Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

123Berita – 07 Mei 2026 | Sabtu (2/9/2023) sore, seorang penumpang perempuan melaporkan dugaan peledehan seksual yang terjadi di kolong peron Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kejadian tersebut segera menarik perhatian publik setelah video pendek yang memperlihatkan korban berusaha melarikan diri tersebar di media sosial, menimbulkan kepanikan dan kecaman luas.

Polisi Resor Metro Jakarta Selatan (Polres Metro) langsung membuka penyelidikan pada malam harinya. Tim penyidik menyiapkan beberapa langkah penting, antara lain:

Bacaan Lainnya
  • Mengamankan bukti video dan foto yang diunggah di platform media sosial.
  • Menginterogasi saksi mata, termasuk penumpang lain yang berada di lokasi saat kejadian.
  • Melakukan pencarian fisik di area kolong peron untuk mengidentifikasi jejak atau barang bukti.
  • Menggandeng pihak pengelola PT KAI untuk memperoleh rekaman CCTV stasiun selama rentang waktu kejadian.
  • Mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap tersangka yang berhasil diidentifikasi.

Komandan Polres Metro, Kombes Polisi Yusri Hidayat, menegaskan bahwa aparat tidak akan menutup mata terhadap tindakan kekerasan seksual di ruang publik. “Kami akan menuntaskan kasus ini secepatnya, mengingat sensitivitas korban yang merupakan penumpang umum,” ujarnya dalam konferensi pers pada hari Minggu.

Sementara itu, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan pengawasan di seluruh stasiun, khususnya di area yang kurang terjaga pencahayaan. KAI juga berjanji akan memperketat prosedur keamanan dengan menambah petugas keamanan di titik-titik rawan.

Kasus ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran publik tentang keamanan perempuan di transportasi umum. Data dari Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat peningkatan laporan kasus pelecehan seksual di ruang publik selama dua tahun terakhir, dengan kereta api dan stasiun menjadi salah satu lokasi yang paling sering disebutkan.

Pengamat keamanan publik, Dr. Anisa Rahma, menyatakan bahwa masalah ini memerlukan pendekatan terpadu antara aparat penegak hukum, operator transportasi, dan masyarakat. “Kita perlu meningkatkan pencahayaan, memperbanyak kamera CCTV, serta melatih petugas keamanan untuk merespons secara cepat dan tepat,” kata beliau.

Sejumlah organisasi perempuan, termasuk Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan Yayasan Kasih Ibu, menyerukan agar pemerintah segera mengeluarkan regulasi yang lebih ketat mengenai keamanan di stasiun kereta api. Mereka menekankan pentingnya edukasi kepada penumpang tentang cara melaporkan tindakan tidak menyenangkan secara anonim.

Polisi juga menyiapkan layanan khusus bagi korban kekerasan seksual, termasuk layanan psikologis dan pendampingan hukum. “Kami berkomitmen memberikan perlindungan tidak hanya pada tahap penyelidikan, tetapi juga pada proses pemulihan korban,” tambah Kombes Yusri.

Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak terkait bahwa keamanan publik, khususnya bagi perempuan, harus menjadi prioritas utama. Dengan langkah-langkah cepat yang diambil oleh kepolisian dan operator transportasi, diharapkan kejadian serupa tidak terulang dan rasa aman kembali terbangun di kalangan penumpang.

Jika ada perkembangan lebih lanjut, Polres Metro akan terus memberikan informasi kepada publik melalui kanal resmi mereka.

Pos terkait