ilegal. Pada hari Senin, tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan razia menyeluruh, sekaligus mendengarkan himbauan keras dari Kepala Lapas (Kalapas) yang menegaskan komitmen total melawan dua ancaman besar tersebut.

Razia dimulai pada pukul 08.00 WIB dan melibatkan total sepuluh personel. Dari pihak kepolisian, tiga orang anggota Polsek Cempaka, Polres Banjarbaru, berpartisipasi aktif. Sementara itu, tiga personel Koramil 1006-07 Banjarbaru turut membantu dalam proses pencarian barang bukti. Badan Narkotika Nasional mengirimkan empat orang anggota BNN yang memiliki keahlian khusus dalam mengidentifikasi serta menyita barang-barang terlarang.

Bacaan Lainnya

Kalapas Lapas Banjarbaru, yang tidak menyebutkan nama secara resmi dalam pernyataan publik, menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menegakkan hukum dan melindungi lingkungan pemasyarakatan dari dampak negatif narkoba serta perangkat seluler ilegal. Ia menambahkan, “Kami tidak akan mentolerir adanya peredaran narkoba ataupun HP ilegal di dalam lembaga pemasyarakatan. Ini adalah pertempuran total yang harus kami menangi demi keamanan narapidana, petugas, dan masyarakat luas.”

Selama razia, tim menemukan sejumlah barang bukti yang melanggar peraturan. Di antara temuan tersebut terdapat paket-paket kecil berisi narkotika jenis sabu-sabu, serta sejumlah handphone yang tidak memiliki izin resmi. Barang-barang tersebut langsung disita dan akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Berikut rangkuman partisipan razia:

  • Polsek Cempaka, Polres Banjarbaru: 3 personel
  • Koramil 1006-07 Banjarbaru: 3 personel
  • BNN: 4 personel

Setelah penyitaan, Kalapas menegaskan bahwa seluruh narapidana yang terlibat dalam penyelundupan atau penggunaan narkoba akan diberikan sanksi administratif maupun pidana, sesuai dengan peraturan perundang‑undangan. Selain itu, penggunaan atau kepemilikan HP ilegal akan dikenai tindakan disiplin yang tegas, termasuk pemindahan ke blok isolasi atau pemindahan ke fasilitas lain bila diperlukan.

Penegakan hukum ini tidak hanya bertujuan menghentikan peredaran barang terlarang, melainkan juga memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang berusaha memanfaatkan jaringan penjara sebagai sarana distribusi narkoba. Kalapas menambahkan, “Kami bekerja sama erat dengan kepolisian dan BNN untuk memastikan tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh sindikat narkotika maupun penyelundup perangkat elektronik.”

Pengawasan internal Lapas Banjarbaru juga diperkuat dengan pemasangan kamera pengawas tambahan di area-area strategis, serta peningkatan patroli rutin oleh petugas keamanan. Upaya ini diharapkan dapat memperkecil peluang masuknya barang terlarang ke dalam lingkungan pemasyarakatan.

Selain tindakan fisik, pihak Lapas juga mengintensifkan program rehabilitasi bagi narapidana yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Program konseling, terapi, serta pelatihan keterampilan kerja disediakan untuk membantu mereka kembali ke masyarakat dengan bekal yang positif. Kalapas menekankan pentingnya sinergi antara penegakan hukum dan upaya rehabilitasi untuk memutus rantai peredaran narkoba secara efektif.

Razia gabungan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Banjarbaru yang selama ini mengkhawatirkan keamanan di sekitar Lapas. Warga setempat berharap tindakan tegas ini menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain di wilayah Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kontrol internal mereka.

Ke depan, Kalapas berjanji akan terus melakukan inspeksi mendadak serta meningkatkan kerja sama lintas lembaga. Targetnya adalah menciptakan lingkungan penjara yang bebas dari narkoba dan perangkat elektronik ilegal, sehingga proses pemasyarakatan dapat berjalan dengan lebih aman dan produktif.

Dengan menegakkan kebijakan perang total ini, Lapas Banjarbaru berupaya menjadikan diri sebagai contoh terbaik dalam penegakan hukum di sektor pemasyarakatan, sekaligus melindungi hak asasi narapidana serta keselamatan petugas. Upaya kolaboratif antara kepolisian, BNN, dan manajemen penjara menjadi kunci utama dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Secara keseluruhan, razia gabungan di Lapas Banjarbaru menegaskan komitmen bersama untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran, baik berupa narkoba maupun HP ilegal, demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih bersih, aman, dan produktif.

Pos terkait